Kelumpuhan Tidur

Ilustrasi (Sumber: Picdeer)

Apa kau tahu kalau kita sebenarnya bisa mengendalikan mimpi? Itulah yang disebut dengan lucid dream, atau yang dalam bahasa kita dikenal sebagai mimpi sadar. Dari sebutan itu, kupikir, kau pasti sudah tahu maksudnya. Benar sekali. Dalam lucid dream, mimpi yang kau alami akan terasa sangat amat nyata, sampai-sampai kau akan sadar kalau itu adalah mimpi. Dan bukan hanya itu, kau juga bisa mengendalikannya! Hebat, bukan?

Jika mengalami lucid dream, kau bisa memilih akan jadi seperti apa mimpi itu. Kau bisa terbang berkeliling dunia, bertemu selebriti idola, atau melakukan hal-hal yang tak mungkin bisa kau lakukan di kehidupan nyata. Apa saja bisa! Setidaknya, begitulah informasi yang kudapat dari berbagai artikel dan forum di internet sekitar tahun 2016 silam.

Waktu itu, aku sangat penasaran dan tertarik untuk mencari tahu lebih jauh tentang lucid dream. Beberapa orang di salah satu forum mengaku kalau mereka pernah mendapatkannya. Dari orang-orang itu, ada yang bilang kalau dia ber-lucid dream secara tiba-tiba, tanpa sadar. Sedangkan sebagian lainnya justru bisa ber-lucid dream kapan pun mereka mau, dengan cara tertentu. Yang kutemui bukan itu saja, ada juga beberapa orang yang memang pernah merasakan lucid dream—sadar kalau sedang bermimpi—namun tak bisa mengendalikannya.

Untuk menambah informasi, selain berselancar lebih dalam di internet, aku juga bertanya-tanya pada beberapa teman di kampus. Dari tiga orang yang kutanya, satu diantara mereka rupanya pernah mengalami hal yang kumaksud. Kata temanku itu, sudah dua kali dia sadar kalau dirinya sedang bermimpi. Namun hanya sebatas itu. Saat dia sadar kalau sedang bermimpi, tiba-tiba dia terbangun dan tak bermimpi lagi sampai pagi.

Dari situ, bisa dibilang kalau aku mulai sedikit percaya dengan apa yang kutemukan di forum dan artikel internet. Dari situ juga dapat kusimpulkan kalau setiap orang mungkin pernah mengalami lucid dream tanpa sadar, setidaknya sekali, tetapi belum tentu bisa mengendalikannya kalau belum terbiasa.

Nah, sekarang aku akan membahas sedikit tentang cara mendapatkan lucid dream. Beberapa artikel yang kubaca menjelaskan, caranya adalah dengan masuk ke dalam fase sleep paralysis—kelumpuhan tidur—terlebih dahulu. Fase sleep paralysis itu bisa dibilang merupakan gerbang untuk masuk ke dalam lucid dream. Maksudnya, kalau kau sudah berhasil masuk ke fase itu, maka selanjutnya kau akan bisa ber-lucid dream.

Akan kujelaskan sedikit tentang sleep paralysis. Saat tidur, tubuh akan masuk ke tahap pergantian antara non-rapid eye movement (NREM) menuju rapid eye movement (REM). Nah, di fase REM inilah mimpi biasanya terjadi. Karena di fase REM, kau sudah tertidur pulas dan otot-otot tubuh “dimatikan”. Tetapi, kalau tiba-tiba kau tersadar saat fase REM terjadi, maka kau akan mengalami sleep paralysis. Itulah sebabnya kau takkan bisa menggerakkan tubuh, mengeluarkan suara, dan susah bernapas. Namun yang jadi masalah, sleep paralysis itu, bagi banyak orang dikenal dengan sebutan “ketindihan”. Ya, ketindihan. Kau tahu, kan, maksudnya?

Pernah beberapa kali aku mencoba untuk masuk ke dalam fase sleep paralysis supaya mendapatkan lucid dream. Sebelum tidur, aku membuat tubuhku senyaman dan serileks mungkin. Berusaha menjaga pikiran agar tak tertidur sehingga bisa masuk ke fase REM dengan pikiran sadar. Dan kau tahu? Semua yang kulakukan itu rupanya sia-sia. Tetap saja unjung-ujungnya aku tertidur pulas tanpa bermimpi apa-apa. Namun, suatu malam, hal tak terduga itu pun terjadi.

