Now Loading

Bab 37

Kedasih sampai lupa menutup mulutnya yang terbuka menganga. Awalnya dia mengira akan masuk sebuah ruang temaram yang penuh dengan aroma dupa dan asap hio tipis yang mencekam, namun ternyata itu semua meleset dari bayangannya. Ruang yang mereka masuki memang wangi oleh aroma dupa dan juga ada asap hio mengepul di sudut ruangan. Tapi sisanya adalah peralatan yang rasanya cuma ada di sebuah ruangan kontrol atau komando sebuah operasi besar.

Jajaran layar komputer besar menempel di dinding dengan kokoh. Sementara beberapa keyboard yang tersambung dengan CPU dan server berdengung lirih seperti serombongan lebah mau lewat. Sebuah layar yang menyala memperlihatkan titik-titik merah, biru, dan putih di monitor.

Bukan hanya Kedasih yang tertarik rupanya. Raja menunjuk titik-titik itu dan bertanya kepada Babah Liong.

”Babah, itu titik-titik menandakan apa?”

Babah Liong yang berdiri di bawah layar menatap mata-mata yang penasaran itu satu persatu. Sebagai orang tua yang sehari-harinya membaca buku dan tak pernah berhenti mempelajari sesuatu, apa yang tersaji sekarang sebenarnya juga membuat dirinya senang. Teknologi yang diaduk secara sempurna dengan elemen mistis dan misteri.

”Akhir-akhir ini aku berusaha keras memastikan keberadaan pihak-pihak yang terlibat dalam Perebutan. Titik putih yang kalian lihat adalah Trah Pakuan. Titik Merah adalah Trah Maja. Dan Biru adalah pihak-pihak lain yang juga ikut menceburkan diri semenjak Pencarian hingga nanti Palagan tapi tidak termasuk dalam trah keduanya.”

”Bagaimana caranya Babah bisa mengidentifikasi orang-orang ini masuk di pihak mana dan sedang berada di mana posisinya?” Kedasih melebarkan matanya dalam puncak keheranan.

”Dengan ini Raden Ayu.” Babah Liong berjalan ke sudut dan menunjuk puluhan hio yang ujungnya menyala seperti kunang-kunang.

Kedasih bertambah melongo. Dia sudah sanggup mengerti mengenai manjing kembali dan reinkarnasi. Tapi ini? Putri keraton ini menggeleng-gelengkan kepala.

Sin Liong menghampiri Papanya.

”Papa, kenapa warna biru itu berjumlah banyak sekali? Berarti pihak-pihak luar yang terlibat juga semakin banyak, bukan? Siapa saja mereka Pa?”

Babah Liong menggelengkan kepala.

”Aku bisa mencari posisi mereka tapi tentu saja tidak bisa mengidentifikasi siapa-siapanya. Kecuali bagi mereka yang telah memunculkan dirinya seperti pria Italia di luar tadi, atau bisa juga melalui riset.”

Sin Liong terus mengamati layar itu dengan tekun.

”Papa, titik-titik berwarna merah ini berpusat di satu tempat dan ada titik biru juga di situ. Apakah mungkin mereka ini menjalin persekutuan?”

 

Babah Liong mengangguk.

”Iya. Tentu saja itu semua mungkin. Tempat yang kau maksud itu ada di Bukit Bubat.” Babah Liong mengarahkan laser pointer dan kemudian mengetikkan beberapa perintah di keyboardnya. Layar itu melakukan zooming dan berhenti di level maksimun. Nampak sebuah lansekap perbukitan yang hijau dengan salah satu bukit dikelilingi oleh garis berwarna hitam dan sebuah siluet bangunan besar yang dikelilingi oleh bangunan-bangunan kecil. Titik-titik berwarna merah menyebar di mana-mana di tempat itu. Sebuah titik berwarna biru terlihat mencolok sekali juga berada di situ.

Raja tercenung. Sebuah titik biru ada di lingkungan pusat titik merah. Seseorang yang bukan dari Trah Maja bergabung dan diterima oleh trah tersebut. Itu artinya orang tersebut sangat penting. Karena hanya yang orang-orang penting dari ketiga pihak itu yang bisa tertangkap oleh radar mistis Babah Liong.

Kedasih lebih tertarik menyisir titik putih dengan sudut matanya. Wanita ini penasaran sampai di mana kekuatan Trah Pakuan dalam Perebutan ini. Kedasih memberi isyarat kepada Babah Liong sambil menunjuk keyboard. Babah Liong mengangguk. Wanita ini mengamati layar sebentar lalu mengetik di keyboard. Semua memandang kagum. Kedasih ternyata punya kemampuan di bidang teknologi informatika. Keyboard di ruangan ini bukan tombol perintah dengan konfigurasi biasa. Posisi huruf-hurufnya tidak teratur seperti keyboard QWERTY. Selain itu karena sudah bercampur dengan mistis, hanya orang-orang tertentu saja yang berkategori sebagai Trah Pakuan level tinggi yang mampu mengoperasikannya.

