Video Prank

Prank di Taman

Sebenarnya aku sudah muak dengan gagasan-gagasan Franky. Hanya saja aku tak mampu menolak.

Saluran Youtube “Pranky Franky” miliknya menghasilkan uang ratusan juta per bulan, dan 15 persen jatahku sebagai juru kamera susah ditolak. Apalagi sekarang ini, saat resesi akibat pandemi.

Memang selera anak sekarang susah dimengerti. Semakin gila lelucon yang dibuatnya, semakin viral video tersebut. Umumnya, kurang dari 24 jam setelah diunggah berhasil menggaet ratusan ribu penonton. Dalam sebulan tembus tujuh digit.

Jadilah sore itu aku bersembunyi di balik pohon beringin besar di taman dengan fokus kamera video close up ke wajahnya yang menyeringai jahat, duduk di bangku beton. Untuk opening scene, nanti akan direkam setelah adegan utama selesai. Franky sudah menyiapkan kostum kostum cadangan untuk itu.

Tak jauh di rerumputan di depannya, terbaring Rizal. Dia ikut dalam video lelucon ini karena berkali-kali memohon untuk diikutsertakan. Tapi alasan utamanya karena kaki palsunya.

Taman menjelang senja sepi dan tenang, tetapi kami yakin, cepat atau lambat, seseorang akan datang melintas.

Senja mulai turun mewarnai langit. Daun-daun berubah warna kecokelatan. Burung-burung pulang ke sarang. Namun, panorama dari jendela pembidik terliohat cerah dalam nuansa oranye kemerahan.

Terdengar suara-suara. Siap-siap! Frank memberi isyarat.

Dua orang gadis muda muncul dari tikungan jalur pejalan kaki, mengobrol riuh rendah, tidak menyadari bahwa yang duduk di bangku taman adalah youtuber ternama Franky dan Rizal yang berbaring pura-pura tertidur di rumput sebagai umpan.

“Besok aku enggak bisa datang ke acara kamu. Besok malam deadline kisah misteri. Maaf, ya…”

"Oke, oke…. gue tau lu lagi rajin nulis cerita horor. Padahal Dika datang karena gue bilang lu juga hadir, Sis."

“Salam aja, deh.”

“Salam aja apa salam sayang?”

Dan mereka berdua tertawa terkikik-kikik. Entah di mana yang lucu.

Tunggu saja, Sis. Kami lebih lucu dari kalian!

Ketika gadis-gadis itu mendekati bangku tempatnya duduk, Franky melompat dan menebaskan pisau pemotong daging sebesar golok ke kaki palsu Rizal.

Rizal berteriak dan cat merah muncrat ke mana-mana, termasuk ke muka Franky.

Gadis-gadis itu berhenti dan menatap, terdiam membisu karena terkejut.

Franky bangkit berdiri dan mendekati mereka sambil mengacung-acungkan pisau. Mereka berteriak histeris dan lari terbirit-birit dan Franky tertawa terbahak-bahak. Aku juga.

Tapi kemudian aku sadar bahwa Rizal tidak ikut tertawa. Dia masih berbaring dan badannya bergetar, kejang-kejang.

Aku berteriak, "Frank, lu salah kaki!"

 

Cakung, 17 Desember 2020

Sumber ilustrasi