Rahasia dan Luka

By. Canva

"Seiring berlalu bergulirnya waktu

Membuka rahasia diantara kita 

Pastinya kan ada hati yang terluka 

Tak menerima semua kenyataan 

Yang ada"

 

Aku bernyanyi dengan mengikuti lirik lagu Merpati Band yang mengalun merdu dari rekaman aplikasi Starmaker. Entah mengapa mataku menjadi sembab mengingat memori silam bersama mantan pertama. Meskipun dulu aku pernah mencintainya, mengingat kenangan bersamanya sungguh begitu menyakitkan. 

Terngiang masa sewaktu sedang duduk berdua, jemarinya begitu lincah memainkan gitar. Aku terpana terus memandangi wajahnya yang begitu tampan, redup bola mata serta hidung mancung. Begitu pun dengan suaranya yang lembut. Ah, aku terbuai lalu hanyut ke dalam angan-angan.

Kemudian aku ikut bersuara, kami menikmati malam hingga lupa berapa menit yang telah ditinggalkan. Malam minggu cepat sekali berlalu.

Sang Ibu menegur di balik pintu, membuyarkan lamunan kita.

Kata Beliau, "Nak, hari sudah malam. Sebaiknya antar kekasihmu pulang."

Lalu dia akan menghentikan melodi gitarnya, meletakkan gitar tersebut di sudut belakang tempat duduk. Kemeja kotak-kotak masih tetap rapi dibalut jaket tebal, ia mengantar aku pulang dengan sepeda ontel. 

Kata orang yang melihat di jalanan, kami sangat romantis. Meski banyak kerikil, roda sepeda seakan susah berputar. Aku masih bisa tertawa.

Untuk pulang ke rumahku, jaraknya memang lumayan jauh dihitung dengan waktu mungkin setengah jam. Sepanjang perjalanan kami bersenda gurau mengusir kebosanan, serasa dunia milik kita berdua.

Sesampainya di rumahku, ibu marah sebab sudah pukul 22.00 malam. Baru sebentar ia berpamitan. Pintu rumah tertutup rapat.

Hujan turun sangat lebat, aku kasihan sepertinya dia kedinginan. Tidak ada yang bisa kulakukan saat itu selain mata kami bertemu di penghalang jendela.

Cukup, aku segera melipat kenangan manis itu.

Mungkin pernah sekali berharap, suatu saat hubungan kami mencapai titik puncak kebahagiaan. Duduk di pelaminan. Ternyata berharap pada manusia hanya akan membuat kita kecewa. Aku tak ingin berharap lagi, lebih baik berharap kepada yang Maha Kuasa. Tentunya akan ada kebahagiaan, lewat doa dan kesabaran.

Takdir sudah berkata lain, dia bukan jodoh yang dikirim Tuhan untuk menjadi pasangan dunia-akhirat.

Aku telah salah mengenalnya. Pada Kenyataannya dia tidak benar-benar mencintaiku. Hingga aku mengetahui rahasia besar yang dia tutupi. Bangkai tersimpan lama, lambat laun tercium juga.

Ketika sahabat berkunjung bersamanya, perasaan cemburu bergejolak. 

Bagaimana caranya melawan rasa? Aku mendengar sendiri pengakuan yang sengaja didesak. Membuka dinding kebebasan. Meski harus terluka.

Mengapa setiap kali bersamanya, dia suka menyanyikan lagu tersebut. Seolah ingin mengungkap kejujuran arti lagu itu. Seharusnya dulu aku sadar, tentu aku tak mungkin menyesal sekarang. Tapi, kehidupan tak mungkin bisa diulang. Penyesalan memang datangnya terlambat. Itu bisa menjadi pembelajaran dan pengalaman hidup agar bertambah kuat menerima kenyataan.

Dia datang meminta-- mohon agar aku bisa memaafkannya. Dalam suatu waktu teman sedari kecil yang ku anggap sebagai sahabat menjadi duri kecil yang menyayat. 

Kekasih dengan sahabat berselingkuh namun aku tak pernah menyadari hal itu. Aku yang begitu setia dengan cinta pertama dia justru memberi luka yang teramat membekas. Ketika mereka mulai berterus terang malah aku yang harus merelakan.

Lagu berjudul "Tak Selamanya Selingkuh itu Indah" dari grup Merpati Band jeda di bait akhir. Jemari ini menekan tombol keluar dari aplikasi. Gawai ini ku letakkan di meja rias. Aku mendekap bantal erat-erat.

Lebih baik berhenti mendengarkan lagu itu dari pada aku mengingat lagi masa lalu bersama mantan. Toh, Tuhan sudah menggantikan yang lebih baik darinya. Cinta memang bisa tergantikan dengan cara indah, lebih lama dari hubungan sebelumnya.

Aku mengambil gawai, membuang jenuh dalam kesepian malam menunggu suami datang. Membuka aplikasi Facebook lite membaca status teman-teman sejenak menghibur. 

Kesedihan yang ada di dalam dada kembali sesak membaca status kawan yang dikhianati kekasihnya.

Lantas air mata ini terbendung apalagi melihat nama akun facebook mantan muncul di beranda. Seakan jari jemari ini sulit menekan blockir agar tak menampilkan wajah tampannya lagi. Bodoh, aku terus mengutuk kebodohanku ini. Anehnya, dia pun tak pernah menghapus akun sosial media milikku. Bahkan dia menyempatkan waktu berkomentar selamat atas pernikahanku. 

Apakah dia juga bahagia melihatku bahagia? Sepertinya. Tapi, bisa juga dia hanya berpura-pura. Aku tertawa senang pada akhirnya Tuhan membuatnya merasakan kesepian dalam kesendirian.

Aku sengaja tidak menghapus akun sosial medianya, agar ia sadar karena telah menyia-nyiakan aku di waktu dulu. Aku ingin dia menyesal. Dia pantas diberi hukuman oleh Tuhan. 

Kesetiaan itu mahal harganya. Hanya orang-orang tertentu yang memiliki kesetiaan kepada pasangannya. Jika memang sudah mendapatkan pasangan yang setia, pertahanan. 

Terdengar deru motor di halaman rumah, cepat-cepat menuju ke arah pintu. Mengintip di balik tirai jendela ternyata suami sudah tiba.

"Assalamualaikum."

"Walaikumsalam," ucapku membalas salam.

Tidak ada yang berubah dari senyum dan sikap pria di hadapanku. Tampak tulus, dengan begitu aku tak perlu kuatir atau memikirkan hal lain.

Tiba-tiba dia bertanya, "Dik, apa kamu baru menangis?"

Suamiku ini memang paling peka, seakan bisa membaca mimik muka. 

"Mas, baru pulang mending makan dulu. Adik, sudah siapin di meja."

Aku buru-buru mengalihkan perhatian dari pada dia terus menatap. Untungnya pria di hadapanku lekas berberes. Mencuci muka, mengganti kaos biasa dengan celana kolor.

Menonton televisi sambil menyeruput segelas susu. 

Aku akan berhenti memikirkan pria lain yang disebabkan oleh musik. Mulai saat ini akan ku ganti dengan lagu semacam band lain. Intinya ciptakan kebahagiaan kepada seseorang yang sudah berjuang untuk bertahan dalam sebuah hubungan. Membuat keharmonisan keluarga, yang sekarang. Aku akan berusaha melakukannya. Aku yakin bisa.

***

PML, 30 Juli 2021

@Aksara_Sulastri

 

#lagukenangan