Metafisika dan Tenaga Dalam untuk Pengobatan

Ilustrasi: ist

Di era modern ini, di mana teknologi-teknologi bidang kedokteran telah semakin berkembang pesat, nyatanya masih ada pula orang yang lebih memilih jalan pengobatan secara tradisional (alternatif). Di antara jalan pengobatan alternatif itu adalah dengan metode yang memanfaatkan kekuatan ilmu-ilmu metafisika dan tenaga dalam.

Adapun alasan-alasan paling mendasar dari sempat dipilihnya jalan-jalan pengobatan yang alternatif ini, selain karena perhitungan faktor biaya yang biasanya bisa lebih ringan, juga adalah karena adanya semacam rasa “ngeri” ataupun trauma manakala harus menjalani pengobatan secara medis atau kedokteran yang sudah memiliki metode dan peralatan serba modern itu. Umumnya merasa ngeri dan tidak mau menjalani proses operasi atau karena takut terkena jarum suntik.

Bahkan ada yang terdengar ironi yakni ketika  dokter dan ahli-ahli medis lainnya mengatakan "sudah tidak mampu" lagi untuk menangani suatu penyakit dari salah eorang pasiennya.

Metafisika

Metafisika adalah sumber kekuatan (energi) yang berasal dari alam. Namun karena sempat dilakukan proses “penyerapan”, maka energi itu pun akan bisa mengendap dan menyatu dengan simpanan-simpanan energi yang berada di dalam tubuh. Sehingga nantinya, akan bisa dimanfaatkan sebagai sumber-sumber kekuatan yang beraneka fungsi. Yang satu di antaranya, adalah untuk pengupayaan pengobatan itu. Oleh karena sumber energi ini asalnya dari alam, maka jumlahnya pun memiliki hitungan yang sangat tidak terbatas.

Sumber energi metafisika ini sesungguhnya sangat mudah sekali untuk diserap. Adapun caranya, bisa dilakukan dengan secara langsung, ataupun dengan cara-cara “dibantu”.

Jika ingin diserap secara langsung, maka sangat dibutuhkan teknik-tekniknya yang khusus. Begitu pula jika hendak “dibantu”, maka haruslah pula dilakukan oleh seseorang atau media yang telah benar-benar memiliki simpanan energi metafisikanya itu dengan hitungan jumlahnya yang cukup.

Apabila sumber energi metafisika ini telah bisa diserap dengan jumlahnya mencukupi, maka dengan secara otomatisnya pula dia itu akan bisa dimanfaatkan sebagai sumber energi penguat. Dimana wujudnya akan berupa gelombang-gelombang elektromagnetik dan terhimpun di sekitaran tubuh. Atau yang dalam bahasa populernya, sering disebut dengan “aura” itu.

Sehingga, jika gelombang-gelombang elektromagnetik (aura) itu keberadaannya telah benar-benar kuat, maka baik itu bentuk, sifat atau fungsinya, akanlah bisa dimanfaatkan sesuai dengan keinginannya. Yaitu, bisa untuk kekuatan, ilmu-ilmu kesaktian atau untuk maksud-maksud pengobatan dan perlawanan terhadap sesuatu itu. Dimana caranya, hanyalah dengan jalan memfokuskan niat dan pengfungsiannya saja.

Keberadaan gelombang elektromagnetik atau energi metafisika yang berada di dalam dan sekitaran tubuh ini, sesungguhnya bisa pula dibuktikan dengan secara visual. Yaitu, dengan pemotretan menggunakan kamera-kamera aura yang khusus.

Kekuatan-kekuatan energi metafisika yang berasal dari gelombang-gelombang elektromagnetik ini, adalah bisa terbentuk karena adanya semacam perpaduan yang seimbang antara ion-ion positif dan negatif.

Tenaga Dalam

Seperti halnya metafisika, maka sumber-sumber kekuatan dari tenaga dalam pun dalam salah satu fungsinya, akan pula bisa dimanfaatkan untuk upaya-upaya pengobatan itu. Bahkan dalam prosesnya, kekuatan energi dari tenaga dalam ini, akan bisa lebih cepat dibanding dengan pemakaian kekuatan metafisika itu. Karena, kekuatan-kekuatan yang didapat dari tenaga dalam ini, sangat memiliki daya tangkal dan kekuatan penyembuhan yang lebih tinggi.

Dimana, dengan cara-cara yang hanya menyalurkan energinya saja, maka pancaran hawa panasnya pun dengan secara cepatnya akan pula bisa langsung mengarah pada dan menyerap pada sumber-sumber penyakit dari si pasiennya itu. Sementara energi metafisika, hanyalah akan bisa mengobati penyakit itu, manakala tubuh si pasiennya itu sendiri bisa tersugesti. Sehingga ia pun akan memiliki keyakinan, bahwa penyakitnya itu akan bisa tersembuhkan.

