Pelarian

Pacaran (sumber: kompas.com)

Anton duduk sambil melamun. Dia sedang memikirkan Aida yang sudah tidak masuk sekolah tiga hari lamanya, padahal selama ini Aida termasuk anak rajin yang jarang tidak masuk sekolah. Anton coba bertanya pada Betty dan Carla, teman belajar sekaligus teman akrab Aida, namun keduanya juga tidak mengetahui kenapa Aida tidak masuk sekolah. Saat bel tanda masuk hampir berbunyi, tiba-tiba terdengar suara langkah Aida. Anton segera bangkit dari tempat duduknya, dan menegur Aida, "tumben tidak masuk tiga hari, sakit ya?"

Aida tidak menjawab, hanya menggelengkan kepalanya perlahan.

"Da, aku tidak boleh tahu alasan kamu tidak masuk sekolah tiga hari?" kembali Anton bertanya.

"Pokoknya rahasia," jawab Aida ringan.

Untung bel segera berbunyi sehingga Anton tidak mengejar dengan pertanyaan lain. Anton selalu perhatian terhadap Aida, bahkan beberapa kali Anton sudah "nembak" Aida menyatakan cintanya, namun selalu ditolak oleh Aida dengan alasan dia belum boleh pacaran oleh ayahnya dan Aida tidak mau dimarahi ayahnya.

Saat jam istirahat tiba, Betty dan Carla menghampiri Aida, " yuk ke kantin." Ketiganya lalu bersama-sama ke kantin lalu memesan mie bakso dan es jeruk. Sambil menyendok baksonya, Betty bertanya:

"Da, kenapa kamu tiga hari tidak masuk sekolah?"

"Aku mau jawab dengan jujur, tapi kalian bisa jamin tidak bocor?" tanya Aida.

"Siap," jawab Betty dan Carla serentak.

"Sebenarnya aku dijodohkan dan dipaksa menikah oleh orangtuaku dengan anak teman orangtuaku yang sedang sakit parah," cerita Aida perlahan.

"Hah?" teriak Betty dan Carla bersamaan, " kamu bisa dikeluarkan dari sekolah bila ketahuan."

"Itulah sebabnya kalian harus bisa menyimpan rahasia ini kepada siapapun, aku mau lulus dulu dari SMA ini,' jelas Aida.

Pulang sekolah, Anton mendekati Aida dan menawarkan diri untuk mengantarkan pulang.

"Tapi aku tidak pulang ke rumah orangtuaku," kata Aida.

"Tidak masalah, ke Amerikapun akan kuantar," seloroh Anton.

Lalu mereka berdua menuju tempat parkir sepeda motor. Anton segera mengambil sepeda motornya dan menjalankannya pelan-pelan.  Anton sengaja ingin berlama-lama karena ia senang berduaan dengan Aida. Aida yang mengetahui akal bulus Anton lalu menyela "cepetan dong."

Anton lalu dengan sengaja mempercepat laju sepeda motornya sehingga Aida menjerit ketakutan.

"Katanya disuruh cepetan," selorohnya. 

"Ya tapi jangan ngebut, takut tahu,"  jawab Aida.

Antonpun sedikit mengurangi laju sepeda motornya sehingga Aida berhenti berteriak. Akhirnya keduanya tiba di rumah yang ditunjukkan Aida.

"Kamu sekarang tinggal bersama siapa, Da?" tanya Anton.

"Bersama kakak sepupuku.. Terima kasih ya sudah diantar," kata Aida.

Anton dalam hati menggerutu, sialan tidak diajak mampir masuk dulu. Karena Aida langsung masuk ke dalam rumah. Antonpun dengan rasa kesal pulang ke rumahnya.

Singkat cerita, semua siswa SMA sudah menyelesaikan ujiannya. Pada hari pengumuman hasil ujian, Aida diantar ke sekolah oleh suaminya. Saat masuk ke kelas ada Anton sedang duduk sendirian. Anton yang melihat kedatangan Aida langsung bertanya: "Da, setelah kita lulus SMA, kita boleh pacaran dong."

Aida dengan perlahan menjawab: "Ton, lupakan aku dan carilah gadis lain dan jangan mengharapkan aku karena aku telah dijodohkan oleh orangtuaku dan yang mengantarku ke sekolah adalah suamiku, yang dulu kusebut kakak sepupuku."

"Aku tidak menduga kamu begitu tega meninggalkan aku," kata Anton dengan sedih.

Tidak lama kemudian, murid-murid lain masuk ke dalam kelas karena guru sudah menunggu di depan kelas. Guru segera mengumumkan hasil ujian, "kalian semua lulus, hasil ujian sekolah kita 100% lulus."

Murid-murid bersorak gembira dan saling mengucapkan selamat. Hanya Anton yang berwajah lesu. Aida menghampiri Anton, "Selamat Anton, kamu akan melanjutkan kemana?"

"Karena kamu sudah meninggalkan aku, maka aku akan pergi jauh, aku akan keliling dunia dengan kapal, aku akan mendaftar di Akademi Angkatan Laut di Surabaya.," jawab Anton lesu.

"Semoga sukses jadi perwira Angkatan Laut ya," jawab Aida.

Setelah selesai saling bersalaman, murid-murid meninggalkan kelas dan pulang. Aida segera mencari mobil suaminya yang akan membawanya ke rumah sakit guna membezoek mertuanya yang sedang sakit.