Bergetar Menyentuh Tiang

Ilustrasi dari google

"Tata, buka pintunya!" 

 

Pintu belum sempat dikoyak, aku kesal karena menunggu adalah hal yang paling menyebalkan. Aku sampai menggaruk-garuk kepalaku yang tidak gatal. Angin lewat menjamah kulitku yang kering, membuat rambut yang terurai berantakan. 

 

Tampak dari luar kaca jendela, tirai abu-abu tersapu ke pinggir dinding. Sebuah televisi tengah menyala, muncul Citra yang berdiri lalu membelakangi layar TV 20 Inci,  menirukan tarian di dalam film india dibarengi oleh Tata, Indi, dan Zoya. 

 

Aku ingin ikut juga sayangnya tidak bisa. Ini kali kelima aku meneriakkan nama Tata namun tak ada jawaban dari mereka. Aku memikirkan cara untuk dapat menerobos ke dalam rumahnya. Justru niat buruk malah yang ku dapatkan. Sungguh aku tak ingin melakukannya sebab itu perbuatan melanggar hukum.

 

Aku memperhatikan sekeliling jalan yang nampak lengang. Bisikan jin terus mendesak, cepatlah naik nanti tontonan Film Kabhi Khushi Kabhie Gham akan tamat. Film drama india yang disutradarai oleh Karan Johar yang diperankan Shahrukh Khan dan Kajol sebagai peran utama. Tapi, idolaku bukan itu, aku lebih suka pasangan Hrithik Roshan dan Kareena Kapoor. Alasannya jelas pasangan ini sangat serasi, apalagi ketika berjoget sangat kompak dan lincah sekali. 

 

Lima menit berlalu aku mendengar suara idolaku sedang bernyanyi. Tak menimbang-nimbang lagi, aku bergegas memanjat pagar dengan memegang tiang lampu teras depan sebagai tumpuan badan, supaya terangkat naik ke atas. Sontak tubuhku bergetar hebat, dimulai dari telapak tangan, lalu seluruh tubuhku ikut tersengat listrik. Aku pun panik dan berteriak, "Ma.. Mama..Tolong!! Ma..  tolong!!"

 

Ibuku langsung keluar rumah, lari tergepoh-gepoh. Untung saja rumahku berhadapan dengan rumah Tata. Jadi kalau ada apa-apa ibu sigap membantu. Mencari sesuatu, untuk melepaskan telapak tanganku yang menempel ke tiang. Ibu meraih sapu lantai dan dibalik. Lalu sapu tersebut dipukulkan ke sikut lengan tanganku. Saat telapak tangan sudah terlepas, tubuhku lemah kaku pun pingsan dalam pelukan ibu. 

 

Kemudian Pak Sofyan yang mengetahui ibu butuh bantuan, tubuhku diangkat olehnya masuk ke dalam rumah. Ketika sudah siuman ternyata aku sudah tidur di atas ranjang. Di dalam ruang kamar ada banyak tetangga yang menonton, berdatangan masuk ke rumahku karena semua penasaran dengan keadaanku. 

 

Semenjak kejadian itu aku sempat troma. Bahkan aku selalu menghindari tiang lampu, dan saklar listrik. Semua yang berhubungan dengan listrik aku hindari. Aku takut barang kali kejadian di masa silam kembali terulang lagi. 

***

 

Pemalang, 13 Januari 2021