Tenaga dalam itu sendiri sesungguhnya akan bisa terbentuk, manakala dilakukan proses-proses pelatihan dan pembangkitan yang khusus. Yakni, dengan teknik-teknik yang intinya berfokus pada cara-cara pengaturan dan pengolahan pernapasan.

Dan, oleh karena sumber kekuatan tenaga dalam ini asalnya adalah benar-benar dari dalam tubuh itu sendiri, maka untuk bisa membangkitkannya pun, haruslah pula si orangnya itu sendiri. Sehingga dalam teknisnya, pembangkitan tenaga dalam ini akanlah cenderung terasa lebih berat, jika dibanding dengan proses-proses pelatihan untuk penyerapan energi metafisika itu.

Namun, bagi seseorang yang telah mampu menguasai salah satu, atau bahkan kedua dari sumber kekuatan energi yang “alternatif” ini, maka akanlah bisa dipastikan bahwa dia itu akan mampu sekali melakukan hal-hal yang berada di luar logika sekali pun. Apalagi kalau hanya untuk maksud-maksud penolakan dan pengobatan pada sumber-sumber penyakit itu.

Adapun hal-hal yang mungkin akan bisa dikatakan sangat menarik dari cara-cara pengobatan jenis ini, adalah selain memiliki kemampuan mengobati jenis penyakit yang tidak terbatas, juga dari tata cara-tata caranya pengobatannya pun, tidaklah dibutuhkan media dan alat-alat bantu yang khusus. Yakni, hanya cukup ditempelkan atau difokuskan penyaluran energinya saja.

Bahkan, selain bisa dilakukan dengan menyentuh secara langsung, cara-cara pengobatan dengan teknik ini pun bisa pula dilakukan dari jangkauan jaraknya yang cukup jauh.

Sihir dan Santet

Pengobatan dengan cara-cara pemanfaatan metode metafisika dan tenaga dalam ini, mungkin akan lebih terasa ampuh atau efektifnya lagi, jika jenis penyakit yang diobatinya itu merupakan jenis-jenis yang “tidak biasa”. Yakni, yang sempat disebabkan oleh karena adanya ulah-ulah jahat dari seseorang. Atau yang dalam istilah sering disebut sebagai “penyakit kiriman” itu.

Sihir dan santet adalah dua contoh nama dari jenis-jenis penyakit kiriman itu. Dimana keduanya ini, merupakan bagian dari ilmu-ilmu hitam yang sangat jahat. Karena, sering dilakukan oleh seseorang yang memiliki maksud-maksud yang tidak baik. Yaitu, ingin melukai dan mencelakakan. Serta biasanya pun ulahnya itu selalu dilakukan dengan melalui perantaraan seorang dukunnya yang sakti.

Dimana, seseorang yang tengah menjadi korbannya itu, akan bisa dibuatnya sakit dengan cara-cara yang mendadak. Bahkan karena saking karena beratnya, maka ia pun akan pula bisa meninggal.

Oleh karena sihir dan santet itu merupakan bagian dari jenis penyakit kiriman, yaitu yang sempat dilakukan oleh seseorang yang telah memiliki kemampuan ilmu-ilmu sihir (mistiknya) yang hebat, maka untuk bisa mengatasinya pun, haruslah dilakukan dengan cara-cara langsung melawannya. Yaitu, dengan pemakaian ilmu-ilmu yang sesuai dengannya itu.

Dan, jenis ilmu yang paling sesuai untuk mengatasi sihir dan santet itu, tidak lain adalah ilmu-ilmu yang berjeniskan metafisika atau tenaga dalam itu. Karena pada intinya ilmu-ilmu jenis sihir dan santet itu, tidaklah lain merupakan bagian dari jenis-jenis ilmu yang tergolong pada metafisika dan tenaga dalam itu. Dimana, ilmu-ilmu tersebut biasanya akan mereka dapatkan dengan cara-cara meminta bantuan “diisikan” oleh para jin.

Karena memang, selain diserap dan dimanfaatkan oleh kita manusia, energi (kekuatan-kekuatan) metafisika itu, sempat pula diserap dan diburu oleh para makhluk gaib dari bangsa jin itu.

Namun, oleh karena kita-kita ini merupakan bagian dari Makhluk-makhluk Tuhan yang diciptakan lebih sempurna, maka sesungguhnya daya-daya kekuatan dari ilmu-ilmu metafisikanya pun, akanlah pula memiliki dayanya yang lebih kuat. Demikian, Wallahualam bisawab.