Rumah Kosong Mengundang Hantu

dok.pribadi

Malam itu tepat pk.10.00 saat sedang menonton TV, saya mulai mendengar suara aneh. Beberapa kali mencoba menajamkan pendengaran, tidak seperti suara kucing yang terkadang ramai di plafond. Ini datangnya tidak dari plafond, suara ini datang dari arah kiri rumah. Akhirnya saya mematikan televisi agar bisa menyimak dengan lebih baik. Hingga bisa mendengar jika itu adalah suara perempuan yang merintih kesakitan diselingi dengan suara semacam peti dari kayu jati yang sedang digeser-geser.

Saya berusaha mencerna suara siapa ini? Tetangga terdekat berada di atas karena rumah kami berupa flat di kawasan Pengadegan dimana bagian atas dihuni oleh keluarga yang berbeda. .  Tetangga atas merupakan pasangan suami isteri yang sudah berusia di atas 75 tahun, pembantunya bekerja partime dari pagi hingga pk.11.00 siang. Pasangan ini secara fisik sudah susah bergerak, jadi tak mungkinlah mereka geser-geser perabot dari kayu jati. Lagian suara rintihannya berbeda banget dengan suara si tante atas.

Sempat berpikir jangan-jangan suara ini berasal dari pohon-pohon besar di halaman yang ditebang beberapa hari lalu. Saya tahu biasanya pohon-pohon besar acapkali dijadikan tempat tinggal mahluk dari dunia lain dan memang kami sudah bersiap mengantisipasi jika mereka marah. Makanya saya keluar rumah dan memeriksa bekas-bekas tebangan pohon. Rasanya suara bukan berasal dari situ.

Ketika suara itu terdengar lagi dari atas sisi kiri, saya teringat jika rumah di situ sedang dalam keadaan kosong beberapa bulan ini. Pengontrak terakhir meninggalkan tagihan listrik sekitar Rp. 5 juta yang membuat pemiliknya membiarkan  listrik padam, enggan menanggung tunggakan tagihan listrik. Akibatnya saat malam suasana rumah gelap gulita. Rumahpun tidak pernah dibersihkan bahkan pemiliknya pernah menimbun barang-barang bekas pengontrak di area bersama dengan tetangga atas saya hingga membuatnya melaporkan tindakan tetangganya ke Pak RT.

Beberapa hari sebelumnya tante atas sudah mengkhawatirkan  bahwa rumah di sebelah kirinya akan dihuni oleh para penghuni dari dunia lain jika dibiarkan kosong terlalu lama. Sepertinya kekhawatiran si tante segera terbukti dan ini mengkhawatirkan. Saya tidak takut akan mahluk dunia lain namun saya khawatir tetangga atas ketakutan dan membuatnya pindah. Apalagi anak-anaknya sudah menyediakan rumah baru dekat rumah mereka karena khawatir atas mobilitas mereka yang terbatas karena tinggal di atas. Lah kalau sampai mereka pindah, bisa-bisa berkurang teman ngobrol saya, mana sit ante selalu mengirimi kami makanan atau oleh-oleh yang dibawakan anak-anaknya. Untungnya si oom menolak pindah dari rumah hasil keringatnya sejak masa muda.

Akhirnya saya berdiri mengarah ke rumah atas kiri dan berbisik perlahan,

“Hey, Mit. Kamu salah sasaran, kami sudah tinggal disini puluhan tahun. Kamu kalah senior dari kami, pergi sana cari tempat lain.”

Sudah lama saya mendengar rumah yang dibiarkan kosong akan dihuni oleh mahluk dunia lain dan kali ini terbukti bahkan terlalu cepat, rumah itu baru kosong 3 bulan. Yang pasti sejak saya berbisik perlahan itu, tidak terdengar lagi suara rintihan serta gesekan peti jati, entah mereka sedang tidur atau mereka sudah pergi mencari tempat lain.

