Menyibak Misteri Keangkeran Reungas Pengantin

Koleksi pribadi

Sebelum menjadi daratan, sebagaimana yang kita kenali sekarang, kawasan Bandung dahulunya adalah merupakan hamparan telaga. Yaitu, sebuah danau besar yang sangat luas.

Itu terjadi, karena sempat meletusnya sebuah gunung besar, yang bernama Gunung Sunda, pada ribuan tahun yang lalu. Dimana, limpahan lava dan bebatuannya sempat menyumbat aliran sungai yang melintas di kawasan Sanghiyang Tikoro. Yang berada di Rajamandala, sebelah barat kawasan Bandung.

Namun, tatkala sumbatan itu tergerus dan Bandung pun kembali mengering, nyatanya tidaklah dengan serta merta seluruh kawasannya  bisa kembali menjadi daratan. Sebab, ada beberapa lokasi yang masih tergenang dan menjadi situ. Salah satunya adalah kawasan Cijambe yang ada di bagian selatan Bandung. Dimana konon, kawasan itu sempat lebih lama menjadi situnya, karena sempat tersumbatnya aliran sungai yang mengarah ke bagian hilirnya.

Nah, ketika Cijambe ini masih menjadi situ, terjadilah sebuah peristiwa sejarah (legenda) yang sangat unik. Yaitu, sempat adanya sepasang pengantin yang melakukan acara bulan madunya dengan berlayar-layar mengitari situ tersebut. Mereka sempat menaiki sebuah perahu dengan disertai oleh sejumlah pengikut. Termasuk para penabuh gamelan dan seorang juru sindennya.

Namun nahasnya, perahu yang mereka tumpangi itu malah terbalik. Sehingga sempat menenggelamkan semua penumpangnya. 

Singkat cerita, tatkala Situ Cijambe itu mengering dan berubah menjadi daratan, tepat di titik tempat tenggelamnya itu, sempat tumbuh dua buah pohon reungas yang sangat besar. Sehingga oleh penduduknya sempat dinamai dengan, “Reungas Pengantin”.

Dan, oleh karena dari salah satu pohon yang jaraknya berjauhan itu sering  terlihat adanya kilauan-kilauan cahaya yang keluar, serta sempat mengarah pada pohon reungas yang lainnya, maka oleh mereka pohon reungas itupun sempat diyakini sebagai pohon reungas jelmaan dari si pengantin yang lakilakinya. 

Selain adanya kilauan-kilauan cahaya yang keluar pada malam-malam hari yang tertentu itu, keanehan lain yang juga konon kerap terjadi, adalah sering terdengarnya lantunan suara-suara gamelan dan nyanyian merdu dari seorang sindennya. Dimana suara-suara itu asalnya konon, dari suara gaib tetabuhan gamelan dan nyain sinden yang dahulunya sempat ikut mati tenggelam itu. Benarkah?

Kawasan Angker

Dengan didasari oleh adanya kejadian-kejadian yang muskil itu, maka kawasan Reungas Pengantin yang ada di Kampung Cijambe, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat itu pun, akhirnya sempat dikenali sebagai kawasan mistik yang angker. Sehingga sangat jarang sekali orang yang mau mendekat, ataupun menjamahnya.

Adalah Ishar, 56 tahun, penduduk yang sempat banyak bercerita dan mengetahui tentang adanya keangkeran-keangkeran di kawasan Reungas Pengantin ini. Bahkan konon dirinya itu, sempat mengalami mimpi dibawa masuk ke dalam  istana kerajaan gaib yang katanya berada di kawasan itu.

