Kromoleo

Ilustrasikromoleo

Kisah ini di alami oleh sahabatku---Ani. Tepatnya, 8 tahun lalu. Saat itu, kami masih asrama di sebuah pondok pesantren di Cianjur, Jawa Barat.

Seperti biasa, setiap malam minggu di pesantren selalu mengadakan acara pengajian. Semua santriawati bersemangat untuk mengikutinya.

Kebetulan, aku di beritahu teman satu kamar Ani, bahwa sahabatku itu sedang sakit dan berada di kamar seorang diri. Ia sendiri sudah memintanya untuk pergi ke UKS, tapi Ani menolak.

Aku dan Ani berada di kamar dan gedung yang berbeda. Ani sendiri berada di gedung yang pembangunannya baru saja selesai beberapa waktu lalu.

Sebenarnya aku cukup khawatir, mengingat Ani hanya seorang diri. Bagaimana jika dia butuh sesuatu dan tidak ada siapa pun  di sana? Namun, aku tak bisa berbuat banyak. Peraturan pesantren mengharuskan kami mengikuti semua kegiatan yang ada, terkecuali yang sedang sakit.

Aku menyesalkan tindakan Ani yang tidak mau pergi ke UKS. Ya, di UKS memang kurang nyaman, tapi setidaknya ada petugas UKS yang akan menjaganya.

Keesokan harinya, Ani memutuskan untuk pulang dan berobat ke Rumah Sakit. Ia me nelepon keluarganya meminta untuk di jemput. Memang, kondisi Ani tidak seperti yang lain. Ia mudah lelah. Apalagi, ia punya riwayat penyakit jantung. 

Sekembalinya Ani ke asrama, ia menceritakan kisahnya padaku. Malam itu ... malam di mana ia melihat segalanya. Malam yang membawa petaka dan duka dalam hidupnya.

***

Malam itu. Usai makan malam dan meminum obat, Ani memilih memejamkan mata, walau rasa sakit tak bisa membuatnya tidur dengan lelap.

Pukul 22 malam, Ani terbangun. Sayup-sayup, Ia mendengar suara orang-orang yang begitu ramai di dalam kamarnya. Suara itu sangat berisik dan begitu mengganggu.

Ani membuka matanya perlahan. Ia terbelalak kaget, kala melihat pemandangan yang ada di hadapannya.

Ani melihat satu rombongan, mungkin sekitar sepuluh orang, mengenakan pakaian berwarna merah sedang menggotong sesuatu. Lamat-lamat terdengar suara mereka yang menggumamkan kata-kata.

"Laailaahaillallah ... Laailaahaillallah!"

""Astagfirullahal adzim!" Ani tersentak kaget.

Ani memperhatikan dengan seksama benda apakah yang tengah mereka gotong itu. Ternyata, itu adalah sebuah keranda mayat.

Tubuh Ani bergetar, ia mengigil ketakutan. Keringat dingin membasahi wajah dan tubuhnya. Entah pengaruh obat atau karena rasa takutnya.

Orang-orang yang membawa keranda itu, hanya berputar-putar di dalam kamar. Namun, tak lama pemandangan itu pun lenyap bersamaan dengan bunyi bel asrama yang menandai akhir dari pengajian itu.

Ani berpikir, mungkin itu hanyalah halusinasi. Jika itu nyata, hal itu hanya sang maha Kuasa yang tahu.

Sebenarnya, Ani melihat hantu kromoleo. Menurut masyarakat jawa, kemunculan Kromoleo adalah pertanda akan adanya kesripahan. Kematian.

Percaya atau tidak, setelah Ani mengalami kejadian aneh itu, ibunya berpulang ke Rahmatullah dengan cara tak wajar.

Wallahua'lam ...