Ada Apa dengan Putri Kinanti?

Cover Novel. Ist : Yon Bayu Wahyono

Fiksi berupa novel dengan genre horor urban legend berjudul Putri Kinanti Legenda Panglima Burung ni, menilik dari judul, tampaknya penulis terinspirasi dari legenda suku Dayak. Novel ini merupakan karya ketiga dengan genre horor dari Yon Bayu Wahyono.

Novel dengan cover seorang putri  berartribut seperti panglima burung ini sangat menarik antusias pembaca. Novel  ini bukan saja mengisahkan tentang siapa sebenarnya Putri Kinanti, tetapi juga tentang keserakahan manusia, perjuangan hidup dan upaya menepati janji.

Kisah bermula dari kebangkrutan demi kebangkrutan yang dialami Hanggono. Ia termakan omongan rekannya yang mengatakan bahwa perusahaannya diserang kekuatan gaib oleh pengusaha lain. Tak ayal mencari paranormal kesana-sini pun dilakukan.

Sampai akhirnya ia bertemu Ki Alas Purwo. Tetapi Ki Alas Purwo tidak mampu menyelesaikan perkara itu sendirian. Karena kekuatan gaib yang menyerang Hanggono berasal dari tanah Melayu, Ki Alas Purwo menyarankan agar Hanggono meminta bantuan pada Punggu Tera--teman Ki Alas Purwo, yang tinggal di hulu sungai Barito, Kalimantan.

Punggu Tera akan meminta bantuan pada Panglima Burung. Ia meminta salah satu anak buah Panglima Burung yang bernama Putri Kinanti untuk dipelihara Hanggono. Karena menurut Punggu Tera, Putri Kinanti memiliki kekuatan gaib yang hebat, tubuhnya kebal dan senjata andalannya adalah selendang mayang.

Awalnya Panglima Burung menolak, tetapi pada akhirnya luluh. Hanggono membuat pertaruhan andai mengingkari janji, Ki Alas Purwo ditawan sebagai jaminan dan Putri Kinanti berhasil dibawa ke Jakarta.

Putri Kinanti menerima hal-hal baru di dunia manusia. Mulai dari berdandan, memakai baju-baju mahal, menyetir mobil dan dijadikan sekretaris perusahaan. Semua berkas yang ditujukan pada Hanggono harus melalui Putri Kinanti. Semua pengusaha pesaing dihabisi nyawanya oleh Putri Kinanti atas perintah Hanggono. Hanggono memang licik. Seperti sebagian pengusaha di negeri ini.

Hidup di perkotaan tanpa hangatnya tegur sapa, keindahan alam dan ketenangan jiwa. Tertawan puluhan bulan dengan pengabdian menghilangkan nyawa para insan atas perintah tuannya yang menjadi budak keserakahan. Membuat Putri Kinanti tidak bahagia.

Terlebih sejak kematian Ah Num. Hanggono kembali menikmati masa kejayaannya. Tanpa ada pesaing, usahanya pun semakin menggurita. Tetapi sebaliknya, Putri Kinanti semakin merana.

Hingga di tengah kejenuhan dan putus asa, ia mulai menikmati rasa cinta yang hadir pada satu manusia yang baik budinya.

Namun Hanggono mengusik kedamaiannya. Hanggono, Punggu Tera dan Ki Alas Purwo sama kejamnya.

Ada apa dengan Putri Kinanti? Mengapa ia merana?

Akankah Hanggono mendapat balasan setimpal?

Akankah cinta Putri Kinanti pada manusia yang baik budinya akan bersatu? Akankah ia tetap memilih menjadi manusia atau kembali ke Kalimantan? Temukan selengkapnya dalam novel.

Novel Putri Kinanti akan membawa angan pembaca menyusuri indahnya rimba di Kalimantan. Tersaji dengan bahasa yang renyah sehingga mudah dicerna pembaca. Sarat makna kehidupan. Tentang apa akibat yang didapat jika keserakahan selalu melekat? Tentang bagaimana perjuangan dalam hidup? Dan tentang bagaimana menepati janji.

Hanya saja, masih ada beberapa typo di tiap babnya, tanda baca yang belum sempat tertulis, kata yang belum sempat tertulis dan kata yang tertulis mubazir. Masih bisa diperbaiki oleh penulis sebelum nantinya diterbitkan.

Meski demikian, tak mengurangi citra keindahan cerita yang sudah tersaji.

Selamat membaca.

Sragen, 28 Maret 2021