“Dulu, ketika saya sempat tertidur di lokasi yang ada di dekat tumbuhnya pohon reungas itu, karena sempat kecapean setelah seharian bekerja di sawah yang kebetulan letaknya pun berada di dekat Reungas Pengantin itu, eh tahu-tahunya malah sempat bermimpi yang seperti merasa dibawa masuk ke dalam istana yang lokasinya berada di balik tumbuhnya pohon Reungas Pengantin itu!" tuturnya kepada penulis, saat berhasil ditemui di rumahnya. "Bahkan, seorang anak lakilaki saya pun suatu ketika, sempat pula selama beberapa hari hilang setelah pergi bermain ke lokasi pesawahan yang ada di dekat pohon reungas itu. Dimana, yang setelah coba dicari ke mana-mama, bahkan sempat melibatkan bantuan seorang pintar segala, eh tahu-tahunya malah sempat ditemukan, tengah berada dan terduduk di bawah pohon Reungas Pengantin itu!” sambungnya dengan nada suara dan roman mukanya yang terlihat sangat serius.

Senada dengan Ishar, penduduk lainnya yang bernama Ikin (42 tahun), yang pada setiap harinya sering pergi mencari ikan dan belut di pesawahan pada malam hari (Sunda: ngobor),  mengaku sempat mengalami gangguan gaib, ditemui oleh sesosok makhluk menyeramkan pada saat mencari belut ke pesawahan dekat Reungas Pengantin itu. Sehingga ia pun sempat menggigil ketakutan dan hendak berlari.

“Namun, karena menemui hal-hal yang seperti itu, bagi saya sudah merupakan hal yang biasa, makanya saya pun hanyalah sempat bertahan dan sembari membacakan  doa-doa. Eh tahu-tahunya, setelah sosok yang wujudnya serba hitam itu menghilang, malah saya pun sempat bisa mendapatkan keutungan yang melimpah.  Karena di sana, dengan secara tiba-tiba menjadi sempat banyak sekali ikan dan belutnya. Bahkan, sangat pada besar-besar, lagi!" akunya panjang lebar, sembari bergidik, namun sempat juga terlihat tersenyum-senyum.

Keterangan lebih lanjut soal adanya keangkeran di kawasan Reungas Pengantin itu, adalah sempat dijelaskan oleh Adun (70), sesepuh yang pernah ditunjuk sebagai juru kunci di sana. Dimana menurut pengakuan lakilaki paruh baya ini, bahwa konon, Reungas Pengantin itu sebenarnya adalah merupakan pintu masuk dari sebuah istana kerajaan gaib.

“Ya, Reungas Pengantin itu jika dilihat dengan secara mata batin, sebenarnya adalah pintu masuk dari sebuah kerajaan gaib yang dipimpin oleh seorang ratu. Yaitu, yang ratunya adalah bernama Nyimas Sarimuloh. Sosok penjelmaan dari seorang sinden yang dulunya itu sempat pula ikut mati tenggelam, bersamaan dengan tewasnya pasangan pengantin itu!" jelasnya.

Pemakaman Tua

Tidak jauh dari tumbuhnya Reungas Pengantin,   terdapat  sebuah kawasan pemakaman tua. Yang namanya dikenal dengan, “Tarik Kolot”. Konon, banyak sekali kisah yang beredar tentang adanya keangkeran di kawasan ini. Dimana yang salah satunya, adalah sempat dituturkan oleh Aki Oyo (62 tahun), seorang perawat pemakamannya itu.

Dituturkan, bahwa dahulunya  pernah ada  seorang pedagang bakso keliling yang tiba-tiba saja berhenti, karena sempat mendengar adanya seseorang yang memanggil-manggil. Sehingga bahkan dagangannya itu sempat diborong hingga beberapa mangkok. Namun yang setelah semua pembelinya itu dilayani, tiba-tiba saja keadaan tempatnya itu pun menjadi berubah. Yaitu, menjadi kawasan pemakaman tua yang bernama Tarik Kolot itu.

"Padahal sebelumnya konon si pedagang itu sempat melihat seluruh kawasan tersebut sebagai sebuah komplek pemukiman yang padat saja. Sehingga, tatkala mengetahui kalau itu sebenarnya adalah kawasan pekuburan, maka ia pun akhirnya sempat berlari tunggang langgang. Dan, sampai meninggalkan roda tempat berjualannya itu!" imbuhnya.

