Ketika Peri Jatuh Cinta

Ilustrasi Novel Bukan Negeri Dongeng

 

Bukan Negeri Dongeng merupakan karya dari Ikhwanul Halim, yang bercerita tentang seorang peri bernama Wulan. Ketika berada di Asrama, ia bertemu dengan seorang pangeran. Sosok Pangeran yang bernama Zenatar. Ia memiliki sayap perak dan pupil mata keemasan, berbeda dengan peri lainnya. Membuat Wulan kagum dan jatuh cinta. Namun dibalik itu semua, Zenatar memiliki kekurangan. Sayapnya tak dapat terbang dengan bebas dan itu membuatnya sedih. Wulan berusaha menghiburnya. 

 

Lalu, tanpa sepengetahuan Zenatar. Sebulan setelahnya Wulan menghilang. Ternyata Wulan berniat untuk melepas sayapnya di sebuah Klinik milik Dr. Halomoan. 

 

Dan, sebelum melakukan operasi pelepasan sayap, Dr. Halomoan memberi penjelasan. Operasi ini memiliki risiko gagal sangat tinggi. Selama percobaannya meski sukses pada hewan. Tapi, tak ada yang bertahan hidup lama. Namun, Wulan tak peduli dengan itu. Ia tetap ingin melepas sayapnya.

 

Novel Bukan Negeri Dongeng memiliki unsur intrinsik yaitu tema tentang pengorbanan cinta Wulan pada Pangeran Zenatar untuk bisa sama sepertinya. Latar belakang novel ini Stasiun CL, Kediaman Hero, Klinik Dr. Halomoan, Asrama, Rumah sakit.

 

Suasana yang ada menggunakan alur maju mundur. Alur maju bab pertama dimulai dari ketika sayap Wulan terluka parah, tak dapat dilipat efek samping dari penyebab operasi pelepasan sayap di masa lalu. Wulan ditolong oleh Hero. Di kediamannya bertemu dengan Kenyang. Terjadilah alur mundur, ia bercerita tentang pertemuan pertama dengan Zen. Yang menyebabkan sayapnya terluka.

 

Novel ini memiliki keunggulan yaitu bisa dilihat dari kalimat dialog yang mudah dimengerti isi jalan ceritanya.

 

Kekurangan novel ini ada pada sinopsis cerita, yang sengaja ditutupi oleh Penulisnya. Setelah membaca isi ceritanya saya bahkan tidak menemui aksi perang antar peri dengan manusia. Hanya sekedar obrolan masa lalu Zenatar. Di situ pembaca juga akan penasaran dengan sosok Azura yang dibicarakan oleh Zenatar.

 

Penulis novel ini, entah lupa atau disengaja. Pemeran Azura tidak dimunculkan dalam cerita. Hanya sebuah nama yang dieluh-eluhkan bangsa peri sebagai seorang ratu peri yang kaya raya di bab 7. 

 

Penulis juga tidak menjelaskan alasan yang jelas awal mula, mengapa sayap pangeran tak bisa terbang? Apa akibat tersengat listrik atau karena dilarang untuk terbang.

 

Yang paling membuat penasaran justru sosok Zenatar yang seorang peri pada waktu perkenalan pertama dengan Wulan. Saya pikir, seorang peri itu semua berjenis kelamin perempuan. Karena tidak ada penjelasan kata Pangeran. Tapi, penjelasannya justru berada di bab berikutnya. Ini sangat mengecoh para pembacanya. Asli. 

 

Penulisnya keren bisa merangkai kalimat setiap isi dalam setiap bab novelnya. Bahkan saya sampai berulang kali membacanya. 

***

 

Pemalang, 25 Maret 2021