Fenomena Kesurupan Massal

(Ilustrasi: Thinkstock)

Bukan kali pertama peristiwa ini terjadi. Karyawan pabrik wig PT. Sun Chang Indonesia yang didominasi oleh kaum hawa ini mengalami kesurupan. Pabrik yang terletak di Triharjo, Wates pun geger. Jeritan dan teriakan histeris mendominasi ketika peristiwa ini terjadi.

Kesurupan massal juga dialami siswa SMP 1 Wates setelah mengikuti upacara bendera. Kesurupan dimulai dari jeritan seorang siswi seusai upacara bendera. Tetiba siswi ini menjerit histeris diikuti beberapa teman lainnya. Disinyalir mereka terlalu capek ketika mengikuti pawai tujuh belasan. Tidak hanya, beberapa siswa SMK Kelautan di Kulon Progo juga mengalami kesurupan massal seusai mengikuti upacara.

Apa artinya kesurupan? Kesurupan dipercaya oleh masyarakat sebagai suatu keadaan ketika roh lain atau kekuatan gaib memasuki seseorang dan menguasainya. Hal itu bisa berpengaruh pada hal bicara, perilaku, dan sifatnya. Perilakunya menjadi seperti ada kepribadian lain yang ‘memasukinya’. Bisa menjerit, berperilaku tidak terkendali, bahkan diam terpaku dengan tatapan mata kosong. Kemungkinan kesurupan terjadi ketika pikiran kosong, kondisi tubuh yang lelah, dan iman yang tidak kuat. Situasi inilah yang dimanfaatkan oleh kekuatan gaib untuk merasuki dan memanfaatkannya.

Menurut pandangan psikologi, kesurupan adalah gangguan kesadaran yang ditunjukkan dengan adanya perubahan atau kehilangan identitas pribadi dan kehilangan kesadaran akan lingkungannya. Kesurupan bisa terjadi akibat kesedihan, kekecewaan, trauma masa lalu, ataupun masalah-masalah tertentu. Jadi tidak melulu karena adanya makhluk gaib atau roh halus.

Kesurupan massal juga bisa terjadi pada pemain jathilan atau angguk saat mereka beraksi. Namun, kesurupan ini malah menjadikan atraksi yang menarik. Dan inilah yang ditunggu para penonton.Kesurupan ini bisa menular. Jangan heran, jika ada penonton yang malah ikut kesurupan. Jadi, jika menonton atrkasi ini, jangan biarkan pikiran kosong. Jangan pula melamun. Konon, inilah yang mengundang roh halus untuk masuk dalam pikiran kita. Dan kita ikut kesurupan atau ndadi. Bisa-bisa kita malah ikut makan kembang atau pecahan kaca, juga mengupas kelapa dengan gigi. Hi..seremmm..

Kesurupan tidak terjadi ketika seseorang sendirian, namun justru di ruang publik. Lha iyalah, namanya juga massal, pasti melibatkan banyak orang. Kesurupan massal juga lebih banyak terjadi pada perempuan. Karena apa? Karena perempuan lebih cepat tersugesti karena pengalaman yang ia lihat secara langsung.

Penanganan kesurupan massal dengan mendatangkan tokoh agama. Setelah didoakan, diharapkan mereka akan menjadi normal kembali. Pada setiap atraksi kesenian jathilan atau angguk, pasti ada pawangnya. Mereka dipercaya untuk mengembalikan roh yang masuk dan orang yang kesurupan menjadi normal.

So, cara mencegah terjadi kesurupan ya mendekatkan diri kepada Tuhan, sang penguasa alam raya ini. Tetap berdoa. Jangan melamun dan memikirkan yang tidak-tidak. Tidak perlu berhalusinasi. Jaga iman dan imun. Jangan lupa bergembira. Karena hati yang gembira adalah obat.

 

*) disarikan dari berbagai sumber