Now Loading

Bab 18

Arctic, 79°58’39.25″S 81°57’32.21″W
Laboratorium Penelitian Pandora


Cecilia menghabiskan waktu sore harinya untuk berbincang dan berdiskusi dengan Dokter Akiko. Banyak bagian cerita yang membuat Cecilia tersentak, ngeri, dan juga penasaran. Dokter Akiko sama persis posisinya dengan dirinya. Sebagai seorang saksi sebuah peristiwa mengejutkan, mengerikan, dan tidak terkendali.

Saat Cecilia bertanya apa yang dikerjakannya selama di Pandora, Akiko mengatakan bahwa dia diperbantukan untuk memonitor Object X setiap hari. Terutama berjaga jika sewaktu-waktu sosok misterius itu terbangun dari tidur panjangnya.

Sepanjang pengetahuan Dokter Akiko, apabila sebuah obyek sudah terhenti masa cryonya yang dalam hal ini bagi Object X adalah lapisan es yang menyelubunginya, seharusnya obyek tersebut tersadar dari komanya.

Tapi ini tidak terjadi pada Object X. itu artinya ada sebuah teknologi yang belum diketahui oleh para peneliti, yaitu bagaimana cara membangunkan obyek tersebut meskipun sudah terlepas dari proses cryo.

Selain itu Akiko juga bercerita bahwa seharusnya Kapten Shinji, Mualim Yoshido, dan seluruh awak kapal Hantaa 05, dikarantina terlebih dahulu sebelum diperbolehkan kembali ke Jepang. Terakhir yang diketahui Akiko, Hantaa 05 ternyata tidak segera kembali ke Jepang. Perintah dari Tokyo mengatakan bahwa Hantaa 05 harus melanjutkan perburuan sebelum kembali ke Jepang.

Akiko mengeluhkan kebijakan perusahaan ini. Terlalu beresiko membiarkan orang-orang yang terlibat di Hantaa 01 terus melakukan aktifitas di tengah orang banyak. Dia belum yakin cara memastikan keberadaan orang yang tertular tapi imun dari infeksi sehingga hanya bersifat sebagai carrier atau inang pembawa saja.

Meskipun yakin dengan akurasi patogen detector yang diaplikasikan kepada Kapten Shinji dan Mualim Yoshido, namun Akiko tahu persis awak kapal Hantaa 05 yang melakukan proses investigasi dan evakuasi di Hantaa 01 tidak diperiksa oleh tim Profesor Sato. Ini yang dikhawatirkan Akiko selama ini.

Hantaa 05 masih melanjutkan pelayaran dan perburuan di sekitar Arctic selama beberapa pekan atau paling lama 3 bulan. Akiko berharap dan sudah meminta Profesor Sato untuk mencari keberadaan Hantaa 05 dan memeriksa mereka secara menyeluruh.

Namun Profesor Sato mengatakan bahwa ini bukan yurisdiksinya kecuali jika ada perintah dari WHO atau pemerintah Jepang. Dan rasanya itu belum memungkinkan sekarang. Skalanya masih kecil dan mesti terlebih dahulu dibuktikan. Atau akan ada kebocoran informasi yang pasti menimbulkan kepanikan.

Cecilia mencatat semua rincian di bukunya. Ada sebuah rencana yang berkelebat di kepalanya dan harus segera dibicarakan dengan Dokter Adli Aslan. Sudah mendekati malam, sekarang waktunya berbincang dengan Cathy.

Sambil menikmati malam yang cerah di belahan bumi utara, Cecilia dan Cathy berbincang ringan di sebuah tempat meluangkan waktu senggang yang disediakan bagi mereka yang tidak ingin berada di dalam ruangan.

Sebuah taman kecil tanpa tumbuh-tumbuhan dan hanya dilengkapi lampu dan api yang terus menyala dari sebuah saluran pipa gas sehingga mereka yang sedang berekreasi outdoor tidak terlalu kedinginan.

Cecilia dan Cathy menikmati segelas kopi dan cemilan ringan sengaja berbicara panjang lebar tentang masa lalu mereka tanpa menyinggung sedikitpun tentang pekerjaan. Taktik ini sudah disepakati sebelumnya untuk menghindari mata dan telinga yang terus mengawasi dan mendengarkan dari sudut paling tersembunyi dalam wadah teknologi.

Besok di ruang analisa data, Cecilia dan Cathy akan berbincang serius mengenai informasi yang telah didapatkan oleh Cathy.

Saat ini mereka bercakap-cakap tentang banyak hal yang sangat membosankan, terutama bagi seseorang yang sedang berada di dalam sebuah kamar di komplek Pandora sambil mengendalikan sebuah super mini robot yang secara fisik berbentuk serangga Solifugus.

