Siapa Aku?

Sosok arwah

Siapa pun akan mengalami kematian, umur tak menjamin seseorang lolos dari hal tersebut. Pun denganku, pernah mengalami mati suri. Banyak hal yang membuatku tak dapat membedakan, manusia dan hantu.

Namaku Cantika, selamat dari kematian. Tempat mengerikan yang pernah aku singgahi, sejak Tuhan memberikan kesempatan kedua, banyak kejadian yang tak masuk akal yang kualami. 

****

Saat aku dan Maria temanku sedang mengendarai sepeda motor sore itu, dari arah berlawanan ada sebuah mobil yang melaju dengan kecepatan tinggi. Kami yang tengah mengobrol, terkejut saat mobil itu tiba-tiba mengambil arah kanan yang tak lain adalah jalan kami. Kejadian begitu cepat dan terdengar dentuman yang begitu keras. Hingga semua kurasakan gelap.

Aku berjalan dalam kegelapan, berusaha mencari dan memanggil Maria. Namun, tak ada sahutan darinya. Mencoba meraba meski tertatih, aku putus asa dan menangis.

"Maria!" teriakku dengan ketakutan. Hanya gelap seperti sedang memejamkan mata.

Hanya terdengar suara-suara samar yang tak kukenal, mereka tertawa bahkan ada yang memanggil namaku.

"Cantika, ke sini. Ayo, ikut dengan kami!" Suara itu terus saja memanggilku. Berusaha untuk menajamkan pendengaran, tetapi tak ada hasilnya.

"Siapa?" tanyaku mencoba mencari sosok tersebut.

"Aku adalah kamu," ucapnya. Suara berat itu seperti terbawa angin, kadang begitu dekat tiba-tiba terdengar jauh.

Aku hanya menangis, apa yang sebenarnya terjadi? Maria entah di mana dia. Kenapa aku terjebak di tempat gelap seperti ini?

"Tolong!" teriakku. Entah sudah ke berapa kalinya, aku mengucapkan kata-kata itu. Namun, di saat hati mulai pasrah. Terdengar suara ibuku meski samar, aku dapat mendengarnya.

"Cantika, kenapa jadi begini?" Suara ibuku terdengar lirih.

****

"Akhirnya kau bangun juga, Nak," ucap ibuku, wajahnya terlihat sendu. Menatapku penuh haru. Aku hanya terdiam memandanginya.

"Apa kau bisa mendengar ibu, Nak?" tanya Ibu kembali. 

"Maria?" ucapku. Namun, Maria hanya menatapku dengan heran.

"Cantika, kau sudah sadar?" Maria akhirnya bertanya, aku lega melihatnya baik-baik saja.

"Cantika, maafkan gue, ya!" Maria menangis. Aku dan juga ibuku saling berpandangan.

"Maria, kenapa loe baik-baik aja? Bukankah kita ...," Aku tak dapat melanjutkan ucapanku. Ada kengerian saat mengingat kejadian kemarin.

"Iya, saat kejadian itu ... gue terlempar jauh ke sisi kiri jalan. Untungnya hanya luka-luka ringan, sedangkan loe terhempas ke sisi kanan dan ...," ucap Maria sambil menangis.

"Sudahlah, lagi pula sudah terjadi. Maria, sudah berapa lama gue di sini?" Aku mengedarkan pandangan, menyapu ke setiap sudut kamar ini. Ya, aku tengah berbaring di rumah sakit.

"Sudah satu bulan," jawab Maria kembali dengan tatapan kosong menerawang.

"Sudah, sebaiknya kau istirahat aja dulu." Ibuku merapikan selimut dan bantal dan pamit untuk membeli sesuatu.

Ada kejanggalan yang kurasakan, kenapa Ibu dan Maria tak saling menyapa? Apakah Ibu marah pada Maria?

"Maria, kenapa kalian tak saling menyapa?" tanyaku penuh selidik.

"Siapa?" Maria balik bertanya.

"Loe dan Ibu," ucapku heran.

"Ibumu?" Maria mengernyitkan dahinya.

"Iya, apa loe habis dimarahi oleh Ibu?"

"Loe kebanyakan tidur, ya?" Maria meledek. Membuatku semakin heran.

*****

Berita kematian dua remaja perempuan, menghebohkan jagad maya. Siapa pun akan bergidik ngeri membayangkan kejadian naas tersebut. Cantika dan Maria, siswa SMU Tunas Bangsa meninggal sangat mengerikan. Pasalnya, dari arah berlawanan ada sebuah mobil yang melaju dengan kencang, hingga menabrak sepeda motor remaja malang tersebut.

Ibu Cantika menjadi depresi melihat anak semata wayangnya mengalami kejadian tragis tersebut, ia selalu menganggap anaknya masih terbaring koma di rumah sakit.

Berita yang tak sengaja terbaca olehku.

 

#misteriromantis