Air Sakti Sedudo

Ilustrasi, travels promo

 

Namaku Dian. Lahir di Nganjuk empat puluh dua tahun yang lalu. Daerah yang terkenal dengan sebutan Kota Bayu atau Kota Angin itu menyejukkan, ladang pertanian tumbuh subur membentang, menambah asri pemandangan. Selain itu, Nganjuk juga dikenal kaya akan destinasi wisata berupa air terjun alami.  Diantaranya Air Terjun Sedudo, Air Merambat Roro Kuning, Air Terjun Singokromo, Air Terjun Gedangan, Air Terjun Sumbermanik, dan masih banyak lagi. 

Seorang sahabat -yang tidak mau disebutkan namanya-, tinggal di Desa Berbek, Kecamatan Sawahan, berdekatan dengan lokasi wisata, mengisahkan sejarah Air Terjun Sedudo. Konon, seorang petani bernama Sanak Pogalan dahulu tapa brata di sekitaran lokasi, karena didasari rasa dendam atas sebuah ketidakadilan penguasa pada rezimnya. Ia bermaksud menenggelamkan Anjuk Ladang -nama Kota Nganjuk sebelumnya-, dengan membuat sumber air baru yang sangat besar. Kemudian terciptalah Air Terjun Sedudo.

Selanjutnya, sepeninggal Sanak Pogalan, seorang tokoh masyarakat yang bernama Kyai Curigonoto juga melakukan pertapaan di air terjun tersebut. Ia memiliki cita-cita mulia, yaitu menjadikan hutan di sekitar air terjun sebagai sumber rempah-rempah untuk mencukupi kebutuhan para warga. Agar penduduk hidup kecukupan, makmur dan sejahtera. 

Dalam pengasingan tersebut, Kyai Curigonoto meminta kepada Raja Kediri untuk mengirimkan rempah-rempah. Permintan pun dikabulkan. Raja Kediri mengutus beberapa prajurit mengantarkan rempah-rempah ke lokasi pengasingan. Namun, secara misterius, gerobak yang mengangkut rempah-rempah itu berguling hingga isinya tumpah ruah di sekitaran Sedudo. Ajaibnya, rempah-rempah tersebut justru tumbuh subur di sekitar lokasi hingga sekarang ini. Dan diyakini bahwa rempah-rempah tersebut menjadi obat dengan berbagai khasiat  yang luar biasa, salah satunya membuat wajah bersih, berseri dan awet muda. 

Tersebut pula sebuah kisah pada jaman Kerajaan Majapahit yang dipimpin oleh Hayam Wuruk, ada beberapa aktifitas kerajaan yang berpusat di Air Terjun Sedudo. Salah satu contohnya adalah Patih Gajah Mada yang melatih para prajurit khusus kerajaan di sana. Ya, prajurit yang dikenal dengan sebutan Bhayangkara. Mereka dilatih sekuat tenaga untuk bisa menjaga, mempertahankan bumi Nusantara. 

Pada perkembangannya, Air Sedudo yang terletak di lereng Gunung Wilis menjadi salah satu destinasi wisata Kota Anjuk Ladang. Saat liburan tiba sangat ramai dikunjungi para wisatawan, baik lokal maupun mancanegara, terlebih pada prosesi Siraman yang hanya dilakukan di bulan Asyuro. Tersiar kabar bahwa air suci dari Sedudo yang menjadi incaran mereka. Kata sahabat saya, siapa pun yang mandi atau berendam di bawah air terjun tersebut, akan mendapatkan berkah awet muda. Selain itu, air sakti Sedudo dipercaya bisa menyembuhkan berbagai penyakit kulit. Belum lagi para pejabat tinggi dan tokoh masyarakat yang berdatangan untuk ngalap berkah di lokasi tersebut. 

Air Terjun Sedudo selalu menjadi primadona hingga saat ini. Prosesi sakral Siraman pun tetap digelar di masa pandemi. Dengan menetapkan prokes tentunya. Wisatawan dari dalam dan luar negri berbondong-bondong menyaksikan dan mengabadikan prosesi untuk sebuah dokumentasi. Air Sedudo pun menuai berkah. 

Pantangan? Juru kunci wisata Primadona Kota Bayu mengatakan, dilarang berpacaran di sana, dilarang berbuat mesum, membuang sampah sembarangan, serta jangan gunakan sampo atau sabun saat mandi di kucuran air terjun. Kalau sampai dilanggar, akan membawa sial. Jika berkunjung, niatkan dengan tujuan yang benar, menikmati pemandangan sambil mensyukuri anugrah Tuhan Yang Maha Esa. Jangan nodai dengan hal-hal yang menjadi pantangannya. Insyaallah semua akan baik-baik saja. 

Sobat Rimis yang hendak berkunjung ke Kota Nganjuk, silahkan singgah ke Sedudo, salah satu destinasi wisata yang menyimpan sejuta kisah dan misteri. Anda juga akan disuguhkan pemandangan asri, alami yang cukup menyejukkan hati.  

#wisatamisteri