Begitu pula halnya dengan pengalaman-pengalaman yang sempat dialami oleh sejumlah tukang ojeg yang biasa sering melintas di sana. Dimana mereka itu pun konon, kerap pula sering mengalami kejadian-kejadian yang anehnya. Yaitu, sering menaikan atau menurunkan penumpang yang asal dan tujuannya dari sana.

Menanggapi soal sering terjadinya peristiwa-peristiwa mistik yang sangat menyeramkan itu, menurut penjelasan Aki Oyo, tidak lain kisah asal muasalnya, adalah karena sempat adanya ulah-ulah yang iseng saja. Yakni, dari mereka yang dahululunya sempat melakukan prosesi penguburan di sana.

"Ya, sebab-sebab yang sempat bisa membuat sosok-sosok makhluk gaib yang ada di sana itu suka berulah mengganggu atau bergentayangan, adalah karena sempat adanya ulah-ulah yang iseng dari para pelaku penguburannya pada masa-masa yang lalu  itu. Yakni,  pada saat mereka itu membuka tali-tali pengikat kain kafannya yang ada di bagian kepala, dengan maksud-maksud yang iseng,  mereka pun malah sempat pada membisikan agar kelak mereka itu bisa bergentayangan!" terangnya. "Tapi, hal itu terjadinya pada waktu-waktu yang dulu saja. Yakni, ketika proses pemakaman di sini bisa dilakukan oleh siapa pun. Namun sekarang, sudah tidak bisa lagi. Karena proses pemakaman di sini, pihak kamilah yang melakukannya!" tambahnya.

Ular Siluman

Masih di lokasi yang letaknya tidak jauh dari adanya Reungas Pengantin dan Pemakaman Tarik Kolot itu, terdapat pula sebuah kawasan yang diyakini masih menyimpan sederet cerita yang sangat menyeramkan lainnya. Yaitu kawasan dimana dahulunya merupakan lokasi yang  sempat  direncanakan  untuk pembangunan sebuah pesantren.

Namun pembangunannya itu sempat tidak bisa dituntaskan,  karena lokasinya konon berada tepat pada tempat berdirinya sebuah pintu masuk ke sebuah istana kerajaan gaib. Bahkan seorang kyai yang sempat memiliki inisiatif untuk membangun pesantrennya itu pun, malah konon pada akhirnya pun sempat meninggal, lantaran sempat bersikeras ingin mendirikan pesantren tersebut.

Dan, tidak jauh dari lokasi berdirinya bekas bangunan pesantren yang kini pun sempat dituding menjadi kawasan yang angker itu, terdapat pula bentangan sungai yang juga memiliki kisah-kisahnya yang wingit.  Yaitu sungai yang  namanya  dipakai sebagai sebutan kampung dan juga situ di sana. Yakni, Sungai Cijambe.

Sangat dikenal wingit dan angkernya sungai tersebut, karena konon di salah satu titiknya ada yang diyakini sebagai pintu masuk dari sebuah kerajaan gaib. Yaitu,  yang juga sempat berada di sana. Dan, pintu masuk dari istana kerajaan gaib yang berada di antara alur Sungai Cijambe itu, adalah yang sempat ditunggui oleh adanya seekor ular yang berkulit putih.

Namun soal dimana letaknya, sehingga kini penduduk dan para sesepuh di sana pun, masih belum pula  ada yang bisa mengetahuinya.

“Saya tidak tahu persis soal dimana-mananya letak dari pintu masuk dan istana kerajaan gaib yang ada di Sungai Cijambe ini. Karena, cerita-ceritanya pun hanyalah sempat saya dengar dari mulut ke mulut dan para orang-orang tua kami di sini saja!,” tegas Tatang (52), salah seorang penduduk yang sempat ditemui dan diminta pendapatnya soal keberadaan istana kerajaan gaib di Sungai Cijambe itu. ***

Tempat Angker