Banaspati Dari Kali Wiso

Pixabay

 

Banaspati diyakini sebagai hantu yang berujud bulatan api yang berkobar terbang menyerang mangsanya. Namun, ada pula yang menganggap Banaspati adalah jenis ilmu hitam yang dikirim seseorang untuk mencelakakan orang lain.

 

Ini adalah cerita umumnya bagi masyarakat Jawa.

Berbeda dengan yang aku yakini dulu sewaktu kecil.

 

Banaspati di tempatku, berbeda dengan Banaspati pada umumnya. Meski aku belum pernah melihatnya. Namun hantu atau siluman ini sangat menghantui kehidupan masa kecilku di kota kecil yang ada di pantai Utara pulau Jawa.

 

Banaspati adalah hantu jahat yang suka memakan orang dengan cara menariknya ke dalam air.

Ya, Banaspati di tempatku adalah Banaspati air. Hidup dan tinggal di dalam air. Bentuk sama seperti Banaspati yang lain. Persis kepala dengan rambut panjang melambai-lambai, bermulut lebar dan bertaring panjang. Kadang ada yang menggambarkan seperti kepala Naga.

 

Ia biasa bersembunyi di bawah air, di tempat yang penuh dengan tanaman air bersulur yang mengambang menutupi permukaan sungai.

 

Banaspati akan mengisap darah korbannya, dan menyisakan tubuh-tubuh kehabisan darah mengambang hanyut di sungai.

 

Hiih, horor sekali terdengarnya.

 

Padahal sungai bagi masa kecilku adalah tempat yang paling asyik untuk sekadar memancing, memasang jerat udang atau berenang tentunya.

 

*

 

Namanya juga anak-anak, diberi peringatan orang tua tentang ganasnya Banaspati, tetap saja penasaran.

 

Karena sungai adalah bagian dari kehidupan kami.

 

Apalagi saat itu, untuk buang air besar. Masih jarang yang mempunyai toilet di dalam rumah. Alhasil kalau terpaksa harus PUP, pilihannya lari ke tengah sawah atau nekat nangkring di kakus tradisional di atas sungai. Resikonya ya itu, was-was DIMAKAN oleh Banaspati.

 

Sambil nongkrong, mata awas celingak-celinguk ke kanan-kiri terutama ke arah bawah, tepat di permukaan sungai tempat kakus itu nangkring.

 

Setiap... "Plung... "

Takut ada makhluk air berkepala manusia berambut panjang menyambar kaki-kakiku.

 

*

 

Ada juga memang kematian terjadi di sepanjang sungai itu. Kematian disebabkan karena terpeleset, jatuh tidak bisa berenang atau sebab lain yang penuh misteri.

 

Betapa hebohnya penduduk jika dikabarkan ada orang hanyut. Hampir seluruh penduduk sepanjang sungai itu akan muncul bahu-membahu menyusuri sungai untuk mencari korban yang hanyut.

 

Disusuri dari hulu hingga hilir. Biasanya ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa. Kalau tidak ditemukan mengambang tersangkut di jembatan, tersangkut di akar pohon, atau tersangkut di tempat-tempat yang diyakini Banaspati tinggal dan memangsanya.

 

*

 

Sungai itu dikenal sebagai Kali Wiso. Itu cerita 45 tahun yang lalu.

 

Sekarang kemungkinan cerita itu sudah hilang, karena dari kabar terakhir, kali Wiso sudah diperlebar dan dinding sungainya juga sudah dicor.

 

Ya, semoga, semua ini hanya cerita atau mitos yang memperkaya khasanah kearifan lokal tentang Urband Legend Stories.

 

Yang lebih joss gandos, apa yang kami takuti dulu, malah menjadi lambang supporter sepak bola kota Jepara yaitu Laskar Kalinyamat atau...

 

 

Banaspati di Kali Wiso Jepara diolah dari lambang supporter Persijap

 

 

LASKAR BANASPATI

 

 

Barisan Supporter Persijap Sejati

 

Selamat malam

 

Ki Jagat Alit