Cinta yang Kandas Gegara Jiong

Ilustrasi Imlek (sumber foto: iintergid.ru)

Kisah ini telah terjadi cukup lama, namun antara percaya dan tidak percaya, saya akhirnya harus mempercayai juga bahwa kasus jiong itu benar adanya. Kisah ini menimpa sahabat saya Robby.

Robby dan Rini sudah berpacaran cukup lama, namun belum ada gejala perkembangan ke arah serius. Mungkin disebabkan keduanya harus menyamakan budaya yang berbeda. Robby seorang pemuda keturunan Tionghoa asal Medan yang memiliki karier baik di dalam bisnis komputer, sementara Rini karyawan di bidang hukum yang juga memiliki jenjang karir bagus. Bedanya Rini warga asli kelahiran Jakarta.

Saat Robby pulang ke Medan tahun 2000 pada menjelang Tahun Baru Imlek, untuk melakukan reuni keluarga dan sekaligus menjenguk orang tuanya yang sudah cukup lanjut usianya. Robby juga ingin minta izin kepada orang tuanya untuk melanjutkan hubungannya dengan Rini ke tingkat yang lebih serius, yakni melamar Rini pada keluarganya.

Suatu sore yang mendung, Robby berbincang dengan ibunya di teras rumah.

”Robby, kamu sudah cukup mapan, kapan kamu akan menikah? Ingat kedua orang tuamu sudah tua. Kami ingin melihat wanita baik yang kelak mendampingimu”, kata sang Ibu.

“Sudah ada, ma. Justru saat ini Robby mau minta persetujuan mama dan papa untuk melamar Rini kepada orang tuanya di Jakarta setelah perayaan Cap Go Meh usai,” jawab Robby.

“Rini shio apa?” tanya Ibunya.

“Rini shio Naga, Ma”, jawab Robby dengan yakin.

Dahi sang ibu berkernyit sejenak dan tampak berpikir keras, lalu katanya, “Kamu shio Anjing, kalau Rini shio Naga itu tergolong jiong, jadi kalian tidak berjodoh. Sebaiknya kamu mencari calon isteri yang lain agar perkawinanmu langgeng.”

Hati Robby pun kecut. Selama di Medan Robby pusing memikirkan jawaban ibunya. Ingin menentang takut kuwalat. Sebaliknya memutuskan hubungan cintanya dengan Rini, juga tidak mungkin karena Robby sangat mencintainya.

Festival Cap Go Meh atau tepat hari ke 15 setelah Tahun Baru Imlek, di mana muncul bulan purnama, dilewati Robby dengan hati bimbang dan pikiran kalut. Lontong Cap Go Meh yang dihidangkan ibunya yang biasanya terasa sangat lezat kini hambar. Keesokan harinya Robby berpamitan untuk kembali ke Jakarta.

Beberapa hari di Jakarta yang penuh kesibukan di kantor karena ditinggal cuti dua minggu, membuat Robby dapat sejenak menghilangkan kepusingannya. Setelah kesibukan berkurang, Robby mulai menghubungi Rini. Namun tidak seperti biasanya, Rini sulit dihubungi melalui pesan singkat SMS maupun telepon. Akhirnya Robby nekad bertandang ke rumahnya tanpa membuat janji terlebih dulu.

Robby cukup terkejut karena menemukan Rini sedang menemani seorang tamu lelaki muda yang diketahuinya sebagai teman kantornya. Saat Robby datang, Rini secara tidak terduga memintanya pulang daripada terjadi keributan.

Menuruti permintaan Rini, Robby pulang, tapi dia mengatakan butuh penjelasan nanti malam.

Malam harinya Rini menelepon Robby, dan bagaikan petir menyambar di siang hari bolong, Rini mengatakan, “Maaf Robby, tampaknya kita tidak berjodoh. Lelaki muda yang kamu lihat di rumahku tadi adalah calon suamiku”.

Robby marah dan bertanya “Bagaimana hal ini bisa terjadi?” Namun Rini hanya menangis dan tidak menjawab sepatah katapun. Akhirnya hubungan telepon terputus.

Hari berikutnya, Robby mencoba menyelidiki penyebab Rini meninggalkannya secara tiba-tiba. Robby menghubungi teman kantor Rini dan mendapat jawaban yang cukup mengejutkan. “Sepertinya Rini terkena guna-guna. Semula Rini selalu bersikap keras pada lelaki itu, namun entah mengapa sekarang Rini seolah tergila-gila.”

Robby sangat penasaran. Dengan geram dia ingin mencari orang pintar untuk mengalahkan dan melenyapkan guna-guna yang menyerang Rini. Namun tindakan ini diurungkan setelah Robby ingat penjelasan ibunya. Ya, mungkin benar Robby dan Rini tidak berjodoh.

Hingga hari ini Robby masih tetap menjomblo. Mungkin Robby belum dapat sepenuhnya move on dari Rini, meski Robby sudah disakiti.

Saya pun terus bertanya-tanya, apakah kejadian ini akibat jiong? Atau hanya kebetulan saja? Semuanya masih terselimuti misteri.

#imlek

#misteriangpau