Hikmah di Balik Kisah Singkong

Ilustrasi : (Cover by Irene Teng Siat Hwa)

Selesai membaca cerpen "Singkong" karya Irene Teng Siat Hwa, banyak hikmah yang dapat kita ambil sebagai pembelajaran hidup.

Pertama, kisah ini mengajarkan pada kita tentang seharusnya lebih mengutamakan kejujuran. Tanah warisan orang tua yang seharusnya dibagi adil, tetapi dilarang oleh suami Juhro. Di sinilah ketidakjujuran dimulai. Perbuatan suami Juhro tak patut ditiru. Dan pada akhirnya berakhir kesengsaraan. Juhro yang merasa berdosa tetap mengikuti perkataan suaminya. Seharusnya jika merasa berdosa ya tidak usah dilanjutkan. Dosa memang nikmat, tetapi itu hanya sesaat.

Kedua, kisah ini mengajarkan pada kita, khususnya perempuan. Kita tidak bisa sepenuhnya menggantungkan nasib pada suami. Karena akan ada saat dimana kita akan kehilangan. Entah kehilangan karena suami yang meninggal, entah kehilangan karena suami kecelakaan, entah kehilangan karena suami yang menganggur. Bukankah hidup harus terus berjalan? Terlepas nafkah memang wajib urusan suami. Tetapi ada jiwa-jiwa lain yang harus kita pikirkan hidupnya.

Ketiga, tentang bagaimana kita harus berpikir jernih dalam mengambil tindakan? Supaya tak melulu berpatokan agar keuangan segera terpenuhi. 

Keempat, tentang perbuatan yang sia-sia dan merugikan diri sendiri. Jangan sampai kita membuang waktu hanya untuk hal yang sama sekali tidak pasti--judi online, yang justru akan membawa kita pada kesengsaraan.

Kelima, tentang bagaimana seharusnya kita lebih bersyukur. Jika kita lapang menerima apapun yang sudah dirahmatkan oleh-Nya, tentu nikmat yang berada di hadapan, meski sedikit tetapi hati akan memandangnya luas. Dan tak akan ceroboh dalam mengambil langkah.

Terimakasih kisah Singkong sudah membuat pembelajaran yang berharga ini. 

Sragen
Jum'at, 9 April 2021