Di kompleks perumahan kami yang terletak di kawasan Pengadegan ini  masih ada rumah yang sudah ditinggalkan para penghuninya bertahun lalu. Rumah dengan luas tanah 800 m2 dan bangunan 200 m2 itu ditinggal begitu saja oleh penghuninya karena mereka memiliki berbagai rumah lain di kawasan elit seperti Menteng, Cilandak dan Kemang. Yah karena rumah ditinggalkan begitu saja tanpa perawatan, tanpa penjaga akhirnya rumah jadi rusak. Kusen-kusen jendela dan pintu dicopot dan diambil orang. Ilalang tumbuh tinggi nyaris setinggi pintu rumah, hingga akhirnya pak RT menyampaikan tegurannya. Barulah pemilik rumah mengirim orang untuk membersihkan halamannya.

Oom tetangga atas saat masih fit demen banget berolahraga jalan malam termasuk melewati rumah itu dan dia sering melihat pasangan berbuat mesum di sana.

Edi – bapaknya bocah yang tiap bulan selalu kewalahan menyisihkan 1/3 gajinya untuk bayar kontrakan pernah menawarkan diri untuk menjaga rumah itu. Namun si pemilik menolak dengan mengatakan, “Jangan, itu rumah banyak hantunya. Kasihan anak-anakmu nanti diganggu.”

Rupanya si pemilik  paham akan masalah itu namun lucunya jika permintaan Edi ditolak, dia malah menawarkan pada ketua ikatan wanita perumahan Pengadegan untuk berkegiatan di sana. Tante ketua yang usianya 5 lebih muda dari Ibu saya mengajak peserta arisan berdiskusi, “Bagaimana menurut ibu-ibu?”

“Wah kan kotor banget, Tante. Lagian tuh rumah sudah gak ada daun pintu dan jendelanya,”jawab saya.

 “Kan bisa suruh orang bersihin,” sanggahnya.

Yudi ( perempuan ), satu-satunya teman sebaya yang hadir di arisan menyikut pinggang, “Lihatin tuh, kebiasaannya maksain kehendak. Rumah tanpa jendela dan pintu kok mau dipakai.”

Tak tahunya dalam perjalanan pulang, tante Warno bercerita soal rumah kosong yang letaknya di area belakang rumahnya, “Cucu saya dua-duanya pernah dilihatin kuntilanak dari rumah itu, Mbak. Padahal waktu itu siang dan cucu laki yang sudah SMA serta sepupunya yang masih SD jalan pulang dari beli bakso. Eh mereka lihat ada putih-putih bergerak dari dalam rumah. Mereka penasaran jadi berhenti mengamati, ternyata kuntilanak. Malah melambai-lambai ke mereka, ya para cucu langsung lari kabur. Sampai rumah masih dalam keadaan gemetar.”

Saya dan Yudi saling berpandangan dengan bergidik.

Ibu Ketua tidak tahu cerita ini, jadi dia merealisir rencananya untuk  mengirim beberapa tukang membersihkan rumah kosong itu. Tukang mulai bekerja dan di hari pertama sudah mengalami kejadian aneh. Saat istirahat sampai tertidur, begitu terbangun ternyata dia terkunci di kamar mandi belakang yang super duper kotor dan berantakan. Perlu waktu cukup lama untuk berteriak-teriak minta tolong dibukakan pada teman-temannya.

Besoknya para tukang mengundurkan diri, mimpi Ibu Ketua pupus sudah.

Soal rumah kosong ini ternyata juga sudah dibahas oleh Rasulullah yang menyampaikan “Sesungguhnya rumah-rumah itu ada penghuninya (Jin). Jika kalian melihat penampakan mereka, maka usirlah sebanyak 3 kali. Jika ia pergi, biarkan. Tapi jika ia membandel, maka bunuhlah karena dia Jin kafir.” (HR. Muslim).

Tempat Angker