Now Loading

Bab 9

Perairan Arctic, 64° 52′ 18″ N, 19° 14′ 30″ W
Kapal Hantaa 05


Kapten Hikaru melambatkan Hantaa 05. Dari kejauhan nampak siluet Hantaa 01. Kapal itu terlihat miring. Terkena hantaman badai sekali lagi, Hantaa 01 tidak akan bertahan. Untungnya dia cepat-cepat putar haluan setelah mendapatkan instruksi dari Tokyo.

Kapten yang masih cukup muda ini mengangkat teropongnya. Hantaa 01 seperti kapal hantu. Tidak terlihat satu orangpun di geladak maupun buritan. Mereka semua kemana?

"Siapkan tali! Begitu mendekat dengan Hantaa 01, kita evakuasi orang-orangnya. Setelah teknisi melakukan surveillance barulah kita memutuskan apakah bisa digandeng atau tidak ke Reykjavik," Kapten Hikaru memberi perintah.

Hantaa 05 lebih kecil dibanding Hantaa 01. Namun kapal ini masih baru dengan kapasitas mesin yang jauh lebih besar karena memang diharapkan menjadi ujung tombak perburuan Paus di perusahaan ini.

Kapten Hikaru membuka komukasi di frekuensi umum yang biasa dipergunakan oleh kapal-kapal yang melintas di perairan Arctic.

"Hantaa 01 monitor, ini Hantaa 05. Kami menangkap sinyal SOS anda dan saat ini kami sedang mendekat. Bersiap untuk evakuasi...over!"Tidak terdengar sahutan dari Kapten Shinji maupun Mualim Yoshido.

Kapten Hikaru hendak meraih kembali Marine VHF Radio ketika terdengar sahutan dari speaker.

"Hantaa 05 monitor, Voyager di sini? Anda perlu bantuan? Jarak kami sekitar 5 NM dari kapal anda...over!"

Kapten Hikaru terkejut. 5 Nautical Mile tidak terlalu jauh. Voyager? Diraihnya teropong sambil melihat radar di hadapannya. Terlihat titik berkedip dengan jarak tidak terlalu jauh dari Hantaa 05. Dari lensa teropong, nampak sebuah kapal canggih pemecah es berukuran besar di arah jam 7 dari Hantaa 05. Pantas tadi tidak terlihat.

"Hantaa 05 monitor Voyager....SOS Hantaa 01 kerusakan lambung...kami akan kontak anda setelah kami berhasil melakukan kontak dengan Hantaa 01...over!"

"Voyager monitor Hantaa 05...dicopy...kami akan buang sauh di sini just in case...over and out!"

Kapten Hikaru menjadi lebih lega. Meskipun kapal pemburu Paus banyak tidak disukai oleh kapal lain tapi dalam situasi emergency semua pelaut di manapun pasti bersedia saling memberi pertolongan.

Saat jarak Hantaa 05 dengan Hantaa 01 semakin dekat. Terlihat jelas sekali kalau Hantaa 01 memang benar-benar seperti kapal hantu. Bahkan di anjungan nahkoda sama sekali tidak terlihat manusia. Kapten Hikaru mulai cemas.

Awak kapal Hantaa 05 bergerak cepat menggandeng Hantaa 01. Dengan ketrampilan tinggi, para awak Hantaa 05 berhasil memasang sebuah tangga hidrolik yang menghubungkan Hantaa 05 dengan Hantaa 01. Mualim Hantaa 05 bernama Ichiro memimpin anak buahnya menyeberang setelah terlebih dahulu memasang individual safety pada crane yang terhubung dengan tangga hidrolik.

Kapten Hikaru memonitor pergerakan semua anggotanya melalui kamera yang terpasang di helm mereka.

Mualim Ichiro yang mendarat paling depan di geladak Hantaa 01 terhenyak kaget bukan main melihat kondisi Hantaa 01 yang porak poranda. Kapal ini seolah-olah baru pulang dari perang dunia ke 2. Kami-sama...

Mualim Ichiro bergerak hati-hati di antara barang-barang yang berserakan. Naik ke anjungan kapal dan tidak ada siapa-siapa di sana. Alat komunikasi masih berfungsi. Juga layar-layar monitor itu masih menyala. Mualim Ichiro meneliti satu demi satu layar monitor.