Keyboard itu sangat pemilih pada orang-orang yang boleh menyentuh tombol-tombolnya. Jika orang itu tidak memenuhi syarat, tombol-tombol pada keyboard itu akan melakukan perubahan pada tombol huruf-hurufnya pada periode sepersekian detik. Artinya, orang yang tidak dikehendaki itu tidak akan bisa sedikitpun mengetikkan perintah.

Di layar besar, semua titik merah dan biru menghilang. Hanya tersisa titik putih yang bertebaran di beberapa tempat. Ada puluhan titik di sekitar kota Bogor, Cianjur dan Sukabumi. Beberapa di Jakarta. Beberapa di Bandung. Dan beberapa terpencar di kota-kota lain di Pulau Jawa. Kedasih mengetik lagi di keyboard. Di layar monitor muncul kalimat berkedip; prediksi Trah Pakuan 50 titik Putih.

Kedasih merubah perintah. Layar menampilkan; prediksi Trah Maja 300 titik Merah. Sekali lagi Kedasih memberi perintah. Monitor besar itu memunculkan; Pihak Berkepentingan Lain 75 titik Biru.

Sin Lion tercengang ketika Kedasih terus mengeksplore menu melalui perintah di keyboard. Titik-titik biru itu hanya ada 3 di Pulau Jawa dan sebagian besarnya malah tersebar di seluruh dunia! Mulutnya berdesis lirih namun cukup bisa didengar yang lain.

“China, Belanda, Inggris, Jepang, USA, Perancis. Gila!”

Babah Liong maju ke depan dan memberi tanda agar semua memperhatikan. Kedasih mengembalikan fungsi monitor ke posisi semula.

”Kalian harus tahu. Banyak juga kepentingan dunia internasional terhadap Gerbang Waktu. Di dalam analisaku, China yang dalam sejarahnya dulu banyak berhubungan dengan Pulau Jawa saat Majapahit masih berjaya sebagai kerajaan besar, tidak mau sejarahnya sebagai kekaisaran raksasa di dunia ikut bergeser jika sampai Putri berhasil merubah skenario sejarah di Bubat.”

Semuanya berdiam mendengarkan. Babah Liong melanjutkan analisa dari risetnya akhir-akhir ini.

”Perancis dan Jepang ikut terlibat dalam perkara Gerbang Waktu ini karena punya ketertarikan dari sisi ilmu pengetahuan dan ingin meneliti secara scientific tentang Perjalanan Waktu dan bagaimana Kembali ke Masa Silam.”

Babah Liong terus melanjutkan.

”Belanda, Inggris dan USA adalah negara-negara dengan jumlah Kolektor benda antik dan kuno terbanyak di dunia. Tentu saja mereka sangat berminat untuk bisa masuk Gerbang Waktu dan berburu harta yang tak ternilai harganya LANGSUNG dari masa silam. Bayangkan! Kekacauan seperti apa yang terjadi jika pihak-pihak itu ikut masuk ke dalam Gerbang Waktu?”

Semua orang tercenung pada pikiran masing-masing. Ternyata petualangan membetulkan sejarah yang tragis ini mengundang begitu banyak minat dari seluruh penjuru dunia meski dengan kepentingan yang berbeda-beda.

Raja melihat tatapan kosong Citra. Mendekatinya dan menepuk pundaknya dengan lembut. Pemuda itu berbisik di telinga putri yang manjing kembali itu.

”Jangan khawatirkan situasi ini Citra. Kita akan bisa melewati semua ini bersama-sama.”

Babah Liong rupanya belum selesai.

”Keuntungan kita satu-satunya adalah bahwa Gerbang Waktu itu hanya bisa dimasuki oleh keturunan korban perang Bubat di luar para prajurit dan itupun masih harus disertai oleh reinkarnasi dari keturunan orang-orang Majapahit di luar para prajurit yang terlibat perang dahsyat masa itu. Citra dan Raja adalah sedikit dari syarat lengkap yang tersedia di pihak kita.”

Kedasih yang disergap rasa takjub bukan main oleh penjelasan panjang lebar Babah Liong tadi, bertanya untuk menuntaskan rasa penasarannya.

”Dari urutan peristiwa Manjing, Pencarian, Perebutan, dan Palagan, saat ini kita berada pada episode Perebutan. Kapan kira-kira episode ini akan berakhir dan kapan episode Palagan dimulai, Babah?”

Babah Liong memejamkan matanya sambil menjawab.

Perebutan akan berakhir jika Masnukrip Kuno itu sudah menjadi satu bagian utuh.”

Babah Liong berhenti untuk menarik nafas panjang berulang-ulang. Semua menunggu dengan berdebar-debar.

”Lalu, Babah?” Kedasih yang tidak sabar, mendesak.

Setelah sekali lagi menghela nafas panjang, Babah Liong berkata pelan namun seperti ledakan petir di siang bolong bagi semua yang mendengarkan.

”Episode Palagan adalah episode paling berdarah yang akan terjadi dari semua episode Gerbang Waktu….”

* * * *******