Sinopsis

Bagi perempuan di Kampung Lembah Kematian, menjaga agar dirinya tetap perawan, menjadi persoalan wajib yang tidak bisa ditawar-tawar. Mungkin saja suaminya kelak tidak akan mempermasalahkan ketidakperawanan istrinya. Namun tidak demikian bagi Mbah Bahuga. Tepat di malam pengantin, makhluk gaib pelindung kampung itu akan meniduri pengantin perempuan sebelum suaminya. Jika ternyata pengantin perempuannya sudah tidak perawan, dia akan dibunuh. Jika tidak, dipastikan kampung itu akan dilanda malapetaka.

Kenyataan itulah yang membuat Marni begitu tertekan menjelang hari perkawinannya. Bukan karena Mas Turip tidak mau menerima keadaannya, tapi kenyataan bahwa ia akan menemui ajal di malam pengantin atau setidaknya akan jatuh kutukan yang dasyat kepada kampungnya yang miskin , membuat Marni begitu gundah. Ya, dirinya bukan hanya tidak perawan namun sudah dijamah puluhan bahkan mungkin ribuan laki-laki.

Bagaimana Marni bisa keluar dari situasi yang rumit itu? Siapakah sebenarnya Mbah Bahuga? Meski berbalut horor, namun novel ini sesungguhnya sebuah kritik terhadap masyarakat hipokrit. Pembaca akan larut dalam lintasan kehidupan yang dijalani Marni; sebuah kehidupan yang bahkan tidak akan pernah terpikirkan oleh siapa pun. Namun setelah membaca kisah ini, Anda akan menjadi bagian dari kehidupan Marni : selamanya!

CHAPTER
  1. Terminal Kalianget
  2. Sais Misterius
  3. Perjalanan Menegangkan
  4. Tiba di Rumah
  5. Rencana Pernikahan
  6. Marni Menolak
  7. Emak
  8. Tabir
  9. Bertemu Teman
  10. Pengakuan Marni
  11. Marni Hilang
  12. Teror Sais
  13. Mas Turip
  14. Untung Ada Ayam Angrem
  15. Malam Pengantin
  16. Mbah Bahuga