Pemenang Lomba Resensi Novel Risalah Misteri

Ilustrasi/Ist

Apa itu resensi?

Kamus Besar Bahasa Indonesia Online mendefinisikan, “Pertimbangan atau pembicaraan tentang buku; ulasan buku”.

WJS Poerwadarminta mengemukakan, “Suatu pertimbangan mengenai buku tertentu yang dinilai kelebihan atau kekurangan sehingga memberikan dorongan kepada khalayak umum tentang buku tersebut dibaca dan dimiliki atau dibeli”.

Gorys Keraf berpendapat sebagai “Suatu tulisan atau ulasan mengenai nilai sebuah hasil karya atau buku”.

Dalam pengantar lomba resensi, Risalah Misteri memberikan batasan “Review secara umum dari sudut pandang subjektif, kelebihan dan kelemahan berdasar teks cerita”.

Dalam penjelasan di grup WA, aku menambahkan bahwa resensi tidak dimaksudkan untuk menjatuhkan (buku maupun penulisnya), melainkan promosi secara objektif.   

Dari keterangan di atas, bahkan andai ditambahkan dengan “ahli” lainnya, tidak ada satu pun yang mendefinisikan resensi sebagai bedah buku, menuliskan bab per bab, menceritakan ulang kisahnya, apalagi “menggurui”.

Apakah penulis resensi  tidak boleh memberitahukan kesalahan? Boleh.

Apakah peresensi tidak boleh boleh membetulkan kesalahan? Tidak, terlebih novel yang memang memiliki multi tafsir.

Peresensi hanya diperbolehkan untuk menilai karya dan ketika menemukan hal yang tidak sesuai, atau bertentangan dengan pendapat pribadinya, maka letaknya di bagian kekurangan/kritik dari resensinya.

Cara penulisannya pun ada aturannya. Misal, tentang stupa yang ditemukan Sakdiyah Sodwijo dalam novel Penjelajah Masa Lalu. Peresensi cukup memberitahukannya dengan bahasa sindiran yang tajam, “Penulis mestinya lebih teliti dalam menulis simbol-simbol keagamaan” atau “Penulis perlu menambah wawasan sejarah”.

Ingat sekali lagi, resensi bukan untuk menjatuhkan. Jika ingin mendebat atau meluruskan, maka forumnya bukan resensi tetapi bedah buku. Kesalahan serupa terjadi pada resensi Liz Memang Bukan Nona Penyihir.

Sementara penulis resensi Sebuah Usaha Menafsir Ulang Legenda Palasik akan membuat penerbit bangkrut karena ceritanya sudah dibeber habis (spoiler).

Salah satu bukti resensi adalah bagian dari promosi, adanya kewajiban mencantumkan nama penerbit, ISBN, ukuran buku, tahun penerbitan, dan informasi lain di luar teks. Namun khusus resensi di Risalah Misteri keterangan tersebut ditiadakan karena memang sebagian novelnya belum diterbitkan dalam bentuk buku.

Lalu siapa pemenangnya? Meski tidak ada satu pun yang memenuhi kriteria ideal sebuah resensi,  namun ada beberapa tulisan yang cukup mewakili.

Juara II

Jelangkung Yon Bayu Membuat Pembaca Terlarut dalam Teror Satu Malam

Juara III

Ilmu untuk Menjadi yang Terdampar dengan Baik

Hadiah untuk juara pertama yang ditiadakan dibagi rata untuk seluruh naskah yang masuk selain yang telah terpilih sebagai juara. Dengan demikian setiap karya dimaksud masing-masing mendapat hadiah Gopay senilai Rp 50.000

Demikian.

Selamat untuk semuanya. Terima kasih untuk partisipasinya dalam even kali ini.

Teruslah berkarya agar dunia mengenalmu.