Benarkah Setan Dikurung Saat Ramadan??

Kebun (sumber: detik.com)

Cerita ini adalah pengalaman temanku. Dia seorang perempuan namun perangainya seperti laki-laki, sehingga sering disebut 'tomboy'. Anak perempuan ini selain rajin mengaji juga rajin berlatih silat. Dia tinggal di sebuah desa di dekat Kota Bogor.

Sebut saja anak perempuan ini bernama Asti. Rumah Asti cukup jauh dari masjid tempat taraweh diadakan Dan harus melewati beberapa kebun yang rimbun.

Karena ketaatannya beragama Asti selama bulan Ramadan tidak pernah mangkir mengikuti taraweh. Apalagi Asti sangat percaya ajaran ustadnya yang mengatakan bahwa selama bulan Ramadan semua setan dikurung.

Suatu hari saat Asti sedang mengikuti shalat taraweh, dia mendengar anak kecil yang merupakan cucu salah seorang jemaah taraweh berteriak "Ada setan, hi!'.

Setelah menyelesaikan shalat tarawehnya, Asti menghampiri nenek anak itu dan menanyakan apa yang terjadi pada cucunya. Menurut sang nenek, cucunya melihat mahluk hitam yang menyeramkan. Dan biasanya semua orang percaya mata anak kecil lebih jeli melihat setan dibandingkan orang dewasa.

Asti lalu bertanya pada ustad, "Benarkah masih ada setan bergentayangan pada bulan Ramadan?"

Ustad menjelaskan, "Mungkin yang dilihat anak kecil itu bukan jenis setan penggoda iman, karena semua setan penggoda iman sudah dikurung pada bulan Ramadan.'

Asti pulang ke rumah dengan tenang, Setelah mendapat penjelasan dari ustad. Saat melewati kebun yang gelap dan rimbun, Asti tiba-tiba melihat sosok hitam dibalik pohon. Meski pemberani, nalurinya segera membuat Asti berlari secepatnya menuju rumahnya tanpa menengok lagi ke belakang.

Asti tetap yakin bahwa sosok hitam itu bukan setan meski sempat membuatnya ketakutan.

 

#risalahramadan