Now Loading

Skenario Mengerikan

Semua orang saling pandang.  Bergantian.  Masing-masing mata saling bertanya.  Bagaimana cara membuka pintu laboratorium ini dengan seaman mungkin.  Sesungguhnya, tidak ada satupun yang tidak penasaran dengan apa yang ada di dalam laboratorium.  Kecuali Cindy, yang lain sama sekali tidak menduga bahwa apa yang ada di laboratorium adalah sesuatu yang berbahaya.

Selagi mereka berpikir bagaimana cara membuka pintu, mendadak kapal berguncang hebat.  Malah rasanya kapal seperti hendak terguling ke kiri.  Semua orang berpegangan pada apa saja yang di dekatnya.  Ben malah sempat terpelanting ke lantai.

Guncangan itu berhenti.  Semua orang bernafas lega.  Mereka tidak mau terjadi sesuatu yang tidak bisa dikendalikan.  Terutama Ran.  Dia selalu memperhitungkan semua hal sedetail mungkin.  Karena itu begitu guncangan berhenti dia segera membagi tugas kepada teman-temannya.

“Ben, pergi ke ruang kemudi.  Perhatikan semua layar monitor.  Jika ada sesuatu yang berbahaya, beri kode dengan klakson kapal 3 kali.  Jika ada petunjuk yang memerlukan tindak lanjut, beri kode 2 kali.  Apabila sudah aman dari bahaya, kodenya 1 kali.”

“Tet, kau temani Cindy di sini.  Cari apa saja yang bisa menjadi petunjuk bagaimana cara membuka pintu laboratorium.”

“Rabat, kau ikut aku memeriksa kondisi kapal mulai dari luar.  Aku khawatir dengan guncangan tadi.”

Perintah yang runut dan jelas itu langsung diiyakan teman-temannya.  Ben berlari ke atas.  Cindy dan Tet mulai menyelidiki panel-panel yang banyak terdapat di ruangan depan laboratorium.  Rabat mengikuti Ran menuju lubang keluar untuk memeriksa keadaan.

----

Ben memaku matanya ke semua layar monitor satu persatu.  Tidak ada yang aneh kecuali.......wah apa itu?!  Ben mendekatkan wajahnya ke layar monitor besar yang terbagi dalam 6 seksi.  Seingatnya jajaran tabung besar di dalam laboratorium itu tertutup semua.  Tapi ini, terbuka semua!  Hanya saja tidak terlihat jelas apa yang ada di dalamnya karena tabung itu mengeluarkan semacam uap yang sangat tebal. 

Ben melihat juga di layar monitor yang lain Cindy sedang membuka sebuah buku tebal sambil duduk di lantai.  Entah apa yang dibacanya tapi Ben sempat melihat sekilas judulnya yang besar; MANUAL...

Ben mengalihkan pandangan pada layar monitor yang memantau keadaan di luar kapal.  Dilihatnya Ran dan Rabat sedang berdiri di luar sedang mengamati lautan bergantian dengan dinding kapal.  Kemudian Rabat terlihat setengah melompat mengambil sesuatu yang tergeletak di batu karang. Sesuatu yang besar, runcing dan berkilauan. 

----

Cindy dengan tekun terus membaca buku manual panel dan instrumen laboratorium yang ditemukan di sebuah laci almari besar di pojok ruangan.  Kemampuan anehnya membuat Cindy membaca dengan sangat cepat sekaligus juga langsung mengerti. 

Kode akses ruangan ini bisa ditemukan di catatan kapten kapal di anjungan.  Cornea Identificator harus menggunakan mata orang-orang yang telah diregister dengan level tertentu.  Di dalam buku disebutkan ada 3 orang yang punya wewenang untuk itu.  Finger Printer juga mesti menggunakan jari 3 orang tersebut.

Cindy meneliti daftar nama 3 orang tersebut; kapten Dev, kepala lab Sandra, dan kepala security Bock.  Hmm, dimanakah dia bisa menemui orang-orang yang disebutkan ini?  Kapal ini kosong tanpa penghuni.  Barangkali semua orang telah mati.  Cindy mengangkat bahu.  Meneruskan membaca.

Tet terus membongkar isi lemari yang banyak berisi buku dan jurnal ilmiah.  Nyaris semua mengenai rekayasa genetika dan hybrida.  Tet menggeleng-gelengkan kepala ketika melihat gambar-gambar yang menunjukkan hasil rekayasa genetika dan hybrida di salah satu buku.  Gila! Percobaan gila dengan hasil yang lebih gila!

Mata Tet terantuk pada semacam brankas kecil dari kaca.  Nampak sederetan microchip yang tersusun rapi di dalamnya.  Mungkin ada 4-5 microchip.  Tet mencoba mengotak atik agar brankas kaca itu bisa dibuka.  Ada sederet kode yang harus dipecahkan.  Tet mengeluh dalam hati.

Tet hampir terjengkang saat sebuah tangan merenggut brankas kaca yang dipegangnya.  Cindy!  Gadis itu memegang alat pemadam portable yang seketika langsung diayunkan menghantam brankas kaca tersebut.  Praannggg!  Pecahan kaca berhamburan.  Dan.... kapal itu kembali berguncang!

----

Bersambung ke bab Pasukan Kematian