Lima Pantangan yang Wajib Diketahui Saat Imlek

Baju merah (sumber foto: eveshpashop.com)

Besok, Jum’at 12 Februari 2021 atau tanggal 1 kalender Imlek tahun 2572 dirayakan sebagai awal musim semi, dan dianggap sebagai Tahun Baru bagi warga Tionghoa. Imlek tidak dirayakan oleh warga Tionghoa di Tiongkok saja, melainkan juga di negara-negara dimana warga Tionghoa atau keturunan Tionghoa tinggal. Kawasan yang hampir selalu ada di setiap negara adalah kawasan pecinan yang dikenal dengan nama Chinatown. Warga Tionghoa sendiri ada yang disebut American Born Chinese (ABC) atau Australin Born Chinese, mereka menyebar di seluruh dunia dan rata-rata menguasai perekonomian, karena keahlian mereka berdagang. Namun jangan salah, kawasan Chinatown yang berupa daerah kumuh juga banyak, di Hong Kong, Macao, Indonesia (Tangerang dan Kalimantan Barat) dan lain-lain, kawasan Tionghoa ini dihunui oleh warga Tionghoa miskin yang bekerja bertani.

Kaya dan miskin bukan pantangan untuk merayakan Tahun Baru Imlek, hanya suasana perayaannya yang berbeda. H-1 sebelum Tahun Baru Imlek, biasanya dilakukan reuni keluarga besar. Seluruh anggota keluarga berkumpul mengelilingi meja besar untuk makan malam bersama. Dulu hidangan makan malam dimasak sendiri oleh ibu-ibu dan wanita dalam keluarga, namun demi kepraktisan, sekarang banyak yang membeli di rumah makan yang menyediakan paket Makan Malam Imlek. Jumlah hidangan juga bervariasi, untuk kalangan kaya, jenis masakan bervariasi dari 7 hingga 12 jenis masakan yang mengandung satwa darat (babi, sapi), udara (unggas ayam, bebek), laut (ikan, udang, cumi, kerang dan lainnya), serta makanan yang manis seperti dessert mochi kacang merah, kue keranjang, kue nastar, kue lapis legit, manisan dan buah jeruk. Namun dari semua jenis masakan yang dipastikan harus ada adalah masakan ikan utuh, karena dialek ikan dibaca “yu” yang artinya rejeki. Dengan menyantap masakan ikan diharapkan selama setahun akan datang rejeki tak henti-henti.

Jenis dan jumlah masakan tidak memiliki arti mistis, namun ada lima pantangan yang harus ditaati warga Tionghoa bila tidak mau menderita sepanjang tahun. Lima hal yang menjadi pantangan adalah:

  1. Jangan menyapu di hari Imlek

Disarankan seluruh keluarga membersihkan rumah beberapa hari sebelum Imlek, tentu tujuannya agar rumah bersih, karena akan kedatangan banyak tamu. Bagi keluarga yang memiliki asisten rumah tangga baru, sebaiknya berpesan agar asisten rumah tangga tidak melakukan kesalahan fatal. Menyapu kotoran dari rumah dan membuang kotoran dari dalam rumah diartikan membuang rejeki yang ada di rumah itu. Bila pada Tahun Baru Imlek ditemukan debu atau kotoran yang harus di saou, sebaiknya kotoran dikumpulkan pada salah satu sudut rumah dan nanti baru dibuang setelah Imlek usai.

  1. Jangan keramas

Setelah pulang dari bepergian disarankan untuk mandi saja, namun jangan diikuti dengan mencuci rambut (keramas), karena kata keramas dalam Bahasa Mandarin bunyinya “fa”, yang artinya keberuntungan. Jadi jangan membuang keberuntungan dari diri Anda.

  1. Jangan makan bubur

Meski bubur termasuk salah satu kuliner Tionghoa untuk makan pagi, pada hari Tahun Baru mlek, dilarang keras makan bubur, karena bubur identik dengan kemiskinan. Jadi agar Anda tidak jatuh miskin, sebaiknya jangan makan bubur

  1. Jangan mengenakan pakaian berwarna hitam

Tahun Baru Imlek adalah identik dengan kegembiraan, maka kenakan busana berwarna cerah, seperti merah atau kuning. Jangan mengenakan warna hitam karena melambangkan kedukaan.

  1. Jangan membuang sampah

Pantangan ini hampir sama dengan pantangan pertama, hanya lebih spesifik untuk sampah. Jadi bila Anda biasa membuang sampah tiap hari, khusus pada hari raya Imlek sebaiknya tetap ditampung didalam rumah, agar keberuntungan tetap berada di dalam rumah Anda.

Anda percaya atau tidak percaya dengan ke lima pantangan ini ? Daripada bermasalah, sebaiknya ikuti saja pantangan yang merupakan misteri ribuan tahun ini. Selamat menyambut Tahun Baru Imlek bagi Anda yang merayakannya.