Rumah Tusuk Sate

Pixabay.com

Aku sebenarnya seorang penakut. Enggan bicara dan bercerita tentang hal-hal horor yang menakutkan. Tapi, tidak diduga selanjutnya karena hobiku menulis membawaku bertemu dengan platform menulis Risalah Misteri ini. Kalau ditimbang-timbang, apa yang aku tulis sebenarnya adalah hampir 98% kisah nyata yang aku alami sendiri, atau dialami keluarga dekatku dan dari cerita orang-orang yang aku kenal.

 

Seperti kali ini, aku mau cerita tentang Rumah Tusuk Sate.

 

*

 

Konon Rumah Tusuk Sate adalah rumah yang paling dihindari oleh siapa saja yang pingin membeli hunian tempat tinggal. Karena banyak diyakini sesuai mitos yang beredar bahwa rumah yang berada tepat di depan pertigaan atau jalan berbentuk T itu membawa kesialan bagi pemiliknya.

 

Mulai dari tertimpa masalah kesehatan, pemilik rumah itu gampang terkena penyakit.

 

Tertimpa masalah rejeki, sampai-sampai sang empunya bisa seketika jatuh miskin. 

 

Tertimpa hal buruk seperti kecelakaan.

 

Juga masalah pertengkaran rumah tangga yang berujung terjadinya perceraian. Naudzu billahi min dzalik!

 

Nah, tanpa terduga aku diberi kemudahan oleh Allah untuk mempunyai rumah lagi yang keempat meski didapat dari over kredit. 

Rumah Tusuk Sate yang berada di sebuah KPR sederhana di ujung wilayah Cikarang Selatan.

 

*

 

Rumah over kredit itu aku dapat dengan harga cukup murah. Iseng-iseng aku tanyakan kepada pemilik sebelumnya mengapa rumahnya dijual? Ternyata diluar dugaan jawabannya. 

 

"Rumah itu dijual karena rumahnya termasuk Rumah Tusuk Sate" dan pemilik lama mengamini segala mitos kesialan dan keburukan yang berkaitan dengan rumah tusuk sate itu.

 

Semula aku tidak mengerti sama sekali tentang Rumah Tusuk Sate itu, setelah aku searching di google ternyata yang menjadi ketakutan pemilik lama persis sama dengan mitos rumah tusuk sate itu.

 

Tapi, Bismillah aku tetap membeli rumah itu dan pernah aku tinggal beberapa bulan saja, sampai akhirnya aku kontrakan. Bukan karena takut, tapi keluarga lebih nyaman tinggal di rumah kampung dari pada yang di komplek. 

 

*

 

Sebenarnya ada dua rumah yang berdampingan karena KPR itu berbentuk berderet. Rumahku dan rumah tetangga sebelah. Pas dalam posisi letter T itu.

 

Tidak ada masalah yang terjadi berkaitan dengan mitos tersebut, alhamdulillah. Selama aku tinggal di sana dan berjualan, semua baik-baik saja. Tapi, ada beberapa hal yang terjadi dengan rumah yang persis di sebelahnya itu.

 

*

 

Suara tangisan anak dan suara orang mengobrol

 

Ini aku dapat dari cerita tetangga sebelah yang berjarak dua rumah dari rumahku atau tepat di sebelah rumah tusuk sate kedua.

Tetanggaku itu mempunyai anak kecil, dan hampir tiap malam anaknya sering menangis kerena takut. Kata orang, anak.kecil yang polos masih bisa melihat makhluk lain yang berada di sekitarnya. Dan yang menjadi tambah serem, katanya sering sesekali terdengar suara orang ramai mengobrol. Suara orang berjalan, ketok-ketok dinding atau malah menyapu.

 

Sarang Hantu

 

Ini cerita aku dapat dari Pakde tukang yang merenovasi rumah sebelah itu. Iya, punya kelebihan bisa melihat hal tidak kasat mata. Katanya: rumah tusuk sate kedua itu adalah tempat atau sarang hantu. Banyak hantu beraneka jenis berkumpul di rumah itu. Ngobrol, bahkan katanya mengadakan pertemuan dan arisan segala.

 

Percaya tidak percaya tapi ngeri juga, takutnya setelah rumah itu ditempati oleh pengontrak baru, ee… penghuninya malah pindah ke rumahku. Iih… jangan sampai deh. 

Alhamdulillah, berkat lindungan Allah semua aman-aman saja.


 

Mobil Elf Travel masuk ke teras

 

Ini benar-benar kejadian. Yang menjadi sasaran tabrak adalah rumah sebelah itu. Mulanya aku tidak ngeh, jangan… jangan…

 

Rumah Tusuk Sate sesungguhnya adalah rumah sebelahku itu.

 

Karena tanpa diduga sebuah mobil Elf Travel atau jemputan ketika berniat berputar di pertigaan itu, malah nyelonong masuk ke teras rumah. Dengan menghancurkan pagar tralis dan tembok teras separo. Mobil Elf itu sampai selip di atas selokan depan rumah. 

 

Entah, cerita seperti itu masih ada atau tidak? Atau ada kejadian lain sesudahnya di sana atau tidak? Aku tidak tahu lagi.

 

Karena rumahku sudah lama tidak ditinggali. Kemarin baru aku renovasi sedikit. Merapikan teras, membuat pagar dan dapur di belakang. Jika nanti ingin dikontrakan lagi, tinggal gampang.

 

Rumah Tusuk Sate, apapun namanya itu, dengan percaya akan Kekuasaan Allah, InsyaAllah semua akan baik-baik saja.

 

Karena rumah itu juga, adalah bagian dari rejeki dari Allah. Yang akan menjadi warisan bagi anak-anakku nanti.

 

Tamat.