Freemason, Illuminati, Teosofi dan Teori Konspirasi (4)

Ilustrasi/Ist

Konspirasi wahyudi ..!

Pernah dengar teman atau seseorang mengucapkan frasa itu sebagai ungkapan kejengkelannya karena setiap peristiwa selalu dikaitkan dengan konspirasi Yahudi?  Dampaknya, saat ini orang tidak lagi percaya adanya konspirasi Yahudi. Bagaimana faktanya?

Tatanan dunia baru adalah  jargon yang akrab diucapkan para pengikut freemanson, Illuminati maupun Teosofi. Namun tatanan dunia baru yang dimaksud bukan mengubah sistem yang menguntungkan mereka, melainkan meruntuhkan sekat yang menghalangi ambisi mereka menguasai dunia dengan paham yang dianut.

Di sisi lain, muncul gerakan antisemitisme di Eropa yang dipicu gerakan emansipasi Yahudi di mana sejumlah negara memberikan pengakuan kewarganegaraan dan hak-hak kaum Yahudi yang sebelumnya tidak diakui.

Sebagai gambaran, Majelis Nasional Perancis baru mengakui hak kewarganegaraan kaum Yahudi tahun 1791 setelah mereka mengucapkan sumpah setia.  Disusul kemudian Yunani (1930), Inggris Raya (1858) Italia (1870) dan Jerman (1871).

Sikap antisemitisme muncul bukan hanya karena kehidupan orang-orang Yahudi yang ekslusif, tidak mau membaur dan tetap berpegang pada tradisinya, bahkan hanya berbicara dengan bahasa mereka sendiri (Yiddish), namun juga terkait nasionalisme.

Bangsa Yahudi yang tidak memiliki negara sendiri, tersebar di berbagai negara Eropa, selalu menjadi sasaran kemarahan dan kebencian orang-orang Eropa saat itu. Ada juga yang menyebut, kebencian itu terkait agama karena orang Yahudi yang membunuh dan meminum darah Kristus.

Terlebih, sebagian orang-orang Yahudi memiliki kehidupan yang lebih makmur dibanding orang-orang asli Eropa. Lengkaplah sudah alasan untuk membenci kaum yang mengklaim sebagai rakyat Raja Daud ini.

Dengungan tatanan dunia baru oleh kaum Freemason dimulai ketika kekuasaan Kekaisaran Jerman dan Kekaisaran Austria-Hongaria serta Kesultanan Utsmaniyah di Turki sangat kuat. Kelompok elit di Inggris, Rusia dan Perancis merasa tidak nyaman dan terancam.

Di sisi lain, kaum Zionis yang tidak betah di Eropa akibat tekanan kelompok nasionalis, sudah mulai mengincar tanah Palestina sebagai rumah baru mereka. Tahun 1870 mereka melancarkan gerakan yang bertujuan mendirikan kota-kota di Palestina sebagai cikal-bakal negara Yahudi. Tanah yang dijanjikan, merujuk pada Lembah Kanaan yang pernah diperintah Raja Daud, konon sudah dijanjikan oleh Tuhan untuk mereka melalui Musa.

Gerakan Zionis dilembagakan oleh Theodor Helzf tahun 1897. Dengan diproklamirkan secara terbuka, banyak warga dan politisi Eropa mendukung gerakan itu dengan harapan seluruh warga Yahudi keluar dari Eropa.

Bagaimana caranya agar wilayah yang saat itu dikuasai Kesultanan Utsmaniyah dapat direbut?

Perang Dunia I yang dipicu pembunuhan Franz Ferdinand Carl Ludwig Joseph Maria von Österreich-Este, pewaris tahta Kekaisaran Austria-Hongaria oleh nasionalis Serbia bernama Gavrilo Princip, menjadi sarat dengan kepentingan berbagai pihak termasuk elit Freemason dan Gerakan Zionis.

Tidak mengherankan jika serbuan Kekaisaran Austria-Hongaria ke Serbia langsung dianggap sebagai serangan terhadap kepentingan Inggris Raya dan sekutunya yang didominasi anggota Freemason. Perang pun pecah ke seluruh daratan Eropa, termasuk menyeret Kekaisaran Rusia dan Kesultanan Utsmaniyah.

Dampak Perang Dunia I sangat menguntungkan elit Freemason dan Zionis ketika Kekaisaran Jerman, Austria-Hongaria dan Kesultanan Utsmaniyah ambruk. Imperium Rusia juga ikut ambruk setelah Tsar Nikolas II dipaksa turun, disusul kemudian pecahnya Revolusi Bolshevik oleh kaum Komunis pimpinan Lenin terhadap pemerintahan Alexander Karensky yang berhaluan nasionalis.

Namun selepas Perang Dunia II, ternyata nasib kaum Yahudi di Eropa tidak menjadi lebih baik. Tekanan terhadap kaum Yahudi di Jerman dan Rusia juga semakin tinggi. Orang-orang Jerman menuding Yahudi sebagai parasit karena tidak mau berperang untuk Jerman. Bahkan Yahudi dituding menjual informasi rahasia Jerman kepada Inggris dengan janji tanah Kanaan. Nyatanya Inggris tidak segera menepatinya padahal saat itu tanah Kanaan nyaris tak bertuan, setelah Kesultanan Utsmaniyah runtuh dan pasukan Inggris mulai menguasai sebagian jazirah Arab.

Bersambung ..

Tulisan sebelumnya: Freemason, Illuminati, Teosofi dan Teori Konspirasi (3).