Lia Eden, Kontroversi Ajaran Sesat dan Kebebasan

Lia Eden /Ist

Lia Aminudin atau lebih dikenal sebagai Lia Eden meninggal pada Jumat, 9 April 2021. Hal ini dikabarkan oleh akun Instagram Kabar Sejuk (Serikat Jurnalis untuk Keberagaman) pada Ahad, 11 April 2021.

Kabar Sejuk adalah Serikat Jurnalis untuk Keberagaman yang getol membela aktifitas Lia Eden .

Siapakah Lia Eden?  

Lia Eden lahir di Jakarta, 21 Agustus 1947. Lia pernah mengaku telah mendapat wahyu dari malaikat Jibril untuk mendakwahkan sebuah aliran kepercayaan baru melanjutkan ajaran 3 agama yakni Yudaisme, Kekristenan dan Islam.

Selain itu juga menyatukan dengan agama-agama besar lainnya termasuk Buddhisme, Jainisme, dan Hindu di Indonesia.

Di kesempat lain Lia mengaku sebagai titisan Bunda Maria dan ditugaskan Jibril untuk mengabarkan kedatangan Yesus Kristus ke muka bumi. Dia juga menubuatkan beberapa ramalan yang sensasional.

Lia Eden kemudian mendirikan sebuah jemaat yang disebut Salamullah untuk menyebarluaskan ajarannya.

Paham yang dibawa oleh Lia ini berhasil mendapat kurang lebih 100 penganut pada awal diajarkannya. Penganut agama ini terdiri dari para pakar budaya, golongan cendekiawan, artis musik, drama dan juga pelajar. Mereka disebut sebagai pengikut Salamullah.

Hal ini mengundang reaksi MUI yang kemudian memfatwakan ajaran Lia Eden sesat dan melarang perkumpulan Salamullah pada bulan Desember 1997.

Lia membalas dengan sebuah sabda "Undang-undang Jibril" (Gabriel's Edict). Akibatnya dia ditahan atas tuduhan penistaan agama.

"Di masa bulan madu negara-MUI, era kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Lia Eden dipenjara dua kali (2006 dan 2008) dengan pasal penodaan agama," tulis Kabar Sejuk.

Sejak 2003, kelompok Salamullah ini memegang kepercayaan bahwa setiap agama adalah benar. Kelompok ini kemudian berubah nama menjadi Kaum Eden.

Konon, meski telah dilarang, namun aliran Salamullah diyakni masih memiliki banyak pengikut.

"Estafet perjuanganmu berlanjut senantiasa, urusan setiap warga dengan Tuhannya tidak bisa dibatasi dan dikurangi oleh negara, apalagi dipenjara," tulis Kabar Sejuk saat mengabarkan kematian Lia Eden.