Penunggu Cermin Antik

Sumber dari Google

Di rumah Kakek, ada dua buah cermin antik berukuran cukup besar. Cermin itu warisan dari buyutnya Kakek. Sebelum Kakek meninggal, beliau pun mewariskan cermin itu kepada dua anaknya, yaitu paman dan ayahku.

Cermin antik itu begitu cantik. Ayah meletakkan cermin itu di ruang tengah, tempat berkumpulnya anggota keluarga saat sedang menonton TV.

Saat memandang ke arah cermin, aku merasakan keanehan. Namun, aku segera menepis pikiran itu. Ah, tak ada apa pun, hanya perasaanku saja.

Almarhum Kakek tidak pernah bercerita tentang asal usul cermin tersebut. Yang Kakek tahu, cermin itu warisan turun-temurun. Tak ada yang istimewa dari cermin itu. Hanya berupa benda pajangan untuk mempercantik ruangan.

Benda berbentuk bulat yang lumayan besar, di sekelilingnya terdapat hiasan cantik berwarna keemasan. Banyak saudara ayahku yang menginginkan cermin tersebut. Namun, dari sebelas bersaudara, kakekku memberikannya hanya kepada paman dan ayahku saja. Sementara itu, anak-anak Kakek yang lain hanya mendapatkan keramik-keramik antik milik beliau.

***

Pada akhir tahun 2015, ada suatu kejadian aneh yang menimpaku. Hari itu aku dan kedua orang tuaku asyik menonton TV. Karena malam semakin larut, Ayah dan Ibu memutuskan untuk segera tidur. Sementara itu, aku memilih untuk menonton hingga acara berakhir.

Ternyata, sebelum acara di televisi berakhir, aku sudah merasa mengantuk. Oleh karena itu, aku memutuskan untuk segera tidur. Rasa kantuk yang begitu berat menyebabkan aku hanya mampu mematikan televisi dari sofa yang kutiduri. Kaki juga terasa sulit untuk melangkah ke kamar, jadi aku memilih tetap tidur di ruang tengah saja.

Ruang tengah yang kutiduri, lampunya tampak temaram. Tanpa kusadari, posisi tidurku berhadapan langsung dengan cermin antik. Rasa kantuk yang begitu berat, tak membuatku takut. Padahal aku pernah merasakan keanehan pada cermin tersebut.

Antara sadar dan tidak, aku melihat ada sosok mengerikan yang keluar dari cermin. Sosok dengan mata merah, gigi bertaring, dan telanjang itu berjalan ke arahku. Aku ingin berlari, tetapi tubuh ini terasa kaku. Aku hanya bisa terdiam, tetap berbaring, tak mampu menggerakkan tubuhku sedikit pun.

Sosok itu semakin dekat. Mataku menatapnya, timbul perasaan ngeri, tetapi tak bisa berlari. Aku pasrah dan hanya bisa berdoa. Kusebut nama Allah berkali-kali. Tak lupa kubaca ayat-ayat pendek. Yang paling utama adalah ayat Kursi. Mulutku tak mampu bersuara, aku hanya membacanya dalam hati.

Meskipun aku sudah berdoa, makhluk itu tidak juga pergi. Dia semakin dekat denganku. Lalu, tubuhku didudukinya. Wajahnya berhadapan langsung dengan wajahku. Mataku tak bisa terpejam. Kami saling bertatapan. Dadaku terasa sangat sesak. Napas terasa berhenti. Namun, aku terus berdoa dan membaca ayat Kursi.

Sosok itu terus menekan dadaku. Rasanya antara hidup dan mati. Saat napasku sudah satu-satu, sosok itu tiba-tiba menghilang dan cermin antik tampak bersinar. Alhamdulillah, aku mengucap syukur karena masih diberi umur.

Setelah sosok itu menghilang, aku bisa menggerakkan tubuhku. Dengan napas yang masih sedikit sesak, aku langsung duduk kemudian berdiri dan menghidupkan lampu hingga cahayanya terang-benderang. Langsung kuambil air minum dan segera meminumnya.

Aku berdiri dan menatap kembali cermin antik itu, tak ada apa pun di sana. Hanya ada tubuhku yang berdiri berhadapan dengan cermin.

Keesokannya, aku menceritakan kejadian yang kualami malam itu pada Ayah dan Ibu. Mulanya mereka tak percaya, tetapi akhirnya Ayah mulai percaya.

"Hal itu bisa saja terjadi. Mungkin itu jin yang menunggu cermin antik ini," ucap Ayah sembari menatap cermin.

"Nanti cermin itu kita lepas, lalu dibungkus dengan kain dan disimpan di gudang," lanjut Ayah.

"Tidak perlu, Yah. Kita hanya perlu membaca surah Yasin secara rutin di ruangan ini. Itu saja cukup menurutku," usulku.

Sejak saat itu, setiap malam kami rutin membaca surah Yasin. Tak ada lagi gangguan yang keluar dari cermin antik itu. Hingga kini, cermin tersebut tetap terpasang cantik di ruang tengah rumah orang tuaku.

***
#kisahnyata
#tipsmengatasirasatakut