Bertemu Sosok Misterius di Cadas Pangeran

Cadas Pangeran

Terus terang, pada awalnya penulis sendiri merasa enggan untuk menurunkan cerita tentang Cadas Pangeran ini. Alasannya, karena selain berita soal adanya mistik dan kemisterian  di kawasan ini sudah banyak sekali  yang mengangkat,  juga  orang-orang pun sudah lama pada mengetahuinya.

Namun, oleh karena adanya sebuah peristiwa yang langsung dialami oleh penulis sendiri, maka naluri jurnalistik ini pun akhirnya jadi terbangkitkan. Dan, kejadian singkat yang secara tiba-tiba teralami itu, sempat terjadi pada pertengahan bulan September 2020 lalu.

Dimana di siang hari itu,  sekira pukul satu siang penulis sempat melakukan perjalanan dari arah Bandung menuju Sumedang. Dan, mulai memasuki jalanan  turun naik yang berkelak kelok diantara bentengan tebing dan kedalaman jurang, atau yang dikenal dengan nama jalan Cadas Pangeran itu, sekitar jam setengah tigaan.

Karena perjalanan  dengan menaiki  sepeda motor di tengah udara siang itu, lumayan jauh dan sedikit melelahkan, maka tepat di tengah perlintasan jalan raya Cadas Pangeran yang telah memiliki sederet cerita mistis itu, penulis pun mulai memperlambat laju kendaraan. Dengan maksud, hendak mencari tempat yang  aman untuk berhenti.

Oleh karena posisi jalanan yang ada di  Cadas Pangeran itu sangatlah rawan, yaitu satu sisinya berbatasan langsung dengan tebing-tebing batu cadas yang menjulang dan sisi lainnya dengan hamparan jurang sangat dalam yang menganga, maka untuk bisa  menepi atau  menghentikan laju kendaraan pun haruslah sangat ekstra berhati-hati. Terlebih, volume kendaraan yang melintas di kedua arahnya pun sangatlah padat.

Perlu diketahui, bahwa jalan raya Cadas Pangeran yang membentang sepanjang tiga kilometer di bagian barat Sumedang ini,  merupakan jalan raya nasional yang menjadi jalur penghubung antara Bandung dan kawasan-kawasan  yang ada di bagian timur Provinsi Jawa Barat. Atau bahkan, dengan kawasan-kawasan lainnya yang ada di bagian timur dari Pulau Jawa.

Sebagaimana pula maksud awal dari pembuatannya, bahwa jalanan yang melintas di tengah hutan, gunung dan jurang ini, merupakan bagian dari proyek besar pembuatan jalan raya lintas Pulau Jawa. Yaitu, yang sempat digagas oleh Gubernur Jenderal Belanda, Daendels, pada tahun 1918, dengan maksud sebagai langkah awal persiapan perang melawan  Sekutu. 

Dan, oleh karena pembuatan jalan tersebut dilakukan dengan secara rodi atau kerja paksa, maka sempatlah pula banyak sekali korban dari kalangan para pekerjanya. Yaitu, yang tidak lain adalah rakyat  kita sendiri. Sehingga jasad-jasadnya pun  banyak sekali yang sengaja dikuburkan di sepanjang lokasi ini. Hingga dari sinilah konon, awal dari adanya cerita atau berita-berita kegaiban di lokasi ini dimulainya.

Kejadian Yang Misterius

Hingga, setelah menemukan lokasi yang benar-benar  aman, penulis pun akhirnya menghentikan kendaraan dan memarkirkannya. Yang lokasinya  berada di tepian  jalanan dan sedikit  melebar.

Tatkala kedua kaki yang telah terasa pegal ini diturunkan, hal aneh yang pertama pun sempat pula terjadi. Yaitu,  tepat disamping kiri ban motor bagian depan, tampak adanya selembar uang kertas nominal  2000 yang tergeletak. Sehingga dengan cara yang spontan, penulis pun sempat pula mengambilnya.

Namun, tidak seberapa lama kemudian, atau ada sekitar dua-tiga menitan, dari arah belakang  tiba-tiba saja sempat ada sebuah sepeda motor yang melaju sempoyongan, dan akhirnya terjatuh ke tepi jalanan di depan penulis. Dengan jaraknya ada sekitar dua atau tiga meteran.

Namun anehnya, dengan sangat cepatnya pula si pengendaranya itu sempat terbangun dan berdiri sendiri. Lantas ia pun melangkah ke arah kubangan kecil berair, yang juga ada di sana.

Lalu, dengan sebelah tangannya sosok lakilaki si pengendara itu pun sempat mengambil sesuatu. Dan kemudian dengan sangat cepatnya pula ia pun sempat kembali menghampiri sepeda motornya yang masih tergeletak itu, dengan tanpa sedikit pun melirik atau memperdulikan penulis. Sebelum akhirnya ia pun kembali beranjak pergi.

Dari pandangan mata sekilas yang sempat penulis tangkap, bahwa si sosok laki-laki berbaju kumal dan berbadan kurus itu, seperti sempat mengambil selembar uang kertas berwarna biru. Atau yang nominalnya 50.000 saat sebentar berjongkok dan mengambil sesuatu dari kubangan itu.

Dengan masih diliputi oleh rasa heran yang belum terpecahkan, sekitar sepuluh menitan kemudian penulis pun kembali berniat untuk melanjutkan perjalanan.
Namun, belum pula kendaraan  yang  ditumpangi itu melaju jauh dari lokasi, yaitu ada sekitar dua atau tiga belokan, penulis pun sempat pula menemukan kejadian lain yang cukup mengerikan. Yaitu, adanya seorang pengendara sepeda motor yang terkapar  dan tengah dikerumuni oleh sejumlah orang di tepian jalanan. 

Sementara, sebuah sebuah truk besar bermuatan pasir dan sebuah sepeda motor yang keadaannya ringsek, nampak berada di sekitaran lokasi. Konon, sepeda motor yang dikendarai seorang lakilaki itu sempat terjatuh saat hendak menyalip kendaraan lain, namun nahasnya di depannya ada sebuah truk yang tidak bisa mengerem, hingga melindasnya.

Namun, karena volume kendaraan yang ada di jalur itu telah macet dan sangatlah padat, maka kendaraan penulis pun hanya bisa terus melaju. Seraya pandangan sempat dilirikan ke arah korban yang tengah ditangani oleh pihak kepolisian itu.

Dan, hal yang menjadi pemikiran serta bahan pertanyaan besar hingga tulisan ini berhasil dibuat, adalah siapa sosok lakilaki yang sesaat tadi sempat menghampiri? Serta, apakah ada kaitannya dengan peristiwa kecelakaan yang kemudian juga sempat ditemui itu? Atau, adakah pesan-pesan gaib dari rentetan peristiwa itu?

Biarlah, pembaca sendiri yang beramsusi. Atau, biarlah pula hal ini menjadi bahan tambahan dari sederet peristiwa muskil yang memang sering sempat sering teralami. Wallohualam bisawab. (Ayi Ruswanto/ Sept 2020)