Now Loading

Bab 38

Hongkong, 22.3193° N, 114.1694° E
Lan Kwai Fong


Andalas berjalan di tempat hiburan terkenal itu dengan tidak tergesa-gesa. Dia sudah menjadwalkan pertemuan dengan Si Konsultan pukul 10 malam waktu setempat. Si Konsultan akan memberitahu tempatnya di mana sepuluh menit sebelum pukul 10 malam. Andalas tahu dia tidak bisa banyak bernegosiasi dengan pialang kematian itu.

Tidak ada satu orangpun yang tahu nama asli Si Konsultan. Hanya ada satu hal saja yang pasti dari Si Konsultan yaitu bahwa siapapun yang hendak menyewa jasa pembunuh bayaran dengan kemampuan hebat dan tingkat keberhasilan tinggi, maka dialah orang yang paling tepat untuk dihubungi. Di manapun. Di seluruh dunia.

Si Konsultan akan mengatur semuanya. Si pengguna jasa tidak perlu tahu siapa dan bagaimana. Dia hanya tahu bahwa sasarannya sudah mati melalui foto, berita, dan video.

Demikian juga si pembunuh. Dia tidak mau tahu siapa yang telah menyewanya dan dengan alasan apa. Dia hanya berkewajiban mengirimkan bukti bahwa target sudah mati kepada Si Konsultan.

Urusan uang juga ada pada Si Konsultan. Dia akan membayar si pembunuh lewat rekening yang sudah terdatabase dengan baik. Dia juga yang akan menerima pembayaran di rekeningnya dari pengguna jasa.

Nampak sangat sederhana tapi membangun ini semua sangat rumit. Si Konsultan awalnya juga seorang pembunuh bayaran. Namun karena punya kelebihan bakat manajemen, akhirnya dia membangun sistem rente pembunuhan ini.

Si Konsultan punya database yang luar biasa akurat mengenai daftar pembunuh bayaran di seluruh dunia. Tidak hanya perorangan, tapi juga organisasi-organisasi kriminal, mafia, dan teroris.

Andalas bisa memiliki akses istimewa pada database Si Konsultan karena dia pernah mengadakan perjanjian khusus bisa mendapatkan akses tersebut setelah menjalankan order Si Konsultan sendiri. 5 orang target high profile diselesaikannya dalam 5 hari berturut-turut.

5 orang target itu adalah kompetitor Si Konsultan yang juga merupakan mantan-mantan pembunuh bayaran tangguh dan berusaha menyaingi bisnis Si Konsultan. Karena itulah Si Konsultan punya julukan khusus bagi Andalas. Killer Hunter. Orang yang hanya bersedia membunuh seorang pembunuh. Pemburu para pembunuh.

Setelah itu Andalas menjadi semacam algojo bagi Si Konsultan. Jika ada pembunuh bayaran yang membelot, bermain curang, atau salah membunuh sasaran, maka Andalas adalah orang yang disuruhnya turun tangan. Entah sudah berapa puluh nyawa yang dikirim oleh Andalas ke alam baka. Namun yang pasti, Andalas melakukannya dengan senang hati. Sudah jelas tempatnya nanti setelah mati adalah neraka. Tapi dia ingin mengirim terlebih dahulu para pembunuh ke sana.

Si Konsultan sangat jarang mau ditemui secara langsung. Baginya kerahasiaan adalah faktor paling utama mengapa sampai saat ini dia masih bertahan hidup serta bisa menjalankan bisnisnya dengan sukses.

Namun khusus untuk Andalas dia mau menemuinya kapan saja. Andalas merupakan orang paling konsisten yang bisa dipercayainya. Kehilangan Andalas akan menjadi kehilangan terbesar dalam bisnisnya. Para pembunuh berdarah dingin yang ada di dalam daftarnya sangat segan berbuat macam-macam dengannya karena keberadaan Andalas. Killer Hunter yang mematikan. Sangat berbahaya.

Pukul 10 malam kurang 10 menit. Gawai Andalas bergetar.

