Misteri Yang Belum Terkuak

Ilustrasi/photo/docpri

Desa Urang agung adalah desa yang terletak paling barat di kecamatan Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo dan berbatasan dengan desa Mojorangagung yang merupakan bagian dari kecamatan Wonoayu serta Kebonagung yang merupakan bagian dari kecamatan Sukodono. Desa ini merupakan salah satu desa tertua dan menjadi cikal bakal berdirinya kabupaten Sidoarjo.  

Urang agung memiliki perninggalan sejarah yang banyak terdapat dalam lingkup wilayah desa menjadi bukti bahwa desa tersebut memiliki kisah historis serta nilai monumental dalam setiap jengkal wilayahnya yang perlu dikuak. 

Mengulas sejarah desa Urang Agung dan mengupas sisi gelapnya yang masih menjadi misteri adalah hal yang menarik. Desa tua yang merupakan salah satu desa awal yang menandai berdirinya kabupaten Sidoarjo. Apalagi disebut-sebut bahwa desa tersebut memiliki kisah misteri yang menarik. 
 
Di desa Urang Agung terdapat makam yang berada di dalam bangunan mirip pendapa. Memasuki area pendapa aura mistis terpancar kuat dari sebuah makam yang ditutup dengan kain mori putih.Apalagi jika berkunjung di malam Hari,  lokasi di tengah persawahan yang minim penerangan membuat suasana makin terasa mistis.  Makam itu sendiri berada tepat di bawah sebuah pohon besar yang jika diukur  diameternya,  bisa ditebak  pohon itu berumur ratusan tahun. 

Makam tersebut adalah makam  Mbah Djenggot atau Raden Bagus. Beliau adalah salah satu pendiri Desa Urang Agung.  Sebutan Mbah Djenggot karena selama hidupnya Beliau melakukan pertapaan di bawah pohon Djenggot. Pohon besar dengan sulur menjuntai mirip pohon Beringin itu memiliki aura mistis yang begitu kental terasa, menurut seorang kuncen atau juru kunci, hal tersebut karena Mbah Djenggot tidak suka jika diekspos, Beliau akan murka jika ada orang yang mengacak-acak makam tersebut karena akan menghilangkan kesan sakral makam. Karena Itulah makam sengaja tidak dirawat hingga terkesan  seram, hal ini membuat orang enggan datang ke area tersebut.

Tak jauh dari makam Mbah Djenggot terdapat sebuah bangunan berbentuk dolmen atau punden. Punden tersebut adalah tetenger atau penanda makam Mbah Mudjarod atau Raden Mustafa. Lalu tak jauh juga ada sebuah punden Mbah Tirtowiryo atau mbah Syakur. Beliau bertiga  bersama dengan Mbah Djenggot adalah pendiri Desa Urang Agung.

Selain itu di Urang Agung juga terdapat makam seorang  ulama Madura. Beliau adalah seorang pengelana yang dikenal juga sebagai Mbah Candrageni karena memiliki ilmu kanuragan yang tinggi. 

Lalu mengapa desa tersebut dinamai  Urang Agung.  Nama Urang agung bisa diartikan sebagai udang yang besar, kita semua tahu Sidoarjo adalah daerah  penghasil udang terbesar di Jawa.  Hal ini menandakan desa ini  memiliki sumber daya alam yang kaya dan diberkahi.   Namun,  ada juga pendapat sementara yang mengatakan bahwa penamaan urang agung dimungkinkan berasal dari campuran bahasa Sunda yang berarti  orang agung atau orang besar, hal ini dimaksud karena desa ini memiliki banyak orang agung yang disegani sebagai penjaga dan pelindung spiritual desa dari mara bahaya.

Ada hal yang membuat desa Urang Agung ini menarik dan ramai dikunjungi. Yaitu  adanya situs Urang Agung yang dikenal dengan sebutan Sendang Agung. Konon air sendang tersebut memiliki ph 8 atau alkali yang  berfungsi sebagai obat. Air sendang ini sangat segar, pengunjung dapat mengambil sendiri dari sumbernya dengan menggunakan gayung yang terbuat dari tempurung kelapa  dan  meminumnya langsung.

Konon air sendang ini sering digunakan untuk pengobatan,  airnya segar dan menurut juru kunci di sini, air sendang ini tidak berlumut meski disimpan berhari-hari bahkan berminggu-minggu.  Itu juga yang mengundang minat mahasiswa ITS Surabaya melakukan riset terhadap air sendang ini. Bahkan tak jarang pengunjung yang datang dari berbagai kota di Jawa Timur membawa pulang berbotol-botol air sendang karena dipercaya bisa menyembuhkan penyakit. Tentunya semua atas izin Allah.

Situs Sendang Agung yang banyak dikunjungi orang untuk berapa,  atau sekedar menenangkan pikiran dengan bermalam di pendapa ini diduga sudah ada semenjak era Janggala, jadi  bisa ditarik interprestasi bahwa kemungkinan perkampungan di kawasan tanah tersebut sudah ada semenjak zaman Airlangga. Ada juga yang berpendapat situs dari batu bata ini merupakan peninggalan Majapahit, hal ini diperkuat dengan temuan banyak bata pecah disekitar formasi bangunan yang mirip dengan era Majapahit.  Namun, sampai sekarang belum bisa dibuktikan karena kurangnya sumber informasi yang memadai.

Desa Urang Agung sebagai desa tua masih memiliki banyak sekali nilai historis dan menyimpan banyak misteri sejarah. Sayangnya hanya segelintir orang yang berminat untuk menguak sejarah tersebut, hingga kesan mistis dan misteri yang selama ini ada tetap menjadi misteri yang tidak terkuak.

Seharusnya tugas kita sebagai generasi muda untuk melestarikannya.  Sejarah adalah asset berharga bagi suatu bangsa, maka seperti yang dikatakan Bung Karno bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak melupakan sejarahnya.  Maka itulah perlunya membangkitkan kesadaran historis bagi masyarakat dan mendidik mereka dengan narasi sejarah. Selain itu diharapkan seluruh masyarakat dan organisasi yang peduli dengan sejarah mengeksplorasi dan menguak sejarah lokal yang masih gelap agar diketahui oleh segenap masyarakat dan terwujudnya kelestarian budaya.

Sidoarjo, 30 Juli 2021
#ceritamisteri
#setahunrimis