Now Loading

Bab 10

Perairan Arctic, 64° 52′ 18″ N, 19° 14′ 30″ W
Kapal Voyager


Kapten Magnus menatap profesor Jepang di hadapannya. Beberapa kali manggut-manggut mendengarkan penjelasannya yang cukup terperinci. Siapapun akan menaruh hormat kepada Sato Hidoyuki. Orang genius yang memimpin penelitian di kapalnya.

"Mereka selalu menyertakan seorang dokter senior di setiap kapal jahanamnya Kapten. Karena perburuan Paus bisa berlangsung berbulan-bulan lamanya sehingga cukup punya resiko tinggi bagi kesehatan awak kapal,”Mata Profesor Sato nampak menyala. Dia memang paling membenci perburuan Ikan Paus. Mamalia langka tak bersalah yang dijadikan obyek komersialisasi.

"Jadi indikasi infeksi virus yang diinformasikan banyak benarnya. Oleh sebab itu kita tidak boleh lengah. Aku sudah meminta para dokter di kapal ini untuk mempersiapkan semuanya. Dan apa tadi? Object X? Aku pikir ini ada hubungannya dengan patahnya lapisan kedua es kutub beberapa saat yang lalu. Kita harus sangat hati-hati.”

Kembali Kapten Magnus mengangguk paham. Dia tidak akan memerintahkan membuat jembatan antar geladak untuk proses evakuasi sebelum tim dokter Voyager memeriksa apa sesungguhnya yang sedang terjadi di Hantaa 01.

Di geladak Voyager, 3 orang dokter dan 2 ahli biologi telah menggunakan pakaian lengkap Infectious Disease Protection atau IDP. Bersiap-siap melakukan evakuasi saat perintah diberikan oleh Profesor Sato.

Kapten Magnus membuat manuver surveillance begitu Voyager mendekati Hantaa 05. Tidak ada yang mencurigakan. Hanya nampak kesibukan di geladak. Rupanya kedua kapal Hantaa itu telah saling tersambung.

"Tim kami akan naik ke kapal anda Kapten Hikaru. Tolong beri jalan…roger,”Kapten Magnus berbicara di radio menyampaikan maksudnya setelah dibuka dengan saling berkenalan tadi.

"Roger Kapten Magnus. Silahkan…over and out!”terdengar jawaban Kapten Hikaru. Sebuah jembatan hidrolik diaktifkan menyambung ke geladak Voyager.

Profesor Sato yang juga memakai IDP menyusul tim dokter di geladak Voyager melangkah terlebih dahulu menyeberang ke Hantaa 05. Mereka orang-orang Jepang. Paling tidak dia bisa menangkap gelagat terlebih dahulu jika terjadi apa-apa terhadap timnya.

Penyeberangan berlangsung mulus. Profesor Sato memberi isyarat bertanya kepada orang berbaju kapten di hadapannya. Kapten Hikaru mengarahkan telunjuknya ke Hantaa 01 yang berantakan.

Kembali Profesor Sato dan timnya menyeberang. Kapten Hikaru yang penasaran rupanya ingin ikut menyeberang. Profesor Sato menggerakkan tangannya memberi isyarat. Jangan ikut kecuali kau menggunakan IDP. Kapten Hikaru mengurungkan niatnya.

Begitu sampai di geladak Hantaa 01, Profesor Sato menggeleng-gelengkan kepala. Kapal ini sangat berantakan. Entah apa yang terjadi dengan kapal sebesar ini hingga mengalami situasi sekacau begini.

Mualim Ichiro menunjuk ke arah 3 tubuh di atas tandu yang masih tak sadarkan diri. Tim dokter mendekat dan memeriksa dengan cermat. Termasuk mempergunakan sebuah alat pendeteksi canggih yang disebut Patogen Detector. Monitor alat tersebut bersih dan tidak ada tanda-tanda infeksi patogen.

Setelah memberi tanda jempol bahwa aman untuk mengevakuasi 3 orang itu kepada Kapten Hikaru di seberang kapal, Profesor Sato memberi isyarat bertanya kepada Mualim Ichiro. Di mana Object X? Mualim Ichiro membalas isyarat agar mereka mengikutinya turun ke bawah geladak Hantaa 01.

Profesor Sato bergidik saat harus melewati mayat-mayat awak kapal yang berserakan di lorong dan ruang perpustakaan sebelum akhirnya mencapai luar ruangan isolasi. Mualim Ichiro menunjuk ke dalam ruangan yang memang belum dibuka semenjak tadi.

Meskipun baru melihat dari jauh dan dari luar ruangan, kali ini Profesor Sato tidak hanya bergidik. Namun setengah menggigil saat mengetahui apa yang sedang terbujur di dalam.

Naluri penelitinya mengatakan Object X adalah sesuatu yang langka, aneh, dan termasuk unknown object. Mualim Ichiro membuka pintu dan memberi jalan tim dari Voyager masuk.

Tim dokter segera bekerja dengan cekatan. Sebelum memakaikan pakaian isolasi terhadap Object X, salah seorang dokter melakukan pemindaian menggunakan Patogen Detector.

Terdengar bunyi nyaring menyakitkan telinga saat alat tersebut memindai sekujur tubuh Object X. Profesor Sato melihat di layar monitor detektor penuh dengan titik-titik berwarna biru. Virus!

