Sinopsis

Buku 2 Kisah Air & Api ini banyak bercerita tentang bagaimana kedua tokoh sentral dalam kisah ini berpetualang mencari murninya cinta sejati.  Petualangan yang dilakukan begitu dinamis dan dramatis.  Penuh dengan bahaya dan tipu daya.  Menemui berbagai macam muslihat dan pertarungan yang luar biasa.  Termasuk bagaimana ilmu-ilmu langka intisari dari bumi dan kehidupan yang akhirnya muncul lagi ke dunia persilatan.

Air, api, udara adalah komponen ilmiah utama penguasa kehidupan.  Tanah, kayu dan besi adalah komponen ilmiah pendukung yang tidak kalah pentingnya bagi kehidupan.  Jika berdiri sendiri, komponen komponen tersebut bisa bermanfaat dan bisa juga bermalapetaka.  Jika digabungkan, maka manfaatnya berlipat-lipat dan malapetakanya bisa dihilangkan.

Munculnya kerajaan baru di pesisir selatan jawa yang didukung oleh penguasa gaib laut selatan,  membawa cerita seru seputar pemberontakan, sihir dan ketakutan.  Tokoh-tokoh lama dan baru saling bergelut dalam intrik dan ambisi yang tak berkesudahan.

Perebutan mustika naga api adalah puncak pertama dari kehebatan petualangan dalam buku ini.  Diharu-biru oleh pengorbanan luar biasa dari sebuah cinta yang juga luar biasa.  Darah dan airmata tumpah menjadi satu dengan rasa takjub dan indahnya sebuah perjuangan demi cinta.

Latar belakang sejarah dari perang dingin antara Majapahit dan Galuh Pakuan memuncak dalam sebuah alur cerita heroik yang dipenuhi dengan petir, hujan badai, dan sentuhan dramatis dari pengabdian.  Mempertahankan harga diri menjadi pilihan utama.  Lebih baik mati digulung tanah daripada hidup tapi menghirup udara belas kasihan.

Kemarahan, murka, dendam, cinta, dan kasih setulus hujan kepada bumi, sangat dominan dalam petualangan yang menggiriskan hati.  Memberikan arti sesungguhnya dari kata kemuliaan dan keindahan.  Begitu mencekam perasaan hingga tangis saja bukanlah pilihan yang menenangkan, adalah intisari dari cerita yang tak mau untuk sudah saat ini.

CHAPTER
  1. Bab I
  2. Bab II
  3. Bab III
  4. Bab IV
  5. Bab V
  6. Bab VI
  7. Bab VII
  8. Bab VIII