Tragedi di Sungai Yamuna

sungai yamuna dan Taj Mahal detik,com

Adik kembar saya, Laksmi, sudah setahun lebih kuliah di Salah satu universitas terkenal di Agra, India  dan mendapat beasiswa dari Indian Council for Cultural Relations ketika wabah Covid varian Delta mulai berkecamuk di negeri itu.

Untung tak dapat diraih malang tak dapat ditolak, pada suatu malam yang dingin,, aku menerima pesan WhatsApp dari Laksmi yang memberitakan bahwa dia terjangkit virus mematikan itu.

Setelah itu komunikasi dengan Laksmi terputus begitu saja. Tidak ada pesan melalui WhatsApp , email, atau media lainnya.

Segala usaha untuk mencari info tentang Laksmi ternyata sia-sia. Tidak ada berita dari India, baik dari universitas, maupun konsulat Jenderal RI di Mumbai ataupun kedutaan RI di New Delhi. Singkatnya, Laksmi bagaikan hilang ditelan bumi.

Namun bagi diriku sebagai saudara kembarnya, Laksmi bagaikan masih hidup. Adikku ini sering hadir dalam mimpi mimpiku seakan-akan minta tolong untuk dibebaskan serta minta pulang ke Indonesia.

Aku sering melihat Laksmi berjalan seorang diri di tepi sungai Yamuna yang membelah Kota Agra. Tepat di belakang monumen cinta yang abadi nan indah,Taj Mahal. Aku ingat pernah berkunjung ke sini ketika pertama kali berkunjung ke India bersama Laksmi. Beberapa bulan sebelum Laksmi melanjutkan kuliah di India.

Kakak! Tolong Laksmi, ajak Laksmi pulang ke Indonesia” Demikian yang dikatakan Laksmi dalam mimpi itu. Ketika Aku mencoba menggapai tangannya, Ia menghilang dan aku terbangun dari mimpi.

Mimpi ini terus mengganggu tidurku berminggu-minggu.

Juni 2021, wabah Covid Mulai mengganas kembali di Indonesia, bahkan Jakarta pun tidak luput dari terjangan nya.

Suatu malam suhu tubuhku panas, aku merasa demam dan indra penciumanku menghilang. Hasil tes swab antigen dan PCR menunjukkan aku  positif Covid.  Sesudah isolasi mandiri di rumah dalam beberapa hari kondisiku kian memburuk. Aku pun harus dirawat di salah satu rumah sakit. Karena kesulitan bernafas aku bahkan harus masuk di ruang ICU.

Suatu senja, aku merasa sangat sehat. Ketika beristirahat di kamar rumah sakit, Laksmi datang menjenguk. Dia tampak sangat cantik dan kemudian memeluk diriku dengan penuh kasih sayang. Kami berdua melepaskan rasa rindu karena lama tidak bertemu.

“Kak Parwati, ayo ikut Laksmi,” kata adikku dan kemudian kami berdua berjalan meninggalkan kamar ruang sakit.  Perawat dan pasien lain sekan tidak memperhatikan kami berdua.

Aku merasa sangat sehat dan gembira. Laksmi mengajakku ke sebuah taman yang indah penuh dengan berbagai macam bunga.

Kami kemudian naik perahu di sebuah sungai dan kulihat di kejauhan kubah putih Taj Mahal berkilau memantulkan mentari senja. Ah aku dan Laksmi kembali ada di Agra nan indah. Di sebuah perahu yang berlayar bak sebuah tamasya yang menyenangkan di sungai Yamuna yang penuh sejarah.  Sejenak, aku merasa sangat berbagaia.  Lenyap semua rasa sakit yang kuderita.  Ingin rasanya momen indah bersama adik kembarku ini terus kunikmati. 

Tetapi, kebahagian itu ternyata cuma sesaat. Ketika perahu kami berlayar, tiba-tiba langit kota Agra berubah menjadi gelap dan hitam. Angin ribut dan badai bertiup sehingga perahu kami pun terbalik dan tenggelam. Aku melihat Laksmi terjatuh dan tenggelam di Sungai Yamuna. Aku berusaha memegang tangannya, tetapi arus sungai sangat deras.

“Kak Parwati, Tolong, Tolong!”

Suara Laksmi makin menghilang dan ……

Tubuhku terasa ringan sekali. Aku tidak tahu berada dimana. Aku melihat banyak sekali petugas pemakaman berpakaian APD.

Ketika petugas pemakaman itu menjauh. Aku mendekat ke sebuah pusara yang masih basah. Ada rangkaian kembang tujuh warna di atas pusara. Tidak ada siapa-siapa. Sejenak aku masih bingung. Dimanakah aku berada dan makam siapa yang ada di depanku ini

Di papan kayu sederhana kubaca sebuah nama. Sebuah nama yang sangat kukenal :

“Parwati binti Sunjoyo

lahir : 16 Maret 1996

Meninggal. : 25 Juni 2021

Di kejauhan aku melihat adikku Laksmi tersenyum. Kini kami bisa bersama lagi.

Bekasi, 25 Juni 2021

*************************************

#ceritamisteri

#setahunrimis