Dia sudah memprogram robot itu agar mengikuti Cecilia di manapun dia berada. Kecuali di dalam laboratorium yang bisa dengan mudah membaca penyusup. Apapun bentuknya. Tapi di laboratorium dia mempunyai telinga sehingga dia masih bisa memata-matai dokter wanita yang kelihatan cerdas itu.

Perintah dari bosnya di belahan bumi sebelah sana jelas. Dia harus memonitor semua perkembangan baru yang ada di Pandora. Kedatangan Cecilia yang tiba-tiba menarik perhatiannya. Dan mungkin inilah salah satu jenis perkembangan baru itu. Bosnya yang super kaya adalah orang yang tidak sayang membuang uang demi sebuah prinsip yang semenjak dulu dianutnya; Bumi dan populasi di atasnya harus tetap seimbang. Jika terjadi pergeseran keseimbangan karena padatnya populasi, maka segala cara harus dilakukan. Termasuk jika salah satunya adalah melakukan genosida.

Dia baru bertemu dengan bosnya itu sekali. Dan saat itu dia ketakutan sekali mendengar keanehan dan sifat psikopatnya. Meskipun pembawaannya tenang dan kalem, tapi si bos bisa berubah seperti beruang marah saat berbicara tentang manusia yang terus melakukan kerusakan pada bumi.

Kembali orang itu memusatkan perhatian pada perbincangan Cecilia dan Cathy.

Ah, mereka bertele-tele sekali. Berbincang berpanjang-panjang tentang masa lalu. Tidak satu temapun yang menarik perhatiannya. Tidak satupun yang layak ditulis sebagai laporan kepada si bos.

Cecilia memberi isyarat kepada Cathy untuk menyudahi perbincangan. Selain sudah malam, dia juga ingin sekali melakukan pemeriksaan terhadap tanda kecil di pergelangan tangan Object X tadi. Cecilia merasa ini juga informasi kunci yang harus dicari kebenarannya.

Keduanya berpisah. Masing-masing masuk ke kamar dengan gulatan pikiran yang berbeda. Cathy yang sangat senang ada sepupunya di sini. Dan Cecilia yang begitu penasaran mencari tahu arti gambar piramida terbalik.

Cukup lama Cecilia mencoba mencari di internet mengenai tanda itu. Tidak satupun yang menurutnya mendekati kebenaran. Cecilia mengerahkan ingatannya dalam-dalam. Di mana dia dulu pernah melihat tanda itu ya? Ingatan Cecilia lantas berkeliaran dari ruang memori satu ke lainnya.

Of course! Tanda itu pernah diperlihatkan oleh salah satu mahasiswa astronomi kutu buku yang dulu naksir berat dengannya di kampus. Dan saat itu dia menertawakannya karena menganggap si kutu buku terlalu banyak nonton film star wars dan pemuja si robot BB-8 dalam film itu.

Siapa nama si kutu buku itu ya? Rasanya namanya juga seaneh orangnya. Aahh, Willy Booth. Cecilia langsung melakukan pencarian.

Cecilia tertawa terkikik. Ada untungnya juga memiliki nama aneh. Jarang sekali orang lain yang menyamai sehingga mudah dicari di internet. Hmm, Willy sekarang bekerja di NASA. Oh my God! Maafkan aku dulu yang meremehkanmu Will. Kembali Cecilia mengikik geli.

Nyaris beberapa jam Cecilia berusaha mencari kontak Willy Booth. Dia justru mendapatkan dari situs Tinder. Ah kasihan Willy. Rupanya masih sulit mencari jodoh. Cecilia mengetik email.

Dear Will. Kau masih ingat aku? Cecilia Gordon? Aku menulis ini untuk memastikan kau baik-baik saja dan eh aku perlu bantuanmu untuk mengidentifikasi satu hal yang berkaitan dengan astronomi. Kau mau membantuku kan? Kau ingat dulu pernah menunjukkan padaku sebuah tanda atau simbol piramida terbalik bukan? Please bisa kau jelaskan lagi itu tanda apa ya Will?

Saat kau pulang ke London nanti jangan lupa kontak aku untuk ngopi-ngopi. Thanks Will. Bye. Cecil.


Cecilia tersenyum kecut begitu menekan tombol send. Dia tidak yakin Will mau membalas emailnya. Dulu dia menolaknya mentah-mentah.

Ting. Suara email masuk.

Cecilia terbelalak melihat begitu cepat Will membalas emailnya. Sekaligus tentu saja bersyukur rasa penasarannya terbayarkan dengan segera.

Hi Cecil yang cantik. Terimakasih sudah email aku. Aku sangat surprise dan senang. Tanda piramida terbalik adalah simbol dari pesawat UFO yang ada di Area 51. Kabari aku lagi jika masih ada yang bisa aku bantu dear Cecil. Cheers. Will.

Kali ini Cecilia bukan hanya terbelalak. Rasanya semua biji matanya hendak melompat keluar. Jadi benar?

* ********