Nuansa Mistis Kebun Raya Bogor

Jembatan Merah Kebun Raya Bogor (sumber foto: kebudayaan.kemdikbud.go.id)

Sebagai penggemar kuliner, bila berkunjung ke Bogor, jalan yang selalu saya tuju adalah Jalan Surya Kencana. Di sepanjang jalan ini dan gang-gang disekitarnya banyak penjaja makanan di sepanjang hari. Bila Anda berkunjung ke sana, di jamin Anda tidak akan kelaparan. Ada soto kuning, pangsit pengantin, es pala,  toge goreng, cungkring, lunpia Sunda, laksa Bogor dan ngohiang, serta masih banyak lagi kuliner jalanan. Mencari tempat untuk parkir mobilpun sulit, karena dipenuhi oleh mobil-mobil ber plat nomor B (Jakarta) dan D (Bandung). Itulah sebabnya bila ingin berkunjung ke Bogor, saya lebih senang naik kereta api listrik (KRL) atau commuter line.

Padahal ikon kota Bogor adalah Kebun Raya Bogor yang terdapat bunga raksasa asal Bengkulu yang sangat terkenal yakni bunga Raflesia Arnoldi. Kebun Raya Bogor ini konon awalnya adalah taman buatan Prabu Siliwangi, hingga di kawasan Kebun Raya Bogor juga terdapat makam isteri ke dua Prabu Siliwangi, yaitu Ratu Galuh yang terkenal mistis.  Setelah sekian tahun berlalu saat kerajaan Sunda sudah ditaklukkan kerajaan Banten, kawasan hutan ini dibangun oleh Gubernur Jenderal van der Capellen sebagai rumah peristirahatan pada abad ke 18. Rumah peristirahatan ini dikenal sebagai Istana Bogor yang kini ditinggali oleh Presiden RI Joko Widodo dan keluarganya. Bagi Anda yang berkunjung ke Kebun Raya Bogor, dapat berfoto dengan flora dengan latar belakang Istana Bogor dan ditemani satwa kijang tutul yang terkenal jinak.

Kawasan hutan lindung di Kebun Raya Bogor di kelola oleh LIPI dan Pemkot Bogor, dan dibuka untuk umum secara terbatas agar terjaga keasriannya. Namun bila Anda berkunjung pada akhir pekan, Kebun Raya Bogor selalu ramai pengunjung. Selain Istana Bogor, di kawasan Kebun Raya Bogor, Anda dapat menemukan Museum Kepresidenan dan museum Zoologi serta restoran yang sempat dikunjungi Presiden AS Barrack Obama.

Dari salah seorang pemandu wisata saat mengunjungi Kebun Raya Bogor, saya mendapat beberapa cerita mistis yang berkaitan dengan kisah asmara. Di dalam Kebun Raya Bogor terdapat pohon kembar yang dipercayai sebagai pohon jodoh, padahal ke dua pohon ini ternyata berbeda jenis. Yakni pohon kenari dan beringin putih. Konon pohon jodoh ini kesaktiannya hampir sama dengan pohon jodoh di Pulau Kemaro, Sumatera Selatan, bila dua orang muda-mudi berlainan jenis berkenalan di depan pohon kembar ini, bila melanjutkan memadu asmara maka akan berlanjut ke jenjang pernikahan.

Sebaliknya, di Kebun Raya Bogor, juga terdapat sebuah jembatan bercat merah, yang dikenal sebagai jembatan merah. Uniknya, jembatan merah ini justru berakibat putus cinta bila pasangan datang ke jembatan ini. Hal lain yang bernuansa mistis adalah jangan berpacaran keterlaluan, artinya melampaui batas-batas kesopanan masyarakat Timur, maka pasangan yang berani melanggar aturan ini dipastikan akan putus hubungannya.

Apakah cerita mistis ini boleh dipercaya atau sekedar mitos belaka? Secara ilmu pengetahuan belum ada yang mampu membuktikannya. Namun sebaiknya Anda jangan melawan atau sengaja menantang kisah mistis yang beredar di kalangan masyarakat Bogor, lebih baik mematuhinya dan tidak melanggarnya daripada menyesal kemudian.