Kisah Misteri Mary Shelley, Penulis Cerita Horor Fiksi Ilmiah Pertama di Dunia

Mary Shelley dan Frankenstein

Siapa yang tidak kenal Franskenstein (1818), novel cerita misteri fiksi ilmiah pertama di dunia, karya fenomenal Mary Shelley? Selain vampire, werewolf, dan zombie, monster Franskentein merupakan tokoh ‘favorit’ para pembaca dan penulis kisah-kisah misteri.

Buah jatuh tak jauh dari pohonnya

Jika vampire, werewolf, dan zombie berdasarkan legenda rakyat, monster Frankenstein sepenuhnya hasil imajinasi putri dua orang penulis ternama. Terlahir dari pasangan Mary Wollstonecraft (1759 – 1797), feminis cemerlang penulis buku 'A Vindication of the Rights of Women' (1792), dan William Godwin (1756 – 1836), seorang radikalis dan anarkis modern, penulis buku terkenal ‘An Enquiry Concerning Political Justice' (1793), dan 'Things as They Are; or, The Adventures of Caleb Williams' (1794).

Ibunya meninggal 11 hari setelah melahirkan bayi Mary, membuat trauma yang mendalam baginya. Mary menyangka kematian ibunya disebabkan oleh dirinya. Belakangan terbukti, kematian Mary Wollstonecraft disebabkan oleh dokter kandungan yang membersihkan pecahan plasenta dengan peralatan yang tidak higienis, sehingga terinfeksi bakteri penyebab septicameia yang menyebabkan si pasien.

 

Terobsesi dengan kuburan

Kuburan yang biasanya menjadi tempat misteri bagi kebanyakan orang, dianggap rumah oleh Mary. Terobsesi dengan kematian ibunya, Mary setiap hari mengunjungi komplek pemakaman gereja St. Pancras (dan kelak William Godwin juga dimakamkan di sini sebelum dipindahkan ke Gereja St. Peter, Dorset). Jika awalnya selalu bersama ayahnya, kemudian dia mengunjungi makam sendirian setelah William menikah lagi dengan Mary Jane Clairmont, tahun 1801.

Konon, Mary memberikan keperawannya kepada Percy Byshee Shelley di atas kuburan ibunya. Saat mereka menjalin hubungan asmara, lelaki penyair yang pada tahun 1816 menikah dengannya itu masih merupakan suami dari Harriet Westbrook yang seumuran dengan Mary, (16 tahun). Usia Percy saat itu 21 tahun. Harriet bunuh diri karena skandalnya dengan pria lain terbongkar, yang membebaskan Percy dari kewajiban moral sebagai seorang laki-laki yang telah beristri.

Menikah dengan Percy Shelley

Karena ayahnya tidak menyetujui hubungannya dengan Percy, mereka memutuskan untuk kawin lari ke Calais, Prancis. Percy yang menganut paham radikal adalah pengagum William Godwin. Alasan William tidak menyetujui pernikahan mereka meskipun Percy berasal dari keluarga ningrat, adalah karena utang keluarga Percy sudah tak mungkin tertalangi lagi.

Pelarian ke Prancis itu tidak hanya dilakukan berdua, , tapi membawa serta adik tiri Mary, Claire Clairmont. Patut diduga terjadi skandal yang disebut dalam memoar Claire sebagai gossip ‘Percy Shelley dan kedua istrinya’. Claire yang juga seorang penulis mempunyai anak hasil hubungan gelapnya dengan Lord Byron, sastrawan Inggris yang merupakan bapak kandung dari ‘ibu bahasa pemrograman’, Ada Lovelace.

Mary Shelley melahirkan 4 orang putra dan putri, namun hanya putra bungsunya, Percy Florence Shelley yang berumur panjang (1819 – 1889).

Lahirnya Frankenstein

Pada suatu waktu di tahun 1816, Mary Goldwin sedang berkumpul dengan Lord Byron, John Polidori  (dokter pribadi Lord Byron sekaligus penulis kisah misteri vampire versi modern) dan Percy Shelley yang kelak menjadi suaminya. Menurut mitos, saat itu cuaca dingin yang ekstrem akibat letusan Gunung Tambora di Indonesia menyebabkan kelompok mereka idak bisa menikmati suasana liburan di luar ruangan. Lord Byron melemparkan tantangan agar masing-masing dari mereka menceritakan kisah-kisah horor. Tidak ada cerita yang bisa memuaskan Byron, sampai malamnya Mary bermimpi tentang ilmuwan yang menciptakan moster. Kisah misteri tentang monster yang dihidupkan dari penyatuan potongan-potongan mayat yang berasal dari mimpi buruk tersebut, pada keesokan harinya menjadi pemenang. Percy mendorong Mary untuk mengembangkan kisah misteri tersebut menjadi novel.

Mary pernah mengunjungi kastil Frankenstein di Jerman dalam perjalanannya menjelajah Eropah tahun 1965. Dari penduduk setempat, dia mendengar kisah-kisah tentang percobaan yang dilakukan di kastil tersebut. Pada masa itu, gairah ilmu sains sedang berkembang di Eropa, termasuk percobaan untuk menghidupkan yang mati dengan listrik. Dimulai dengan percobaan ilmuwan Italia Luigi Galvani (istilah galvanis diambil dari namanya) dengan katak. Kaki bangkai hewan yang disetrum dengan listrik bergerak-gerak seakan hidup lagi membangkitkan euphoria tentang hidup abadi.

Mary berpikir lebih jauh. Bagaimana jika bagian-bagian tubuh manusia bisa ditukar atau ditanam?

Dengan pemikiran seperti itu, lahirlah novel ‘Frankenstein; or, The Modern Prometheus’.

Tapi novel tersebut tidak hanya menjadi inspirasi bagi penulis gothic dan  cerita misteri lainnya. Banyak percobaan ilmiah seperti pencangkokan organ yang mendapat ide dari novel tersebut. Franskenstein bukan saja  merupakan novel bergenre gothic atau cerita horor biasa, tapi juga fiksi ilmiah pertama, sebelum Jules Verne yang dianggap Bapak Fiksi Ilmiah melahirkan ‘Five Weeks In A Balloon, Or, Journeys And Discoveries In Africa By Three Englishmen’ pada tahun 1863.

Mary menulis setidaknya 6 buah novel, tapi hanya Frankenstein, mahakarya yang mengangkat namanya ke puncak literatur dunia. Telah diterjemahkan ke puluhan bahasa dan diadaptasi untuk drama dan film, novel tentang Victor Frankenstein, dokter yang bermain sebagai tuhan, telah menginspirasi banyak penulis dan ilmuwan selama lebih dari dua ratus tahun sejak kelahirannya.

Mary Shelley meninggal pada tanggal 1 Februari 1851 di Chester Square, London dan dimakamkan di Gereja St. Peter, tak jauh dari makam ayahnya. Tahun 2017, kisah hidupnya diangkat ke layar perak dengan judul ‘Mary Shelley’ diperankan oleh Elle Fanning.

 

TAMAT

Sumber ilustrasi