"Temui aku di restoran Ho Hung Kee.”Singkat dan padat. Si Konsultan tidak pernah mau telpon dalam waktu yang lama. Rawan penyadapan yang membuat posisinya menjadi rentan. Prinsip kedua yang juga membuatnya masih hidup hingga saat ini.

Andalas memalingkan mukanya. Ho Hung Kee tepat di seberang jalan.

Setelah menerobos lalu lintas Hongkong yang ramai, Andalas memasuki restoran mie paling enak di Hongkong itu. Si Konsultan tidak pernah mau mengadakan pertemuan di hotel atau restoran jika tidak di lantai dasar yang bisa punya akses langsung ke jalanan. Baginya lift atau eskalator adalah salah satu tempat paling favorit para pembunuh bayaran melakukan aksinya. Mungkin ini prinsip berikutnya dari Si Konsultan yang juga membuatnya survive.

Andalas langsung menuju ke sudut ruangan. Si Konsultan akan selalu memilih tempat duduk yang memunggungi dinding di dua sisi. Belakang dan samping kiri atau kanan. Dan dia selalu meminta pelayan restoran untuk menyediakan meja kecil yang hanya khusus untuk 2 orang. Andalas melihatnya.

Tanpa basa basi Andalas menarik kursi di hadapan orang tua dengan umur kisaran 60 tahunan. Meskipun sudah tua, nampak sekali perawakannya masih sangat bugar.

"Apa yang kau butuhkan sehingga harus menemuiku langsung?”suara itu sedingin wajahnya yang kaku. Mirip Andalas. Atau Andalas yang mirip dengannya.

"Aku ingin tahu lebih banyak tentang Organisasi. Siapa saja orangnya. Di mana markasnya.”suara Andalas datar tanpa ekspresi.

Si Konsultan sedikit tercengang. Organisasi adalah salah satu kliennya yang paling besar.

"Untuk apa? Kau dapat order membunuh mereka?”

"Iya.”

"Pasti bayarannya super tinggi. Siapa?”

"Aku sendiri.”

Kembali Si Konsultan tercengang. Algojonya ini memang sangat pemilih. Dia tidak sembarangan membunuh. Dia hanya membunuh para pembunuh.

"Kau tidak akan bisa menemukan mereka secara langsung. Mereka hidup di benteng Alamo yang meskipun CIA digabungkan dengan MI6 dan GRU sekaligus, tetap tidak akan bisa menembusnya. Mulailah dengan Sang Eksekutor.’

"Di mana dia?”

"Dublin, Grozny, Qandahar, Mogadishu, Kolumbia.”

"Markas besar?”

"Organisasi bergerak seperti bayangan. Cayman Islands, Hawaii, Malta, Maladewa, Madagaskar, Indonesia. Selalu di pulau. Mudah mobilisasi helikopter, pesawat, yach, kapal selam.”

Si Konsultan menyendok kuah di mangkuk mienya. Andalas termenung sejenak. Ini pekerjaan 1 batalyon pasukan.

"Posisi terakhir Sang Eksekutor?”

"Dublin. Tapi dia juga selalu bergerak. Polanya selalu sama. Tidak pernah lebih dari 1 minggu di satu tempat.”

"Pertanyaan terakhir. Siapa yang disewa Sang Eksekutor SAAT INI?”

Si Konsultan mengangkat kepalanya. Dia tidak bisa menolak menjawab Andalas. Terlalu beresiko jika harus kehilangan Killer Hunter. Lagipula manusia di depannya ini paling teguh memegang rahasia.

"Sempalan organisasi gerilyawan Chechen yang tidak lagi mengurusi ideologi. Mereka menjadi sindikat kejahatan bernama The Eagle.”

"Lalu yang kedua?”

Kembali Si Konsultan menghela nafas panjang. Dia tidak bisa menyembunyikan informasi di depan Andalas dengan berdiplomasi. Killer Hunter ini selalu tahu bahwa masih ada informasi yang disembunyikan.

"Yakuza. Hitoshi Nakamura.”

* * * ********