Pimpinan dokter yang bernama Dokter Natasha menunjukkan bawah layar detektor kepada Profesor Sato. Mollivirus sibericum.

Tanpa sadar Profesor Sato terhenyak mundur ke belakang. Mollivirus sibericum adalah virus super berbahaya yang terkubur di kedalaman es kutub! Bagaimana mungkin tubuh wanita ini penuh dengan virus tersebut? Dan wanita ini tidak mati? Super carrier?

Di dalam maskernya, wajah sepias kertas Profesor Sato tidak terlihat. Namun nampak sekali dari gestur tubuhnya profesor ahli mikrobiologi ini sangat gentar.

Profesor Sato memberi isyarat agar treatment dilanjutkan. Tubuh kaku itu dibungkus dengan hati-hati dalam polymer isolasi yang telah divakum dan setelah ditutup otomatis akan bertekanan negatif. Selanjutnya tubuh itu dibungkus lagi dengan body bag yang juga bertekanan negatif dan mempunyai alat khusus yang bisa menyemprot desinfektan secara berkala di dalamnya.

Dokter Natasha menghidupkan alat komunikasi di dalam helmnya.

"Tolong kirimkan peti polymer bertekanan kesini. Kami sangat perlu. Letakkan saja di geladak dan tolong sampaikan kepada Dokter Su Ying agar ruang isolasinya segera dikondisikan bertekanan negatif.”

Dokter Natasha juga berbicara kepada Profesor Sato melalui alat komunikasi canggih yang tertanam di helmnya.

"Prof, tolong negosiasikan dengan Kapten Kapal Hantaa 05 agar dokter yang masih pingsan dari kapal ini ikut kita ke Voyager. Ini sangat PENTING!”

Profesor Sato mengangguk dan beranjak keluar untuk menyeberang ke Hantaa 05.

Proses evakuasi Object X sangat rumit dan cukup lama. Tim dokter dari Voyager benar-benar sangat berhati-hati dalam menanganinya. Peti yang telah berisi Object X pun tidak diperbolehkan dibawa menyeberang menggunakan jembatan hidrolik antar geladak.

Peti itu akhirnya diangkat menggunakan crane Hantaa 05 untuk kemudian didaratkan di geladak Voyager. Dengan super hati-hati.

Di anjungan Hantaa 05, Profesor Sato yang telah membuka IDP-nya berbincang dengan Kapten Hikaru yang telah ditemani juga oleh Kapten Shinji Akira, Yoshido dan Dokter Akiko. Ketiganya telah berhasil disadarkan oleh dokter kapal Hantaa 05. Meskipun dalam kondisi masih shock dan lemah namun Dokter Akiko memaksa untuk ikut menyaksikan proses evakuasi Object X yang melelahkan itu.

"Hikaru san, Shinji san, saya akan sangat berterimakasih kepada anda sekalian jika Dokter Akiko diijinkan ikut dengan kami ke Voyager. Kami sangat membutuhkan keterangan dan pengalaman dia mengenai Object X.”

Kapten Hikaru dan Kapten Shinji saling berpandangan. Tentu saja mereka sepakat akan menolak. Namun sebelum salah satu menanggapi, Dokter Akiko menukas dengan cepat.

"Haik Sato san. Saya akan ikut dengan anda. Hikaru san, Shinji san, saya akan kembali ke Tokyo setelah urusan di Voyager beres.”

Kapten Shinji yang merupakan atasan langsung Dokter Akiko melihat kesungguhan dan permohonan pada mata Dokter Akiko, mengangguk. Dokter Akiko membungkukkan tubuhnya berterimakasih.

"Sato san, apa yang harus kami lakukan terhadap Hantaa 01?”Kapten Hikaru bertanya karena memang dia tidak tahu harus berbuat apa. Urusan ini jauh lebih rumit dari sekedar kapal rusak.

"Jangan tenggelamkan! Bakar kapal itu! Sampai habis…”Profesor Sato menjawab tegas.

"Kenapa harus seekstrim itu Sato san? Kami bisa membawanya ke galangan untuk kami perbaiki,”Kapten Hikaru mencoba berkeras.

"Saya setuju dengan Sato san!  Baik, kami akan laksanakan sarannya,”Kapten Shinji menyela cepat sambil menggamit lengan Kapten Hikaru. Dia tahu apa yang sudah terjadi dan seperti apa bahayanya jika Hantaa 01 tidak segera dimusnahkan. Dia yang akan bertanggung jawab kepada pimpinan perusahaan nanti.

Kapten Hikaru tidak bisa berkata apa-apa lagi. Memerintahkan anak buahnya untuk memutus jembatan hidrolik dan menjauh dari Hantaa 01 setelah menyemprotkan gasolin di seluruh badan kapal Hantaa 01.

Setelah dirasa situasi aman bagi Hantaa 05 dan Voyager, awak kapal Hantaa 05 menembakkan suar ke kapal Hantaa 01. Kontan api berkobar besar melahap seluruh badan kapal.

Kapal Hantaa 01 akhirnya habis tinggal kerangka, miring dan kemudian tenggelam.

Tidak seorangpun menyadari, jenazah Asuka yang berada di ruang pendingin hanya sebagian tubuhnya yang terbakar lalu terlepas keluar dari rangka kapal dan hanyut terbawa arus ke arah perairan Skandinavia.

**********