Tidak ada siapapun terlihat di mana-mana.

Mualim Ichiro sangat cerdas. Dia memberi isyarat agar semua mengikutinya. Mereka menuruni tangga menuju klinik.

Begitu sampai di anak tangga terbawah, nyaris saja Ichiro terjatuh. Kakinya tersandung sesuatu. Ichiro hampir menyumpah-nyumpah tapi niat itu diurungkannya seketika begitu melihat yang menghalangi jalannya adalah.... tubuh manusia!

Mayat! Mayat berserakan di lorong ini. Semuanya tewas dalam kondisi aneh dan mengenaskan. Tubuh dan wajah berubah warna biru pekat. Dan leher mereka rata-rata patah atau tersayat. Gila! Monster macam apa yang bisa membunuh sekeji ini!

Dengan sangat berhati-hati, Mualim Ichiro beserta anak buahnya terus maju. Mereka berharap masih ada yang hidup dan bisa diselamatkan.

Kapten Hikaru melihat semua kejadian dari layar monitornya. Bencana apa yang melanda Hantaa 01? Sebuah suara di speaker mengejutkannya.

"Kapten, hampir semua awak kapal telah tewas. Kami hanya menemukan 3 orang penyintas. Kapten Shinji, Mualim Yoshido, dan Dokter Akiko. Mereka tergeletak pingsan di kabin Kapten. Aneh sekali! Sepertinya mereka pingsan karena sengaja menghirup Chloroform. Di tangan mereka masing-masing memegang sebotol Chloroform yang tak bersisa."

Astaga! Kapten Hikaru mengusap keringat di keningnya. Pasti ada peristiwa hebat di Hantaa 01. Kapten Hikaru menenangkan diri dan segera memerintahkan evakuasi bagi ketiganya.

"Tunggu! Kapten, Dokter Akiko tersadar. Dia ingin berkomunikasi dengan Kapten!" Mualim Ichiro berkata setengah excited.

Terdengar suara lemah seorang perempuan.

"Hikaru san. Sebelum evakuasi kami, tolong periksa dulu apakah ada anak buah anda yang sedang terluka secara fisik?"

Kapten Hikaru melongo. Pertanyaan macam apa ini? Tapi sebelum Kapten Hikaru menjawab, Dokter Akiko kembali berkata lemah.

"Virus Kapten...virus. Tolong hati-hati. Kalau ada anak buah anda yang terluka tolong tidak usah evaluasi kami. Evakuasi saja Object X yang ada di ruang isolasi klinik. Tempatkan di ruang isolasi Hantaa 05 please." Suara itu semakin melemah.

Mualim Ichiro kembali mengambil alih komunikasi. Mengabarkan bahwa Dokter Akiko kembali pingsan. Kapten Hikaru mengambil keputusan.

"Persiapkan evakuasi ketiga orang itu dan juga Object X di ruang isolasi. Pilih orang-orang yang sehat dan tidak terluka untuk mengevakuasi. Dokter Ken, tolong persiapkan ruang isolasi. Sekalian juga persiapkan desinfektan sprayer. Semprot mereka semua sebelum naik Hantaa 05. Saya akan perintahkan saat yang tepat untuk melakukan transfer."

Kapten Hikaru meraih teropong. Memperhatikan dengan teliti nama lambung Voyager. Voyager Scientific Research.

Kapten Hikaru menghidupkan VHF radio. Voyager adalah kapal riset. Pasti mereka punya peralatan yang lengkap.

"Hantaa 05 monitor Voyager....SOS Hantaa 01 indikasi infeksi virus...mohon bantuan..over!"

Lama tidak terdengar jawaban. Lalu,

"Voyager monitor Hantaa 05...dicopy. Tunggu kami akan merapat. Tunda evakuasi...over and out!"

Kapten Hikaru langsung menghubungi Mualim Ichiro untuk bersiap di geladak Hantaa 01 tetapi tidak diperkenankan menyeberang sebelum ada perintah darinya. Dia akan menunggu Voyager. Virus? Kami-sama...

*********