Now Loading

Bab 50

Reykjavik, 64° 8′ 0″ N, 21° 56′ 0″ W
Bandara Keflavík

 

Bagaimana mungkin sebuah payung organisasi yang dicap sebagai teroris sejagat bermarkas di Zurich?

Pertanyaan itu muncul di kepala Cecilia, Akiko dan Andalas secara bersamaan. Kekagetan mereka tentu beralasan. Swiss adalah negara yang sangat independen. Oleh karena itu organisasi negara-negara sedunia pun bermarkas di sana. Termasuk organisasi-organisasi yang berada di bawahnya seperti WHO dan ILO.

Siapa yang menyangka OWC ternyata juga memilih markas besarnya di salah satu kota Swiss? Luar biasa!

Cecilia menurunkan penyerang itu di gang kecil setelah memberi isyarat Andalas agar melepaskan borgolnya. Setelah itu kembali melesat pergi dan tak berapa lama kemudian masuk ke parkir bandara Keflavik.

Di Gallery Fiskur sebelum penyerangan tadi, Cecilia sempat menghubungi Dokter Adli Aslan dan menanyakan tempat paling aman di Islandia di mana mereka bisa meluncurkan misi Hantaa 05 dan Fabumi.

Dokter Adli Aslan menyebutkan sebuah kantor ekspedisi yang berkantor di Bandara Keflavik. Mereka juga disarankan agar menginap saja di kantor tersebut. Karena ternyata di mana-mana keberadaan mereka bisa diendus oleh OWC maupun Organisasi. Setidaknya untuk masuk area bandara, mereka akan memasuki beberapa filter yang membuat mereka tak bisa membawa senjata.

Dan di sinilah mereka berada sekarang. Di sebuah ruangan berukuran 30 x 30 meter yang sebagian besarnya dipenuhi oleh tumpukan kardus paket dan palet barang. Andalas pergi ke tempat parkir untuk memindahkan mobil sewaan sejauh mungkin dari area bandara agar tidak menjadi petunjuk di mana mereka berada saat ini.

Ada 2 ruangan lagi di depan yang merupakan kantor ekspedisi. Cecilia memperkenalkan diri sebagai staf WHO yang sementara akan berkantor di gudang sebagai basis operasi seperti yang diajarkan oleh Dokter Adli Aslan. Dan ini operasi rahasia sehingga mereka tidak boleh membocorkan keberadaan 3 orang itu.

Tidak ada pertanyaan lanjutan dari agen ekspedisi tersebut. Mereka sudah dipesani hal yang sama oleh pimpinan mereka sebelumnya.

Setelah Andalas tiba kembali 2 jam kemudian, Cecilia membuka X-Onenya. Cathy telah melakukan remote instalation berupa program khusus yang bisa memindai keberadaan Hantaa 05.

Nampak sebuah titik kecil berwarna merah berkedip-kedip di layar. Cecilia membesarkan layar. Wah! Mereka masuk kembali ke Arctic. Itu berarti mereka tidak akan terlalu jauh melakukan pencarian dan pendaratan.

Andalas membuka gawainya.

Bisa kau cari tahu di mana keberadaan orang yang diamankan GRU beberapa saat lalu usai penyerbuan ke markas DGSE di Brazzaville?

Ini akan sedikit rumit. Aku akan cari tahu. Aku kabari kau besok pagi.

Oke. Aku minta tolong juga informasi mengenai organisasi mana saja yang menjadi sayap kekuatan terbesar OWC saat ini.

Yup. Informasinya akan bersamaan besok.

Akiko memperhatikan 2 orang di depannya sedang sibuk dengan gawainya masing-masing. Pikirannya melayang ke rentetan peristiwa akhir-akhir ini. Betapa dia sekarang menjadi seseorang seperti yang diinginkan ayahnya. Dipenuhi dengan adrenalin kekerasan dan petualangan. Dan dia sangat menyukainya. Akiko tersenyum kecut.

"Kita akan coba mencari Hantaa 05 besok pagi. Pesawat Amphibi sedang disiapkan oleh Dokter Adli hari ini. Aku rasa kau masih sempat membantu kami ke Hantaa 05, Andalas. Sebelum kau berangkat mencari keberadaan Fabumi.”

Suara Cecilia memecah keheningan. Andalas menoleh dan mengangguk. Entah kenapa, Akiko merasa gembira mendengar kabar ini. Paling tidak 2 hari lagi dia masih bersama Andalas.

Akiko terpekik saat Cecilia diam-diam mencubit lengannya ketika dia masih terperangkap lamunan tadi. Wajahnya menjadi bersemu merah melihat Cecilia menatap heran tapi maklum ke arahnya yang sedang tersenyum-senyum sendiri. Diliriknya Andalas. Raut muka lelaki itu tetap mengandung es seperti biasanya. Akiko lega. Setidaknya Andalas tidak tahu.

"Dokter Adli mengatakan pesawat itu akan tersedia pada sebuah jetty yang berada di sebuah rumah peristirahatan di pantai Lingkar Arctic. Di utara pulau ini. Andalas kau diminta untuk mengemudikannya.”Cecilia memandang Andalas. Memang akan lebih aman dan rahasia jika mereka saja yang melakukan pencarian tanpa melibatkan orang lain lagi.

Andalas balik menatap Cecilia dan mengangguk. Akiko ternganga heran. Lelaki itu sepertinya bisa mengemudikan segala jenis moda angkutan. Jangan-jangan dia juga bisa membawa sendiri pesawat ulang-alik?

Cecilia juga kagum. Anak angkat Dokter Adli Aslan ini luar biasa.

Ting. Sebuah pesan masuk. Dari Cathy.

Ada berita berita baik dan berita buruk sekaligus Cecil!

Cecilia memasang wajah kaget.

Ada apa?

Berita baiknya, tim ilmuwan mulai menemukan cara mengekstrak paparan radiasi kosmik dan gamma pada Object X.  Satu lagi, bayi Leopard itu masih hidup sampai sekarang. Profesor Sato menduga imunitasnya mulai terbangun dan bisa dipetakan.

Wajah Cecilia berseri.

Berita buruknya?

Kami baru saja diserang dengan kekuatan besar entah siapa! Separuh agen yang mengawal Pandora tewas. Dokter Adli sedang mengirimkan 20 agen tambahan untuk melindungi kami di sini.

Kau tahu ciri-ciri para penyerang?

Entahlah. Tapi yang pasti mereka terdiri dari gabungan beberapa etnis. Sepertinya aku mendengar salah satu agen menyebut Afrika Utara, Asia Tengah, dan Kaukasian.

Cecilia memperlihatkan chat itu kepada Andalas dan Akiko.

Andalas menghela nafas panjang.

"Organisasi. Orang-orang Somalia, Chechen, dan Irlandia yang disebutkan agen itu. Sang Eksekutor mulai bertindak kencang.”

* * * * *