Mantan Pemandian Angker, Taman Wisata Sumbersuko Randuagung

Taman Wisata Sumbersuko Randuagung (https://www.batulocalguides.id/2020/09/ngopi-pagi-di-wisata-sumber-suko.html)

Taman Wisata Sumbersuko merupakan sebuah destinasi wisata yang terletak di Dusun Gondang Suko, Desa Randuagung, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Berlokasi di daerah yang cukup mudah dijangkau karena dekat dengan Jalan Raya Propinsi, Surabaya - Malang. Bagi pengguna motor bisa mengakses lokasi melalui Gang 9 Desa Randuagung. Sedangkan untuk mobil bisa melalui pintu masuk STTP yang berada di Desa Bedali. Di depan Gang 9 tersebut terdapat pangkalan ojek yang siap mengantar pengunjung langsung ke lokasi. Jarak dari pangkalan ojek ke lokasi kurang lebih 1,3 km. Selain memakai dua cara penunjuk arah itu, bisa pula memakai google map. Cukup dengan mengetikkan ‘Wisata Sumbersuko Randuagung’.

Saya lahir dan tumbuh di kampung yang bersebelahan dengan tempat wisata tersebut. Bahkan masih terhitung satu desa. Oleh sebab itu, saya cukup mengenal tempat ini beserta kisah-kisah mistis yang menyertainya. Dahulu, sebelum menjadi taman wisata yang ramai dikunjungi seperti saat ini, ia hanya berupa bendungan kecil yang sedikit lebih besar dari ukuran tambak. Selain berfungsi sebagai sumber pengairan sawah, juga sering dimanfaatkan untuk mandi hingga mencuci pakaian oleh warga sekitar. Suasana di area utama kolam pemandiannya cenderung gelap akibat rimbunnya pepohonan besar dan tinggi. Sehingga membuat hawa angkernya begitu terasa. Belum lagi dengan adanya tiga makam yang berada di sebelah selatan pemandian.

Ada isu yang tersebar bahwa makam tersebut merupakan makam seorang wali, ada pula yang mengatakan itu makam 'gaman' atau makam senjata pusaka. Sehingga tidak sedikit warga yang melakukan ritual mistis di sana, entah bertujuan mencari nomor togel atau mencari senjata pusaka yang diisukan. Pernah juga salah seorang temanku kesurupan setelah berenang di sana. Orang pintar yang menolongnya mengatakan bahwa rohnya diikat di salah satu pohon besar. Jauh sebelum kejadian itu, kebanyakan orang tua marah ketika tahu anaknya mandi di pemandian Sumbersuko. Bahkan tak jarang si anak mendapat hadiah cambukan seperti yang pernah saya alami.

Di antara sekian rumor mistis yang tersebar yang saya ingat ialah tentang keberadaannya yang merupakan pusat kerajaan jin dan bersemayamnya ular raksasa di dasar pemandian. Dan salah satu kejadian yang  pernah membuat gempar di kalangan warga kampung ketika usia saya SD ialah kejadian tumbangnya salah satu pohon besar di pemandian Sumber Suko akibat tersambar petir. Banyak warga sekitar yang 'katanya' menyaksikan bahwa setelah tumbangnya pohon tersebut, muncul sesosok naga putih yang keluar dan terbang ke langit. Saya masih ingat bagaimana sosok kakek sepuh yang komat-kamit merapalkan doa-doa ketika menebang sisa pohon tumbang. Saya mengamatinya ketika perjalanan pulang selepas mandi di pemandian bersama teman-teman sebaya tak lama setelah kejadian tersebut. 

Segala keangkeran itu bertahan hingga tahun 2017an. Semua berubah semenjak warga beserta perangkat desa bergotong royong mengolah Sumbersuko menjadi tempat wisata yang cukup asri. Beberapa pohon di sisi timur yang menjadi posisi datangnya sinar matahari terbit dibabat habis. Sehingga cahaya bisa masuk ke dalam. Suasana suram yang bertahun-tahun menyelimuti kian memudar. Hawa mistis dan angker pun mulai sirna terutama di area pemandian utama.

Beberapa fasilitas sederhana penunjang tempat wisata pun didirikan. Seperti tempat sholat, jembatan, ayunan, hingga beberapa spot foto. Semuanya kebanyakan dari terbuat dari bambu. Selain itu ada pula kolam ikan dan dikelilingi taman bunga. Yang paling baru, area pemandian di sebelah timur berdinding porselen. Airnya yang memang jernih, nampak kian jernih. Sedangkan di pemandian lama yang terdapat sumber mata airnya dibiarkan berlantai tanah dan berdinding cor semen.

Tempat wisata ini cukup cepat menjadi perbincangan dan menjadi tujuan rekreasi warga sekitar. Semuanya tak lepas dari andil beberapa pemuda desa yang turut menyebarkan foto-foto yang 'instagramable'nya di akun-akun mereka. 

Semenjak dipugar, saya sendiri baru dua kali berkesempatan mengunjungi lokasi bersama istri. Sebab setelah menikah, saya pindah ke luar kota. Dan waktu itu saya benar-benar merasakan perbedaan suasananya dibandingkan ketika saya masih kecil dulu. Walau sekarang mungkin tidak ada lagi kisah mistis yang muncul dari Taman Wisata Sumbersuko Randuagung, tapi saya bersyukur dengan adanya kisah mistis tersebut. Sebab kisah-kisah seram itu membuatnya dijauhkan dari tangan-tangan jahil manusia. Tanpa adanya kisah-kisah dan kejadian mistisnya, bukan tidak mungkin sumber mata air beserta pepohonan besar yang mengelilingi itu turut berubah menjadi bangunan gedung berlantai beton, mengingat lokasinya yang berada di antara perumahan, persawahan, dan komplek kampus. Kini keberadaannya selain menjadi destinasi liburan murah juga berfungsi seperti hutan kota. Ia mampu memberi kesejukan bagi lingkungan sekitar yang sudah dipenuhi bangunan dan beton-beton. 

#wisataangker

Dion OS Umar