Now Loading

BAB II. NAMAKU DEVI (BAGIAN 2)

3556P terbangun oleh sirene pagi. Ingatan tentang hari sepuluh tahun yang lalu menghilang saat matanya terbuka.  Dia keluar dari tempat tidurnya, berjalan menyusuri lorong sempit yang gelap ke ruang makan makan lalu duduk di meja makan.

“Kamu akan makan dengan tenang pagi ini?” tanya ayahnya yang duduk di ujung meja, menatap ke arah putrinya.

“Ya, 3554L.”

Ibunya berada di ruang lain, membuka setiap paket makanan dan meletakkan isinya ke dalam piring. Apapun yang akan dikonsumsi sebelum pemeriksaan pagi berwarna merah, kental, dan tidak menimbulkan selera. Suasana hati 3556P sedang baik. Dia akan menyantap makanannya tanpa mengeluh. Kenangan akan neneknya membuatnya bersemangat.

Ibunya selesai menyiapkan makanan dan meletakkan pisau yang digunakan untuk membuka setiap paket di laci kecil. Lampu kecil di laci berkedip dan terdengar bunyi ‘bip’, menandakan bahwa laci itu terkunci, dan tidak ada yang bisa menggunakan isinya sampai berbunyi bip berikutnya di sore hari menjelang makan malam.

3555P meletakkan piring di depan masing-masing anggota keluarga dan duduk di kursinya sendiri. Saat keluarga mulai sarapan, 3556P menyadari bahwa dia tidak dapat mengingat seperti apa wajah kedua orang tuanya. Dia bisa mengingat neneknya dengan jelas, tapi tidak bisa mengingat orang tuanya sendiri. Yang bisa dia lihat dari mereka selama sepuluh tahun terakhir adalah tatapan mata yang dingin melalui tudung kepala mereka. Mereka tidak pernah berbicara dengannya seperti neneknya. Devi  penuh keakraban dan kehangatan. Sebaliknya, orang tuanya hanya memberinya petunjuk.

Tadi malam, ketika ayahnya memaksanya makan, adalah pertama kalinya dia melakukan kontak dengannya. Neneknya selalu memeluk dan menciumnya, bahkan ketika kontak fisik menjadi ilegal. Neneknya selalu tersenyum, bahkan ketika tidak ada alasan untuk tersenyum. 3556P ingat bahwa melalui tudungnya, dia bisa merasakan bahwa neneknya tersenyum padanya.

Pikiran-pikiran seperti itu membebani dirinya sepanjang waktu.

Mereka makan dengan sungguh-sungguh sampai semua piring bersih. Pemeriksaan pagi ini tidak akan menimbulkan masalah. Pengawas pagi menguji ketiga anggota keluarga dan memberi tablet pelajaran untuk hari itu kepadanya.

3556P meneliti file dari benda itu. Lebih besar dari biasanya. Dia tidak terkejut. Tidak diragukan lagi, Dewan Pendidikan menambahkan lebih banyak aturan sejak upaya melarikan diri tadi malam. Setelah membaca aturan baru, 3556P akan dapat menyimpulkan bagaimana orang ini mencoba melarikan diri, dan kesalahan apa yang dilakukannya.

“Bolehkah aku mempelajarinya di kamarku?” dia bertanya.

"Pergilah," kata ayahnya sambil melambai dan membaca Paket Informasinya sendiri, pelajaran versi orang dewasa.

Dia bergegas ke kamarnya dan duduk di kursi. Dia melepas tudungnya untuk melihat lebih baik dan membuka file. 812 halaman pertama sama seperti biasanya:

UNDANG-UNDANG BARAK F: REVISI HUKUMAN EKSEKUSI ATAU PENDISIPINAN.

UNDANG-UNDANG 1865/H: TANDA PENYAKIT APA PUN HARUS SEGERA DIOBATI DENGAN PIL-13. KEGAGALAN MELAKUKAN BERAKIBAT EKSEKUSI (BERLAKU EFEKTIF: 2 MEI 2033)

UNDANG-UNDANG 2196/D: SETIAP WARGA SIPIL YANG MEMBAWA SENJATA AKAN DIEKSEKUSI. (BERLAKU EFEKTIF: 11 SEPTEMBER 2035)

UNDANG-UNDANG 3300/C: SETIAP WARGA SIPIL YANG BELUM MEMILIKI CHIP SENSOR SAMPAI DENGAN TANGGAL 4 DESEMBER 2035 AKAN DIEKSEKUSI PADA TANGGAL 5 DESEMBER 2035. (BERLAKU EFEKTIF: 10 OKTOBER 2035)

UNDANG-UNDANG 4879/K: WARGA SIPIL HARUS MEMAKAI JUBAH DAN TUDUNG SETIAP SAAT KETIKA BERADA DI LUAR BARAK AREA MEREKA SENDIRI. KEGAGALAN MELAKUKAN JADI AKAN MENYEBABKAN PENDISIPLINAN. (BERLAKU EFEKTIF: 11 MARET 2053)

Berderet Undang-undang yang melelahkan dan telah dihapal luar kepala oleh 3556P terus berlanjut. Dia menggeser-geser halaman pelajaran di layar sentuh sampai menemukan bagian yang dicarinya:

TAMBAHAN

UNDANG-UNDANG 3499/F: SETIAP SIPIL YANG BERUSAHA UNTUK MENGHAPUS CHIP SENSOR AKAN DIEKSEKUSI. (BERLAKU EFEKTIF: 14 FEBRUARI 2065)

Orang yang dieksekusi tadi malam mencoba melarikan diri dengan mencabut chip sensornya.

3556P merasakan tengkuknya berdenyut dan membayangkan bagaimana jika dia mencoba melakukannya. Dia mengusap benjolan di bawah kulitnya dengan ujung jari dan bergidik. Pernah dia berpikir bahwa tanpa chip tidak mungkin mereka bisa menangkapnya. Jelas dia salah.

Dia baru saja hendak menutup file pelajaran dan bersiap untuk ujian ketika melihat hukum baru lainnya:

HUKUM 3553/P: SETIAP WARGA SIPIL YANG MENDIDIK TANPA IZIN PENDIDIKAN AKAN DIEKSEKUSI. (BERLAKU EFEKTIF: 14 FEBRUARI 2065)

Perutnya mual. Makanan yang disantapnya tadi naik ke tenggorokannya. Undang-undang ini, 3553, diberlakukan karena neneknya.

Dia meletakkan tablet pelajaran di lututnya dan meletakkan kepalanya di meja. Pendidik akan segera ke sana untuk memeriksanya, tetapi dia perlu menenangkan dirinya sendiri. Noda di bawah kakinya adalah darah neneknya, sudah seminggu, tapi masih terasa hangat di lantai yang dingin.

Neneknya telah mencoba untuk mendidik tanpa izin, suatu pelanggaran yang dibayar dengan nyawa.