Isteri Super Cerewet

ilustrasi isteri mengomel (sumber: pondokkecil.com)

Beruntunglah bagi Anda yang memiliki isteri yang agak pendiam, karena secara rata-rata kaum isteri itu tergolong cerewet atau suka bicara berlebihan, baik berupa kritik atau omelan atas peristiwa yang tidak berkenan dihatinya. Adalah pak Ruslan dengan isterinya Nurlela, Nurlela terkenal super cerewet. Bila pertanyaan kepada suaminya dijawab, maka ia pasti akan menyusul dengan pertanyaan berikutnya, seolah tidak pernah kehabisan daftar pertanyaan untuk menyudutkan suaminya. Uniknya, pertanyaan yang ditanyakan selalu berulang-ulang tiap kali terjadi perselisihan. Dari waktu ke waktu, dari bulan ke bulan, dari tahun ke tahun pertanyaan itu-itu saja yang diulang bak seperti rekaman kaset tua.

Kebiasaan isteri mengomel, juga sering berdampak suami enggan pulang ke rumah terlalu cepat, dan hal ini bisa memicu kecurigaan isteri. Jadi isteri bila ingin suami pulang cepat, kendalikan sikap mengomel Anda. Keberadaan suami di luar rumah ini justru dapat membahayakan keutuhan rumah tangga, bila suami di mall, warung kopi atau klub ketemu wanita pelakor, pertikaian akan makin meruncing dan dapat berujung perceraian.

Pak Ruslan yang terkenal sabar itu, suatu hari tampaknya mulai kehabisan kesabarannya. Bukan balas marah, melainkan pak Ruslan mengajak isterinya ke sebuah toko emas dan membelikan gelang yang sudah lama diinginkan isterinya. Nurlela sangat girang, wajahnya yang semula kusut berubah ceria.

Setibanya di rumah, pak Ruslan mengajak isterinya bicara didekat sebuah sumur tua, pak Ruslan menyapa isterinya : “Bu, lihatlah air sumur ini sangat jernih”.

Tanpa berpikir apa maksud suaminya, Nurlela mendekati bibir sumur dan memajukan kepalanya untuk melihat isi sumur. Tanpa diduga-duga entah mendapat bisikan setan dari mana, pak Ruslan segera mendorong dengan kuat tubuh isterinya hingga terjebur ke dalam sumur tua yang cukup dalam.

Setelah mendorong isterinya ke dalam sumur, perasaan pak Ruslan lega, namun ia termangu-mangu duduk melamun pada sebuah bangku batu sambal mengisap rokok kretek kegemarannya.

Namun tiba-tiba pak Ruslan terkejut, karena didepannya telah berdiri satu sosok mahluk hitam tinggi besar. “Siapa kamu?” tanyanya.

Sosok hitam tinggi besar itu menjawab : “Saya jin penunggu sumur tua ini selama ratusan tahun. Siapa wanita yang siang ini masuk ke dalam sumur. Saya tidak tahan mendengar omelannya, selama ini sumur tua yang saya tinggali sangat sunyi dan tenang. Wanita ini mengomel tanpa henti bicara terus menerus bak peluru dimuntahkan dari senapan mitraliur.”

Pak Ruslan terkejut, rupanya bukan dia sendiri saja yang tidak tahan mendengar omelan isterinya, bahkan jin penunggu sumur tua juga merasa sangat terganggu dengan kehadiran isterinya.

Moral cerita ini: Wahai ibu-ibu hargai dan hormati suamimu, mengomel boleh, namun seperlunya saja dan jangan diulang-ulang agar tidak menimbulkan kejenuhan dan kebencian dari suami. Suatu pertikaian hendaknya dibicarakan secara baik-baik, dan tidak dengan omelan terus menerus, apalagi dengan nada nyinyir yang dapat membuat suami tidak tahan berada di rumah. Kunci untuk menghindari sikap mengomel adalah kesabaran. Isteri bila sedang mengomel, suami harus bertindak sabar. Sebaliknya, isteri bila melihat atau mendengar tindakan suaminya yang kurang berkenan, hendaknya bertanya dan mengeluh dengan sabar. Semoga dengan adanya kesabaan dari ke dua belah pihak terjadi dan terpelihara keharmonisan keluarga.