Mengapa Paranormal Tak Mampu Meramal Covid?

Sumber: republika.co.id

Peristiwa Bom Atom Hiroshima dan Nagasaki menandai berakhirnya Perang Dunia II. Bukan Namanya manusia jika tidak mencintai drakor berseri. Seolah-olah belum puas dengan tragedy kemanusiaan, benak selalu terisi dengan kapankah bom nuklir akan diluncurkan.

Temanya adalah Perang Dunia III. Selama tujuh dasawarsa terakhir, perang nuklir selali dinanti dengan hati yang cemas. Perkembangan politik dunia seakan-akan menjadi penanda tentang waktu yang terbaik untuk berperang.

Tidak ketinggalan dunia gaib, adalah seorang yang mengaku sebagai penjelajah waktu bernama Michael Phillips. Ia mengaku sebagai penyintas Perang Dunia III yang akan terjadi pada tahun 2020 ini.

Dia menyebutkan bahwa konflik dagang AS-China sebagai penyebab pertama PD III. Meskipun demikian, ia tidak mengatakan mengapa Korea-utara ikut-ikutan meluncurkan nuklirnya, setelah China dan Rusia kompak membom Amerika Serikat.

Ia juga tidak menjelaskan bagaimana nasib bangsa Amerika setelah terkena nuklir, ia bahkan lebih fokus kepada gempa bumi hebat yang terjadi di California. Nah yang lebih geli lagi, ia menuturkan bahwa Oprah Winfrey akan muncul sebagai capres AS tapi dikalahkan oleh pesaingnya “kurang terkenal” karena adalah “Satrio Piningit” ala bule.

Meskipun videonya ditonton lebih dari 4 juta penonton, ramalan yang ia sampaikan masih terlalu jauh dari kenyataan. Paling tidak, si gadungan ini tidak menyebutkan sama sekali mengenai pandemi virus corona.

Nah, sadar gak sih, bagi anda yang sering mengikuti laporan akhir zaman dari para peramal, mengapa tak ada secuilpun kisah mengenai pandemi 2020 ini?

Itu karena, para peramal tidak mau ambil resiko dengan menyebutkan sesuatu yang sangat sering menjadi langganan paranormal, yaitu: 1) Bencana Alam, 2) Konflik Perang, dan 3) Serangan Teroris.

Bahkan peramal legendaris sekelas Nostradamus hingga Mama Lorens pun luput mengingatkan cucu-cucunya untuk menggunakan masker.

Bagaimana dengan penulis? Sebagai ahli Numerologi kampungan dari Indonesia? Kok bisa luput juga ya? Gimana sih?

Nah, mengapa ini terjadi? Mari kita ulik bersama.

Ramalan adalah buatan manusia, sementara kenyataan adalah kehendak alam. Oleh sebab itu manusia lebih cenderung meramalkan sesuatu berdasarkan tiga hal:

  1. Kondisi tren yang sedang berkembang.
  2. Logika kemungkinan yang paling umum.
  3. Apa yang bisa dan tidak bisa dikontrol oleh manusia.

Bencana alam, perang, dan serangan teroris masuk kedalam ke-tiga alasan ini, serangan teroris lagi nge-tren, peperangan amat sangat mungkin, dan bencana alam adalah sesuatu yang berada di luar kemampuan manusia.

Bagaimana dengan pandemi? Sayangnya tidak masuk dalam kategori ketiga-tiganya, karena;

Manusia terlalu sombong! Merasa seluruh pengetahuan yang telah dimiliki, telah mampu menyembuhkan semua jenis penyakit di dunia ini.

Sementara kenyataan dari Pandemi ini sendiri adalah memberikan kondisi yang tidak pernah terpikirkan sama sekali. Kita tidak pernah membayangkan, sebuah virus dapat mengubah pola hidup kita. Tidak pernah juga ada dalam bayangan, orang-orang tercinta akan pergi begitu saja, bahkan tidak pernah seberkas kekhwatiran virus kecil ini dapat mengguncang perekonomian dunia!

Apa yang dapat kita petik dari pelajaran Pandemi ini? Manusia dengan segala kekuatannya dapat melakukan hal yang terbaik untuk menguasai peradaban, namun pada akhirnya hanya alam yang dapat menentukan apa yang terbaik bagi manusia.

Semoga suatu hari nanti kita tidak akan terlena dengan serangan mahluk angkasa luar.

 

SalamAngka

Rudy Gunawan, B.A., CPS®

Numerolog Pertama di Indonesia – versi Rekor MURI