Misteri Foto Prewedding

Ilustrasi gambar by. 73photowork.com

 

Tidak ada yang salah dengan foto prewedding. Saya sengaja memajang di awal Januari 2021, pada sudut kanan kamar sebelah selatan. Foto itu diambil sudah lumayan lama sekitar dua bulan persiapan sebelum nikah. Lebih tepatnya bulan Oktober 2020. Di sebuah ladang kosong yang penuh dengan rerumputan dengan nuansa kehijauan.

 

Adik suami yang memotret kami, hasilnya lumayan bisa diedit sedemikian rupa hingga menjadi lebih menarik lagi. Tapi, akhir-akhir ini foto Saya terasa berbeda dengan sebelumnya. Mungkin ini hanya perasaan Saya saja.

 

Ibu hamil memang lebih sensitif dan peka dengan hal-hal berbau mistis. Pikirannya selalu berubah-ubah dalam keadaan sepi di jam malam dan di waktu kerja suami belum kunjung datang.

 

Saya berbaring dengan mengenakan daster tipis, keringat terus mengucur ke seluruh badan. Lalu menyalakan kipas angin. Tangan dan kaki menjadi terasa dingin, tetap saja di bagian dada dan perut terasa panas. 

 

Kini pandangan Saya tertuju ke cermin di meja rias. Foto pernikahan saya dapat terlihat dari sini. Setidaknya masih tampak jelas, diamati secara seksama. Ada bayangan hitam di balik pohon yang rindang. Saya berkedip lalu berganti warna pancaran cahaya putih. Lantas aku berbalik, ke arah foto. Masih belum berubah.

 

Masih sama hanya pancaran cahaya putih yang terang. Itu hanya sebuah editan, tapi apa yang Saya lihat barusan di dalam cermin?

 

Saya ke luar kamar menenangkan diri sendiri, ini belum ada jam 12 malam. Suasana terasa lebih menegangkan dari yang dibayangkan. Sebentar lagi suami pulang, untuk menunggunya lebih baik menyalakan audio ayat-ayat Alquran di dalam aplikasi gadget.

 

Saya menyadari, hal apa yang paling menakutkan dalam hidup ini? Ketika berada di tempat yang sepi, hanya kita sendiri. Apalagi setelah kita mati, tak ada siapapun yang menemani? 

 

Saya membuang napas panjang, lebih berat. Setidaknya jika sudah waktunya tiba semoga membawa amal lebih. Agar Ketakutan saya berkurang dan siap menemui Tuhan.

 

Setelah itu Saya menuju ke kamar mandi, menggosok gigi serta buang air kecil. Ada yang berbisik di telinga memanggil nama Saya.

 

"Las!"

 

"Dalem," timpal Saya.

 

Langsung berlari menuju pintu depan, membuka perlahan menyambut suami datang.

 

Cekrek..

 

Pintu terbuka, ternyata tidak ada siapapun di luar sana? Di mana suami? Saya bertanya-tanya dalam hati. Ah, sudah tak perlu dipikirkan lagi.

 

Detak jantung bergemuruh membuat ketakutan saya semakin memuncak. Kesendirian memang sangat menakutkan. Saya memilih berbaring di kamar depan, kamar kakak yang sudah kosong. Berantakan oleh baju bersih yang tadi sore dari jemuran belum sempat dilipat dan dimasukkan lemari. Saya sudah lelah melakukan pekerjaan rumah yang lain.

 

Saya ingin tidur sekejab, satu jam saja. Suami pulang untuk menunggunya lebih baik saya terlelap. Dan, suara deru motor terdengar nyaring. Itu pasti suami tidak salah lagi. Kali ini untuk memastikan saya membuka tirai jendela terlebih dahulu.

 

Sosok suami berdiri tegak di ambang pintu, saya cepat membukanya. Suami tersenyum kemudian masuk ke dalam rumah. Mengganti pakaiannya dengan baju khusus di rumah. 

 

"Mas, fotonya di balik saja," pintaku pada Suami.

 

"Loh, kenapa Dik?"

 

Saya bergeming, berbaring memunggunginya. Ia mengerti lantas tak bertanya apa-apa lagi. Foto pernikahan dibalik menghadap ke dinding olehnya.

 

Syukurlah Saya tidak merasa takut lagi. Bisa tertidur pulas dalam dekapannya. Menyongsong pagi hari dengan wajah gembira.

 

***

#Kisahnyata

#tipsmengatasirasatakut

 

PML, 9 Juni 2021

@Aksara_Sulastri