Berhenti Main Film Setelah Terkena Santet

Ilustrasi/liputan6.com

Jika ingat peristiwa itu, rasanya aku ingin mati saja.Tetapi jalan pintas bukan solusi untuk menyelesaikan masalah. Di samping takut azab Tuhan, aku tidak ingin orang yang telah menghancurkan hidup tertawa kegirangan.

Namaku MN. Di awal tahun 2000 namaku cukup dikenal. Aku seangkatan Nia Ramadhani, Marshanda dan yang lainnya. Ya, usiaku masih tergolong muda. Aku berhenti total dari dunia artis tahun 2011 setelah peristiwa yang akan aku ceritakan ini. Mohon maaf, aku hanya memberi inisial nama untuk menjaga privasi keluarga dan juga teman-temanku.

Kisah ini bermula ketika aku mendapat tawaran main film layar lebar dari sutradara muda yang sedang naik daun. Saat itu tahun 2004. Membaca naskahnya, aku spontan tertarik. Kisah tentang anak indigo yang memiliki jiwa pemberani dan rela berkorban untuk menyelamatkan kakaknya dari serangan gaib mantan pacarnya.

Aku diplot untuk memerankan tokoh kakak. Hanya peran pembantu utama, namun sangat menantang karena beradu akting dengan pemain film ganteng yang memerankan tokoh autis.

Setelah casting yang menurutku hanya untuk memenuhi syarat proses pembuatan film karena para pemerannya sudah dipilih di belakang layar,  kami pun mulai syuting di Bandung.

Awalnya semua berjalan lancar. Namun seminggu kemudian mulai datang masalah ketika pacar aktor pemeran tokoh autis, sering datang ke lokasi syuting. Rupanya artis yang sering rampil di majalah dewasa itu cemburu padaku. Padahal aku dan pacarnya jarang ngobrol kecuali di depan kamera.

Memang benar, aku pernah ngobrol lama di kamar hotel ketika membahas naskah. Bahkan dia sempat tidur di kamarku. Tetapi kami tidak melakukan apa-apa. Sekedar bercanda dan hal-hal lain yang menurutku masih dalam batas wajar.

Harus aku akui, jika punya kesempatan lebih lama lagi mungkin saja kami terlibat cinta lokasi. Hal yang sering terjadi dan dialami oleh hampir semua artis.

Aku menduga ada kru film yang memberitahu pacarnya hingga dia datang dan nampak sangat memusuhiku. Kehadirannya mulai mengganggu jadwal syuting. Terlebih pacarnya tipe laki-laki yang tidak punya pendirian. Tidak bisa membedakan antara kerja dan urusan pribadi. Pokonya sangat tidak profesional sehingga pengambilan gambar sering tertunda gara-gara si aktor terlambat datang ke lokasi syuting.

Setelah mendapat teguran dari sutradara dan kru lainnya, aktor itu mulai berubah. Jadwal syuting kembali normal hingga selesai. Belakangan aku tahu, usai syuting kisah asmara si aktor dan pacarnya berakhir.  

Hal itu mematik kejengkelan pacarnya. Diam-diam dia pergi ke dukun santet di Sukabumi. Aku tahu hal ini setelah aku jatuh sakit. Tiba-tiba seluruh tubuhku dipenuhi bintik-bintik warna merah. Ketika bintik-bintik itu pecah, keluar cairan putih seperti nanah yang baunya sangat menyengat.

Secara medis, hanya disebut penyakit kulit. Namun setelah berganti beberapa dokter penyakitku tidak sembuh juga, akhirnya aku menerima saran untuk menjalani pengobatan alternatif. Dari situlah diketahui, aku mendapat serangan supramistik.   

Sejak peristiwa itu aku tidak lagi bermain film maupun sinetron. Jangankan syuting, sekedar keluar rumah saja aku tidak berani. Wajahku menjadi bopeng. Mungkin bisa disamarkan dengan bedak, tetapi tetap saja aku tidak percaya diri.

Keinginan untuk  balas dendam begitu menggebu. Aku lantas meminta bantuan paranormal di daerah Lebak, Banten, untuk membalas kelakuan mantan pacar aktor itu. Entah karena kehebatan si paranormal atau mungkin juga sudah takdirnya, dia menjadi linglung. Bahkan pernah keluyuran di jalan hanya dengan pakaian dalam. Pembaca pasti tahu siapa artis yang aku maksud ini.

Memang ada kepuasan melihat kondisinya. Tetapi sebenarnya kondisiku juga memprihatinkan. Karena tidak pernah syuting, aku tidak punya penghasilan. Sebelum menjadi gembel di ibu kota, aku memutuskn kembali ke kampung. Beruntung tidak banyak orang di kampung yang mengenaliku sebagai artis.

Sambil melakukan terapi secara spiritual, aku menyibukan diri dengan membuka warung angkringan. Meski penghasilannya tidak seberapa, tetapi aku merasakan ketenangan yang belum pernah aku alami. Terlebih keluargaku sangat mendukung semua usahaku.

Suatu ketika ada pelanggan angkringan yang merasa mengenalku dan bertanya banyak hal. Aku pun menyangkal. Namun  dia tetap tidak percaya. Dengan berat hati, akhirnya aku menceritakan semuanya dan meminta dia untuk tidak menggangguku dengan  pertanyaan-pertanyaan yang dapat membuka luka hatiku.

Bukannya menjauh, dia malah semakin rajin mendekatiku. Tidak peduli wajahku tidak lagi menarik seperti di film-film. Ketika dia melamar, aku hanya bisa menangis. Di usiaku yang mendekati 40 tahun, ternyata aku masih bisa mendapat jodoh.

Kini aku hidup sederhana di kampung. Namun rasanya sangat bahagia. Suamiku tipe pekerja keras dan tidak malu melakukan pekerjaan apa pun untuk menghidupi keluarga kecilnya. Sementara artis yang menyerangku dengan ilmu hitam, sudah tidak terdengar lagi kabarnya. Aku hanya berharap dia menyadari kelakuannya dan bertobat meski secara pribadi aku telah memaafkan.

Dituturkan oleh MN untuk Risalah Misteri.