Now Loading

Bab 37

Mount Vermont, 44° 9′ 36″ N, 72° 55′ 44″ W
Kabin Profesor Lian Yang


Keempat orang itu mengelilingi Star Vision. Cecilia, Akiko, Profesor Lian Yang, dan Willy Booth. Andalas tidak nampak di antara mereka karena telah terbang ke Hongkong sehari sebelum mereka melakukan perjalanan ke kabin Profesor Lian di lereng pegunungan Vermont ini.

Willy yang telah melakukan instalasi programnya, memasukkan chip pada chip reader yang telah tersambung dengan Star Vision. Terdengar bunyi dengung lirih. Layar memperlihatkan kode matriks scroll ke bawah dengan gerakan sangat cepat. Layar itu berhenti sejenak sebelum akhirnya bergerak lagi ke bawah dengan kecepatan lebih tinggi.

Willy Booth nampak menopang dagunya. Matanya tak berkedip menatap layar. Pesan dari antariksa selalu membuatnya ingin tahu dan penasaran. Begitu pula Profesor Lian Yang. Dia telah mempelajari bagaimana Fisika Bintang ternyata tidak hanya bisa mengkalkulasi jarak dan waktu, namun juga mampu melakukan perhitungan estimasi tanda-tanda kehidupan melalui vektor-vektor yang dapat ditangkap teleskop raksasa. Profesor Lian penasaran apakah ada sebuah informasi penting baru sehingga tabir mengenai eksistensi semesta bisa semakin terbuka.

Scroll pada layar berhenti. Kode matriks juga menghilang. Layar padam sebentar kemudian dengan diikuti suara bip dua kali, layar itu hidup kembali.

Sederetan huruf atau simbol nampak di situ. Nyaris mirip huruf hiroglief tapi jauh lebih rumit.  Willy mengetikkan beberapa perintah pada keyboard. Huruf-huruf aneh itu satu demi satu bertransformasi menjadi alfabet. Semua orang menunggu dengan tegang.

1850. Kami melakukan percobaan yang kesekian kalinya terhadap makhluk bumi. Kami memilih virus paling kuat yang ada di bumi untuk dibiakkan dalam tubuhnya setelah tubuh obyek itu kami papar dengan radiasi sinar kosmik yang dipadukan dengan radiasi sinar gamma.

Tujuan kami sesungguhnya untuk menguatkan kondisi imun tubuh makhluk bumi agar tidak mudah terserang penyakit. Kami menilai bahwa kekebalan tubuh makhluk bumi berada pada level 2 dari skala 10. Kami sudah memantau banyaknya kejadian epidemi dan pandemi yang mengakibatkan kematian dalam jumlah besar di abad-abad sebelumnya.

Kami ingin membantu kelangsungan kehidupan di bumi tentu saja agar keseimbangan tetap terjadi. Populasi yang kuat akan membuat bumi makin terjaga karena pasti orang-orangnya tidak ingin kehilangan tempat tinggal mereka satu-satunya.

Teknologi makhluk bumi untuk menemukan tempat selain bumi yang bisa dihuni masih jauh dari memadai. Dalam kalkulasi kami, pengetahuan dan teknologi seperti itu baru akan bisa dicapai makhluk bumi lebih kurang 300 tahun lagi.

Ketidakseimbangan bumi akan sangat berpengaruh terhadap eksistensi planet kami yang minim sumberdaya alami. Apabila bumi rusak dan kemudian berbagai macam unsur semesta yang ada di dalamnya tidak terkendali maka kemungkinan bumi akan mengalami deteriorasi.

Planet yang rusak akan menyebabkan rotasinya berubah. Rotasi berubah akan dapat mengakibatkan orbit yang melenceng. Orbit yang melenceng akan mengganggu sequence orbit galaxy. Apabila galaxy Bima Sakti tempat bumi berada terganggu tentu akan mempengaruhi sequence orbit galaxy tetangganya di mana kami ada di situ.

Terdorong oleh kemungkinan yang berbahaya itu maka Dewan Tertinggi kami memutuskan untuk membantu makhluk bumi agar tidak mudah terserang penyakit sehingga bisa menjaga bumi dengan baik.

