Misteri Sultan Brunei yang Dimakamkan di Nanjing

Makam sultan Brunei

Perjalanan membawa saya ke Nanjing, ibu kota provinsi Jiangsu yang juga pernah menjadi ibukota 10 dinasti dalam sejarah Tiongkok yang panjang. Kota ini juga pernah menjadi ibukota republik Tiongkok.

Ketika menjelajah kawasan Yuhuatai , di sebelah selatan  sebuah bukit bernama Guangshan atau Bukit  Kura-kura ada sebuah Taman persahabatan Tiongkok Brunei dimana terdapat sebuah makam kuno yang diduga makam salah seorang  sultan  Brunei.

Menurut catatan dinasti Ming, makam ini adalah milik sultan dari Kerajaan Boni (Nama Brunei zaman dahulu menurut versi Tiongkok ). Sultan ini bernama Ma Na Re Jia Na yang meninggal saat berkunjung ke Tiongkok pada 1408 setelah menderita sakit beberapa bulan.

Kisah ini berawal dari persahabatan yang antara Tiongkok dan Brunei yang tercatat sudah terjadi sejak Dinasti Sung.

Pada 1370 , kaisar Ming Zhu Yuan Zhang mengirim utusan ke Brunei yang kemudian dibalas dengan utusan ke Tiongkok sebagai balasan .

Pada 1402 , Sultan Abdul Majid Hassan atau Maharaja Karna naik tahta dan mengirimkan hadiah ke Tiongkok yang dibalas oleh Kaisar dengan mengirimkan cap kerajaan .

Untuk mengucapkan rasa terima kasihnya. sultan akhirnya berangkat sendiri ke Nanjing ditemani istri dan keluarga dan tiba di Tiongkok pada Agustus 1408.

Namun sebulan setelah tiba di Tiongkok sang sultan menderita sakit dan akhirnya meninggal pada bulan kesepuluh penanggalan imlek 

Sesuai dengan keinginannya sultan Brunei ini pun dimakamkan di Tiongkok. Kaisar Yong Lee  bahkan memberikan penghormatan yang besar dan membangun sebuah makam yang sangat Indah.Makam  ini menghadap ke utara ke bukit Niushou.

Namun yang menjadi misteri adalah catatan di Brunei sendiri. Menurut batu silsilah sultan-sultan Brunei yang dibuat pada abad ke 18, nama Maharaja Karna atau Sultan Abdul Majid Hassan sama sekali tidak disebut.

Setelah sultan Mahmud Syah mangkat lada 1402, yang naik tahta adalah Sultan Ahmad yang saudara Sultan Mahmud atau bahkan menantu sang sultan.

Ternyata catatan sejarah di Brunei memang tidak selengkap catatan dari dinasti Ming atau catatan Tiongkok. Karena itu akan selalu ada beberapa misteri yang hingga saat ini belum terungkap seperti siapakah sesungguhnya sultan dari Boni yang dimakamkan di Nanjing ini.

12 November 2020