Calon Pengganti Jokowi Berdasar Wisik Sanggar Supersemar Jambe 7

Ilustrasi/Ist

Menurut konstitusi, Presiden Joko Widodo tidak bisa mengikuti Pilpres 2024 karena sudah menjabat 2 periode. Artinya, jika tidak ada kejadian politik yang luar biasa, tahun 2024 Indonesia akan memiliki presiden baru.

Meski masih tiga tahun, namun pergulatan politik menuju ke sana sudah mulai intens dilakukan oleh partai politik, termasuk para calon atau kandidat yang ingin bertarung di Pilpres 2024.

Ada banyak media yang dapat digunakan untuk melihat kemungkinan calon yang akan muncul dan menjadi Presiden ke-8. Salah satunya melalui ramalan Jayabaya yang ditulis dalam buku Musasar gubahan Sunan Giri Prapen.

Namun kita pun dapat melihat dari pertanda alam dan wisik atau bisikan batin atau krenteg ati dalam bahasa Jawa, dari tempat-tempat yang dikeramatkan oleh sebagian kalangan. Dan padepokan atau petilasan Jambe 7 di Gunung Selok, tepatnya  di Desa Karangbenda, Kecamatan Adipala Kabupaten Cilacap Jawa Tengah dapat menjadi rujukan untuk tujuan tersebut.

Mengapa Jambe 7 atau pertapaan Ampel Gading?

Konon Gunung Selok merupakan tempat para leluhur turun dari kayangan untuk memberi dawuh atau petunjuk melalui wisik. Tidak mengherankan jika di sini banyak terdapat tempat pertapaan dan padepokan, termasuk Jambe 5. Namun secara spiritual, Jambe 7 dipercaya memiliki energi kegaiban paling kuat bukan hanya di Selok namun juga di tanah Jawa.

Jambe 7 memiliki tiga petilasan yaitu Sang Hyang Wisnu Murti dan dua pusakanya, Kembang Wijayakusuma yang disebut Eyang Lengkung Kusuma dan Cakra Baskara yang disebut Eyang Lengkung Cuwiri.

Sedang bangunan padepokan terbagi menjadi empat sanggar: Sanggar Pamujan, Sanggar Palereman Kakung, Sanggar Palereman Putri, dan Sanggar Supersemar.

Jambe 7 erat kaitannya dengan laku spiritual Presiden Soekarno dan Soeharto.

Ada pitutur yang sangat dipercaya di mana Bung Karno mendapat wahyu kepemimpinan setelah bertapa di tempat yang kemudian dikenal dengan sebutan Jambe 7.  Saat itu hanya berupa gua. Wahyu kepemimpinannya tidak hilang meski sudah dilengserkan. 

Setelah geger 1965, Soeharto datang ke Jambe 7 yang sebenarnya sering dikunjungi, terutama saat menjadi Pangdam Kodam Diponegoro tahun 1956, namun tidak sampai ke lokasi di mana Bung Karno menerima wahyu kepemimpinan.

Soeharto kemudian bertemu dengan Romo Dijat, mahaguru spiritual tanah Jawa. Atas sarannya, Soeharto lantas membangun Jambe 7 dan sekaligus memugar petilasan Soekarno yang sekarang dikenal dengan nama Sanggar Supersemar.

Romo Dijat konon menunjuk Soedjono Hoemardhan sebagai kepala proyek pembangunan Jambe 7 sekaligus penghubungnya dengan Soeharto. Dari sini dapat dipahami mengapa Sudjono yang berpangkat mayor jenderal dan jabatan asisten pribadi Presiden Soeharto bidang ekonomi dan perdagangan, lebih dikenal sebagai sebagai dukun Istana.            

Setelah beberapa kali melakukan ritual, Soeharto mendapat wisik khusus dari pusaka Kembang Wijayakusuma yang dimaknai sebagai restu danyang Jawa atas kepemimpinannya dan sejak itu pula pengaruh kepemimpinan Soekarno di hati masyarakat mulai pudar meski oleh sebagian lainnya tetap diagungkan. 

Sampai saat ini Jambe 7 masih menjadi jujugan para pengalab berkah yang mengharap kenaikan pangkat atau derajat. Namun hanya orang tertentu saja yang bisa melakukan ritual di petilasan Eyang Lengkung Kusuma. Tempat ini khusus untuk calon pemimpin terpilih yang akan digembleng secara spiritual sebelum menerima wahyu kepemimpinan. 

Jambe 7 juga tertutup untuk umum, tidak seperti Jambe 5 yang bebas dimasuki terutama bagi mereka yang ingin ritual ibadah.

Tim Risalah Misteri pernah berkunjung beberapa kali baik ke Jambe 7 maupun Jambe 5. Dari beberapa pertanda dan juga perbincangan dengan seseorang yang tidak bisa disebutkan namanya, muncul gambaran sosok yang akan menjadi pemimpin setelah Presiden Jokowi.

Ada pun ciri-cirinya sebagia berikut:

Laki-laki, berusia cukup matang, kuat secara spiritual, memiliki ketenangan dalam berpikir dan bertindak, memiliki pengalaman pemerintahan yang mumpuni dan memiliki trah atau silsilah kepemimpinan yang jelas.

Siapakah sosok itu? Jika didasarkan pada nama-nama yang sering muncul di media maka Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil serta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan masuk kriteria tersebut.

Namun  tidak tertutup kemungkinan, munculnya sosok lain yang selama ini belum disebut oleh media. Hanya saja jika didasarkan pada kriteria tersebut maka calon dengan usia muda dan perempuan, tidak termasuk.

Namun ini hanya wisik sehingga realitasnya kelak mungkin saja berbeda.

Wallahu a’lam bissawab

Saksikan video liputannya di sini