Tapi percobaan kami menemui kegagalan yang cukup fatal. Terjadi penolakan secara terus menerus dari kromosom yang menyusun genom makhluk bumi terhadap introduksi radiasi yang kami lakukan. Penolakan itu menyebabkan kromosom tidak bisa diperbaiki.

Percobaan kami hentikan. Kami hanya berhasil mempertahankan obyek tetap hidup dengan melakukan proses cryogenik terhadapnya. Namun virus di dalam tubuhnya juga hidup tanpa membahayakan nyawanya selama proses cryogenik ini tidak dihentikan paksa. Kami sudah terlalu banyak mengorbankan obyek untuk percobaan.

Dewan Tertinggi masih memperbolehkan kami terus melakukan percobaan dengan syarat obyek tidak boleh mati akibat percobaan kami seperti abad-abad sebelumnya.

Karena virus yang kami injeksi ke tubuh obyek sangat berbahaya dan merupakan salah satu virus terkuat yang ada di bumi, maka untuk tetap mematuhi perintah Dewan Tertinggi sekaligus memerangkap virus super berbahaya tersebut, inangnya kami cryo di lapisan es yang sangat tebal di Kutub Utara. Kami tidak memilih Kutub Selatan karena melihat potensi kerusakan yang lebih cepat di sana. Banyak sekali mineral dan unsur berharga bumi ada di sana. Kami memprediksi makhluk bumi akan memanfaatkannya dalam bentuk eksploitasi yang tidak terkendali.

Kutub Utara kami pilih karena merupakan daerah bertuan yang tentu akan membuat makhluk bumi berpikir dua kali untuk merusaknya. Sedangkan Kutub Selatan merupakan daerah bebas tak bertuan.

Kami sama sekali tidak berharap obyek kami ditemukan. Kalaupun hal itu terjadi kami meminta supaya obyek segera dimusnahkan. Kecuali apabila obyek kami telah menulari makhluk bumi yang lain, maka obatnya ada pada obyek kami juga. Uraikan jejak radiasi kosmik dan gamma di tubuh obyek untuk mengembangkan obat melawan virus purba tersebut.

Obyek kami sangat berbahaya bagi makhluk bumi. Namun sekaligus juga sangat berguna jika sampai terjadi pandemi akibat virus yang ada dalam tubuhnya sudah keluar mengkontaminasi.

Catatan kami yang terakhir, virus di dalam tubuh obyek mempunyai kemampuan tinggi dalam beradaptasi. Meskipun pasti terdapat pencilan makhluk bumi yang kemungkinan imun terhadap virus ini, akan tetapi dengan kecepatan adaptasinya, peluang untuk tertulari lagi tetap tinggi.


Layar itu berhenti menerjemahkan kelanjutan script di dalam chip. Bahkan layar itu tiba-tiba mati. Tercium bau yang sangat aneh keluar dari Star Vision. Buru-buru Profesor Lian dan diikuti yang lainnya mengenakan masker anti radiasi. Profesor yang jenius itu sudah mengantisipasi kemungkinan adanya radiasi setelah sempat memeriksa chip beberapa kali sebelum dibaca Star Vision.

Profesor Lian menghidupkan Pencacah Geiger-Muller yang memang telah dipersiapkannya. Nampak alat tersebut berbunyi yang mengindikasikan sedang terjadi radiasi di lingkungan ini. Indikator pada Pencacah Geiger-Muller memperlihatkan radiasi yang terjadi adalah unsur gamma dan 1 lagi unsur yang tidak bisa dikenali.

Profesor Lian membatin mungkin ini yang disebut radiasi sinar kosmik dalam script tadi. Untunglah radiasi yang terjadi tidak tinggi. Chip itu sangat kecil untuk punya kemampuan memancarkan radiasi yang mematikan.

Semua orang keluar dari kabin dan terdiam di beranda kabin yang nyaman. Script yang telah berhasil diurai tadi sungguh mengejutkan. Jadi Object X adalah benar-benar obyek percobaan. Percobaan yang fatal dan bisa menimbulkan kematian dalam jumlah masif karena virus yang hidup di tubuhnya termasuk virus super berbahaya yang belum ada obatnya.

Meskipun sudah ada petunjuk tentang cara membuat obatnya, namun tidak seorangpun yakin para ilmuwan tahu bagaimana cara mengurai unsur kosmik dan gamma di tubuh Object X.

Ini gila!

* * * *******