Mencari Kunci Peti Mati

Ilustrasi dari Pinterest.com

 

Lily bergegas menghambur ke jendela, melompati bingkainya. Dan, pada saat kakinya akan menyentuh tanah, tubuhnya sudah ditangkap oleh seseorang dari belakang.

 

"Geni!"

 

Geni datang tepat waktu. Ia sigap membantu Lily. Mereka saling menatap, di dalam dekapan hangat, di antara dua orang yang saling mencintai dalam diam. Lily segera melepaskan pelukannya.

 

"Kita harus secepatnya bersembunyi, sebelum CCTV, menangkap pergerakan kita," ujar Lily menarik lengan tangan Geni.

 

Mereka sembunyi dibalik pohon yang rimbun.

 

Sementara di dalam ruangan kosong, berisi peti mati. Des, mencari keberadaan El. Des, mengira El sudah berhasil memasukkan Lily ke dalam peti mati buatannya.

 

Des, menuju ambang jendela yang terbuka lebar. Memutar pandangan ke bawah serta taman lainnya. Tak ada yang mencurigakan.

 

"El, kau di mana?" Des berteriak kencang, teriakannya hampir memenuhi ruangan. 

 

Des mendekati peti mati yang sudah tertutup rapat. Ada yang aneh. Bunga mawar terselip diantara garis penutup. Setahu Des, bunga mawar itu milik El. Des menyadari, bisa saja Lily kabur lewat jendela. Sedangkan El terperangkap di dalam peti mati buatannya.

 

Kecurigaan itu makin mencuat, setelah En--menangkap jejak kaki Lily dan Geni, pada monitor di bawah tanah tepat di atas jendela ruangan itu.

**

 

Lily dan Geni masih terjebak dalam hutan. Mereka belum menemukan jalan untuk keluar dari taman yang luas, bukan taman melainkan seperti hutan yang dipenuhi pohon-pohon rimbun. Berakar menjuntai, batangnya begitu kuat.

 

Sesekali burung hantu hinggap di rantingnya, Geni membawa Lily ke dalam goa. Untuk sementara mereka sembunyi di sana.

 

"Lily, apa kau mengetahui kelemahan mereka?" tanya Geni dengan wajah serius.

 

Lily sejenak berpikir, "Menurut El, Des dan En hanya bisa dikalahkan oleh jamur beracun."

 

"Bagaimana caranya?"

 

"Kita hanya perlu menjebak mereka, pura-pura menyerahkan diri. Lalu, meremas jamur itu kemudian dihamburkan menuju matanya," tegas Lily.

 

"Tapi, tidak semudah itu Lily. Kita sendiri belum mendapatkan jamur tersebut."

 

"Aku tahu di mana kita bisa mendapatkan jamur itu."

 

Lily tersenyum kepada Geni. Tepat di malam purnama. Mereka menuju taman rahasia, letaknya tidak jauh dari persembunyian mereka. Jamur itu disembunyikan di dalam kain kafan, yang ditemukan di atas makam para korban. 

 

Kepala Des--melayang menemukan keberadaan Lily dan Gani. Menyergap mereka, dengan bantuan para mayat hidup. Mayat yang telah mati, hidup kembali di malam hari. 

 

Lily dan Geni dimasukkan ke dalam ruang kosong, yang terpisah oleh jeruji besi. Terpenjara di dalamnya. Lekas sebelum Des, menyatukan kepala dengan tubuhnya. Geni berhasil mengalahkan mayat dengan menaburkan jamur beracun ke seluruh tubuh.

 

Termasuk kepala Des--yang melayang berhasil ditaburi jamur hingga ke bola matanya. Meleleh, Des berhasil dikalahkan. Sementara En, masih mencari sesuatu benda yang sudah berada ditangannya. Itu sebuah kunci

 

"Geni, ambil kuncinya," pinta Lily.

 

En mengira Geni dan Lily sudah membusuk ke dalam penjara. Namun, saat En lengah ternyata Geni dari arah belakang berhasil menaburi jamur ke tubuhnya. En berteriak pasrah. Ia pun sama meleleh.

 

Kini Lily mencoba ke tempat peti mati untuk segera menyelamatkan nyawa El. Sayang Lily terlambat. Nyawa El tidak berhasil diselamatkan karena ia sudah berada di dalam peti mati selama tiga hari dua malam. 

 

Geni memeluk Lily dan berkata, "Semua akan baik-baik saja."

 

****

 

TAMAT

 

Pemalang, 8 April 2021

 

Lanjutan cerita dan mengubah ending dari cerita---

"Peti Mati Untuk Lily" Karya Lilik Fatimah Az-Zahra

 

https://www.risalahmisteri.com/detail/1301/peti-mati-untuk-lily230624