Hikmah Dibalik Cerita Kupu-Kupu di Tempurung Ibu

Correcto.id

 

Setelah membaca kisah "Kupu-Kupu di Tempurung Ibu" hasil karya Kak Bay. Aku menjadi tahu perjuangan seorang Ibu. Apalagi memiliki anak di luar nikah? Karena pekerjaan sebagai pendosa menjadi hinaan sepanjang hidupnya. 

 

Ibu itu tetap merawat dan membesarkannya. "Karena dosa yang menetas akan menjadi suci," ucapan di dalam dialog ini menggambarkan bahwa anaknya tidak berdosa. Anak adalah titipan Allah, yang akan dipertanggungjawabkan setelah mati.

 

Selain itu, penulisnya pandai sekali membuat majas setiap kalimatnya. Pekerjaan peran anaknya sengaja ditutupi di paragraf akhir. Awalnya, Ibunya menitipkan anaknya pada teman baiknya. Berharap seorang ibu bisa melepaskan anaknya terbang dari tempurung Ibu, melihat dunia luar. Ternyata kebaikan itu hanya kedok belaka, di depan baik di belakang menusuk. 

 

Hikmah yang bisa diambil dalam cerita ini, adalah bakti seorang anak kepada seorang Ibu. Mencoba membahagiakannya meski dalam keadaan sulit. 

 

Terimakasih atas cerita yang luar biasa ini. Semoga bermanfaat bagi pembacanya. Carilah pekerjaan yang halal, bahagiakan Ibumu sebelum meninggal. Agar kelak menjadi orang yang terpandang.

***

 

Pemalang, 9 April 2021

 

Hikmah dari Cerpen "Kupu-kupu di Tempurung Ibu" Karya Bay