Kala itu—seingatku sekitar jam dua dini hari, tubuhku terlalu lelah dan tak berniat untuk mencoba ber-lucid dream. Dengan rasa kantuk yang sudah mencapai ubun-ubun, aku merebahkan badan. Tidak telentang, tetapi meringkuk ke arah kiri. Perasaanku, aku belum terlelap saat itu. Saat sekelabat, kedua telingaku berdengung bukan main.

Aku merasa risih, dan karenanya, kubukalah kedua mata. Dengungannya lenyap. Namun saat aku menutup lagi mataku, ia datang lagi. Semakin aku berusaha untuk terlelap dengan tenang, semakin keras dan dalam dengungan di telingaku. Aku pun pasrah. Karena terlalu lelah kunikmati saja suara berdengung itu, menganggapnya sebagai nyanyian pengantar tidur. Tanpa sedikit pun sadar kalau yang kulakukan itu adalah sebuah kesalahan.

Pikiranku seakan hanyut ke dalam dengungan yang semakin lama kian terdengar nyaring. Tak bisa lagi rasanya aku untuk menikmati suaranya, hingga saat terpaksa membuka lagi kedua mata, napasku teramat sesak. Aku tak bisa menggerakkan seluruh bagian tubuhku. Bahkan jemari tangan dan kakiku terasa beku layaknya es. Aku ingin berteriak, namun tak ada suara yang keluar dari mulutku. Di situlah kusadar, kalau ternyata aku… aku ketindihan!

Ini bagus, bukan? Dengan begini aku bisa ber-lucid dream! Tetapi, tunggu. Ada yang aneh dengan yang sedang kualami ini. Tubuhku bukan hanya kaku dan tak bisa digerakkan, melainkan seperti masuk ke dalam lubang tak berujung. Sesak, sesak sekali. Aku tak berani melihat, tetapi saat mataku terpejam, semakin dalam rasanya tubuhku tersedot masuk. Aku tak sanggup. Tak ada lagi suara yang bisa kudengar. Semuanya seperti teredam. Sunyi sekali.

Aku panik. Pandanganku berputar, melihat sekeliling dengan gerakan cepat. Sampai akhirnya… tampaklah sosok hitam itu. Dia berada di sudut kamar. Terduduk. Tidak, dia sedang berdiri. Tubuhnya kecil, hitam semuanya. Tunggu, dia seperti melihat ke arahku! Aku gelagapan. Napasku semakin sesak. Tolong! Bergeraklah tubuhku. Kumohon, bergeraklah!

Tidak bisa. Terlambat. Dia sudah mendekat! Aku berontak sekuat tenaga. Cepat, cepat, bergeraklah. Dia semakin dekat! Aku berteriak meski tak terdengar barang sedikit pun suara. Dia melompat, menerkam. Aku bisa lihat mulutnya yang menganga!

Entah karena keberuntungan atau usaha yang teramat keras, saat sosok hitam itu berada satu jengkal dari wajahku, aku berhasil menggerakkan tangan dan memukulnya. Setidaknya, begitulah yang kulihat. Walau mungkin sebenarnya, dia sudah menghilang sesaat sebelum aku menyentuhnya.

Lucid dream. Sepertinya, aku belum bisa mendapatkannya.

#kisahnyata #tipsmengatasirasatakut

Catatan penulis:

Percaya atau tidak, pernah satu kali aku mengalami lucid dream. Kejadiannya juga tiba-tiba, persis seperti di atas, tapi aku berhasil mengatasi ketakutan saat sleep paralysis atau ketindihan. Caranya dengan terus menutup mata dan mengatur pernapasan. Waktu itu, setelah masuk ke dalam lubang hitam, aku seperti melihat rumah-rumah bekas kebakaran. Lalu tiba-tiba aku terbangun di dalam kamar dan sadar kalau sedang bermimpi. Tetapi, tetap saja, aku tak bisa mengendalikan mimpi itu, mungkin karena belum terbiasa. FYI, butuh ketenangan ekstra untuk bisa mengendalikan mimpi. Jadi, ke depannya, kalau kau sadar sedang bermimpi, jangan panik atau kegirangan dahulu. Tetap tenang, dan semoga beruntung!