Gadis Manis di MRT

MRT (sumber: straiittimes.com)

Hari ini adalah hari pertamaku bertugas di kantor Singapura. Dari bandara Changi, aku naik MRT ke kantorku di daerah Somerset. Menggunakan MRT adalah transportasi yang murah dan praktis, bagi pengembara yang tidak membawa banyak barang.  Udara Singapura sangat cerah pagi itu seakan menyambut kedatanganku. Kebetulan MRT juga tidak begitu penuh, mungkin karena sudah lewat jam masuk kantor. Akibat kemarin malam kurang tidur, karena takut kesiangan bangun, akupun tertidur di dalam MRT.

Saat terbangun, sungguh kaget, karena melihat ranselku sudah terkoyak akibat disayat dengan pisau tajam. Dan setelah kuperiksa, wah celaka ponselku hilang. Wah, bakalan harus merogoh kocek untuk beli ponsel baru  agar tetap bisa berkomunikasi dengan kantor di Jakarta.

Saat sudah tiba di stasiun Somerset, dengan rasa kesal, aku keluar dari MRT. Dalam  perjalanan dari stasiun menuju kantorku, tiba-tiba terdengar panggilan di belakangku. Panggilan itu  berasal dari suara wanita.

"Asep, tunggu."

Aku agak tertegun, koq ada suara wanita Indonesia dan mengetahui namaku Aku menghentikan langkahku dan berbalik  Ternyata kulihat seorang gadis manis yang sedang mengejarku sambil mengacungkan ponselku yang hilang. 

'Maaf, siapa Anda? Saya tidak mengenal Anda, kenapa Anda mengetahui nama  saya?' tanyaku.

Gadis itu hanya tersenyum. 

"Perkenalkan nama saya, Lia. Apakah benar ini ponsel Anda?" tanyanya sambil menunjukkan ponselku yang hilang di dalam MRT.

"Ya benar, darimana Lia menemukan ponselku yang dicuri orang?" tanyaku sambil waspada jangan-jangan gadis ini termasuk komplotan penjahat yang mau memerasku.

Lia mengangsurkan ponselku sambil berkata, "Terimalah".

"Saya harus membayar berapa?" tanyaku curiga.

"Gratis", kata Lia sambil tersenyum. Dan dia meninggalkanku masih terbengong-bengong di area stasiun, tanpa aku sempat mengucapkan terima kasih maupun menanyakan nomor ponselnya.

Ternyata Lia sudah berlalu dengan cepat diantara pejalan kaki lain. Dan akupun segera menuju kantorku untuk melaporkan kedatanganku.

Setelah melaporkan kedatanganku, manager kantor Singapura memintaku beristirahat di hotel dan baru mulai bekerja besok pagi. Akupun segera menuju hotel yang tidak terlalu jauh letaknya dari kantorku dengan berjalan kaki. Setelah melakukan check in dan mendapatkan kartu kunci kamar, aku langsung menuju kamarku. Kamar hotel cukup bagus dan bersih, dan aku merebahkan diri untuk beristirahat. Kantuk kembali menyerang dan akupun tertidur sekitar dua jam. Aku terbangun karena mendengar dering ponselku.

Ternyata yang menelepon nomor yang tidak kukenal, atau telepon dari Jakarta. Dalam kondisi setengah sadar, aku menerima panggilan telepon itu.

"Hello, who is speaking?"

"Saya Lia, Asep. Kalau tidak sibuk, yuk makan siang."

Akupun terkejut, darimana Lia mengetahui nomer  ponselku. Aku jadi makin penasaran pada gadis ini.

Daripada penasaran, aku iyakan saja ajakannya sambil nanti kukorek informasi darinya.

Aku turun ke lobby hotel, dan melihat Lia sudah duduk di kursi tunggu di lobby hotel. Supaya cepat, daripada mencari rumah makan yang ada disekitar hotel, tanpa berpikir panjang kuajak Lia makan siang di resto hotel. Siang itu ada menu buffet. Setelah mengambil makanan dan minuman, kami menuju meja yang kami pilih. Sambil makan, saya sudah tidak sabar untuk mengorek informasi mengenai Lia yang serba tahu tentang diriku.

"Lia, bagaimana menemukan ponselku dan tahu nomor ponselku?" tanyaku langsung memberondongnya dengan pertanyaan yang membuatku penasaran. Ternyata Lia hanya tersenyum saja, sambil menikmati makan siangnya. Hingga selesai makan siang, Lia tetap tidak bersedia menjawab pertanyaanku dan makin membuatku penasaran. Selesai makan siang aku ingin mengantarkan pulang ke rumah atau kantornya, Lia menolaknya dengan halus. Lia hanya menjawab tunggu telepon saja. Ditanya nomer ponsel juga tidak mau menjawab. Gadis ini benar-benar misterius.

Sore harinya, sambil bersantai di  kamar, aku menyaksikan siaran berita di televisi kamar hotel. Sungguh terkejut karena terdapat berita terbunuhnya seorang pria India di MRT yang kunaiki tadi pagi. Aku coba menghubungi Lia dengan cara melakukan panggilan telepon dari nomer telepon yang menghubungiku tadi siang, tapi tidak mendapat jawaban. Akhirnya aku hanya pasrah menunggu telepon dari Lia, tapi hingga larut malam tidak ada panggilan telepon dari Lia.

Keesokan harinya, aku ke kantor dan bekerja hingga pulang kembali ke hotel tidak ada panggilan dari Lia. Satu minggu aku bekerja di kantor Singapura dan hingga pulang kembali ke Jakarta tidak ada telepon dari Lia. Saat ini aku sudah kembali bekerja di Jakarta, tapi misteri tentang Lia masih menjadi misteri tak terjawab.

#ceritamisteri

#setahunrimis